Ekonomi Sulit, Dagangan Rakyat Digusur

RAJU TAMPUBOLON

- Redaksi

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:50 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TLii  | Sumut | Toba – Ditengah situasi ekonomi yang semakin berat dan peluang mencari nafkah yang kian sempit, langkah Pemerintah Kabupaten Toba kembali menuai kritik tajam. Pada Rabu (20/5/2026) pagi, puluhan pedagang kecil yang berjualan di Jalan Gereja, tepatnya di depan RS HKBP Balige, terpaksa menelan pil pahit. Sekitar 17 hingga 20 lapak tempat mereka menggantungkan hidup dibongkar paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) didampingi unsur TNI-Polri dan perangkat daerah lainnya.

Alasan yang dilontarkan pemerintah sudah menjadi lagu lama: penataan kota dan pengembalian fungsi Daerah Milik Jalan (Damija). Plt. Kasatpol-PP, Saut MT. Sihombing, menyebutkan tindakan ini dilakukan karena pedagang menggunakan ruang milik jalan, dan menegaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan surat imbauan jauh-jauh hari. Ia pun mengklaim proses berjalan aman karena tidak ada penolakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun, ketiadaan perlawanan jangan diartikan sebagai persetujuan. Kepatuhan para pedagang membongkar lapak mereka lebih didasari rasa takut akan sanksi dan ketidakberdayaan menghadapi kekuasaan, bukan karena mereka memiliki tempat lain untuk melanjutkan usahanya. Di tengah harga kebutuhan pokok yang mahal dan pendapatan yang tak menentu, lokasi di depan rumah sakit adalah satu-satunya akses strategis yang membuat dagangan mereka laku dan cukup untuk memberi makan keluarga. Kini, akses itu direnggut begitu saja.

 

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong, menambahkan bahwa alasan penertiban pedagang di jalan Gereja (depan RSU HKBP Balige :

Mengembalikan fungsi jalan yaitu untuk mobilitas kenderaan di Badan Jalan, Trotoar jalan tidak boleh digunakan untuk lokasi berjualan, krna peruntukan trotoar adalah untuk pejalan kaki, Ditemukan dilapangan bahwa saluran drainase dibawah trotoar telah tertutup oleh sampah dan sedimen sehingga tdk dpt berfungsi dgn baik, serta Saluran drainase tersbut tdk dpt dibersihkan krna ada pedagang diatas trotoar/drainase

 

Pertanyaan besar yang menggantung adalah: Ke mana mereka harus pergi? Hingga penertiban selesai, tidak ada penjelasan jelas dari pemerintah mengenai lokasi relokasi, tempat penampungan sementara, atau solusi ekonomi lain bagi para pedagang. Tidak ada jaminan kelangsungan usaha, hanya ada perintah untuk pergi dan kembali tertib.

 

Kebijakan ini kembali menegaskan kesenjangan pandangan antara birokrasi dan rakyat kecil. Di satu sisi pemerintah menginginkan wajah kota yang rapi dan indah, namun di sisi lain melupakan fakta bahwa kerapian itu dibangun di atas hancurnya mata pencaharian warga. Di saat ekonomi sedang sulit, alih-alih memberi ruang dan kemudahan bagi rakyat untuk berusaha, justru yang terjadi adalah penyempitan ruang hidup.

 

Kini, para pedagang harus mencari jalan lain yang belum tentu ada, sementara Pemkab Toba terus memoles wajah kota. Kisah ini kembali mengulang realita pahit: kerapian kota didahulukan, nasib rakyat belakangan.

(Tanda)

Berita Terkait

Imigrasi Sumut Perkuat Pelayanan dan Kinerja Lewat Rakor Dukungan Manajemen dan Bidang Fasilitatif Tahun 2026
Karutan Andi Surya, Medan: Harkitnas Momentum Tumbuhkan Persatuan, Disiplin, Dan Cinta Tanah Air
Bapas Kelas I Medan Ikuti Puncak Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 Secara Virtual
Dinas PUPR Aceh Tenggara Baru Tindak lanjuti 67 Persen Temuan BPK RI 2024–2025, Dugaan Kerugian Keuangan Daerah Capai Rp1,96 Miliar
PT Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Semangat Persatuan Lewat Upacara Harkitnas 2026
Polres Pidie Jaya Bersama Forkopimda Laksanakan Sidak Pasar Jelang Idul Adha 1447 H
Adhifatra Agussalim Ajak Generasi Muda Aceh Kembangkan Ekonomi Kreatif Berdaya Saing Nasional
Ikuti Upacara Bersama Masyarakat, Lapas Padangsidimpuan Gaungkan Semangat Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:34 WIB

Polres Pidie Jaya Sambut Kedatangan Jenazah Korban Kecelakaan di Palembang, Identitas Dipastikan Lewat Tes DNA

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:09 WIB

Perdana, Bupati Pidie Jaya Peusijuek dan Lepas CJH ASN Tahun 2026 Sebagai Wujud Dukungan terhadap Syariat Islam dan Semangat Pengabdian 

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:59 WIB

Sentuh Dunia Pendidikan, Polres Pidie Jaya Hadir Lewat “Saweu Sikula”, Tanamkan Disiplin dan Anti-Bullying di Jangka Buya

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:19 WIB

Evaluasi Masa Transisi Pascabencana, Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya Ungkap Data Kerusakan dan Alasan Perpanjangan Pemulihan

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:26 WIB

Pergi Tanpa Pesan, Pelajar SMP di Pidie Jaya Hilang Selama 20 Hari

Senin, 11 Mei 2026 - 09:20 WIB

Bupati Pidie Jaya Tegaskan Disiplin ASN dan Percepatan Penanganan Data Pascabencana

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:43 WIB

Polres Pidie Jaya Fasilitasi Pengambilan Sampel DNA Korban Laka di Sumsel, Dukung Proses Identifikasi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:39 WIB

Pengendalian Hama Tikus di Desa Pohroh Terus Digencarkan, Libatkan Kadis hingga Petani

Berita Terbaru