Menyusuri Jejak Migrasi Etnis, Mengungkap Mozaik Sejarah Wilayah Timur Aceh

Zul

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 23:30 WIB

5080 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan penelitian menyusuri Jejak Migrasi Etnis Dr. Sumiyati di Gampong Pusong atau Telaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa (Foto : Timelinesinews.com)

TIMELINES INEWS INVESTIGASI

Kota Langsa – Di balik keragaman budaya yang mewarnai kehidupan masyarakat Aceh bagian timur hari ini, tersimpan jejak panjang perjalanan berbagai etnis yang datang, menetap, dan berbaur selama berabad-abad. Jejak-jejak sejarah itulah yang kini ditelusuri oleh Dr. Sumiyati, M.Pd., bersama tim peneliti melalui sebuah penelitian lapangan yang menjangkau Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian yang didukung Program Dana Indonesia Raya Tahun 2025 tersebut berupaya mengungkap kembali kisah migrasi berbagai kelompok etnis yang pernah mewarnai perkembangan peradaban di kawasan timur Aceh. Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak, upaya ini menjadi penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap akar sejarah dan identitas budayanya.

Vihara Dharma Budha Tua Pe Kong di Aceh Tamiang 

Kepada Timelinesinews.com, Senin (08/06/2026), Dr. Sumiyati mengatakan perjalanan penelusuran dimulai dari Kota Langsa. Di kawasan Pusong atau Gampong Telaga Tujoh, tim menelusuri jejak keberadaan etnis Tionghoa yang diyakini pernah menjadikan kawasan pesisir tersebut sebagai tempat bermukim. Keberadaan sebuah pekong tua menjadi penanda bisu yang merekam perjalanan komunitas Tionghoa dalam dinamika perdagangan dan kehidupan sosial masyarakat pesisir Langsa pada masa lalu.

Langkah penelitian kemudian berlanjut ke sejumlah kawasan yang namanya masih menyimpan jejak identitas etnis hingga kini, seperti Gampong Melayu, Geudubang Aceh, dan Geudubang Jawa. Nama-nama wilayah tersebut tidak sekadar penanda geografis, melainkan jejak sejarah yang merekam proses migrasi, pertemuan budaya, dan pembentukan masyarakat multietnis yang berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Dari Langsa, perjalanan berlanjut ke Kabupaten Aceh Tamiang. Di wilayah yang sejak lama menjadi pintu masuk pergerakan manusia dari Sumatera Timur itu, tim mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, mulai dari vihara di Kecamatan Seruway, kawasan Kerajaan Karang di Kuala Simpang, hingga Pulau Tiga. Setiap lokasi menyimpan cerita tentang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat yang datang dari latar budaya berbeda dan kemudian membentuk wajah sosial Aceh Tamiang yang dikenal plural hingga saat ini.

Kawasan Pecinan di Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang

Penelusuran sejarah kemudian mengarah ke Kabupaten Aceh Timur. Di daerah ini, tim menelusuri jejak kehadiran etnis Arab melalui kawasan Tugu Monalisa dan lingkungan sekitarnya. Kehadiran para pendatang Arab pada masa lalu tidak hanya meninggalkan pengaruh dalam aktivitas perdagangan, tetapi juga turut memperkuat perkembangan peradaban Islam yang hingga kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Aceh.

Menurut Dr. Sumiyati, setiap situs, bangunan, dan kawasan yang ditelusuri menyimpan fragmen sejarah penting tentang perjalanan masyarakat di timur Aceh. Jejak-jejak tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman yang ada saat ini lahir dari proses panjang interaksi, adaptasi, dan akulturasi budaya yang berlangsung lintas generasi.

“Jejak-jejak migrasi etnis yang tersebar di berbagai wilayah ini merupakan bagian penting dari sejarah peradaban Aceh yang perlu didokumentasikan, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkapnya.

Melalui penelitian ini, tim berharap dapat merekonstruksi kembali narasi sejarah migrasi etnis di wilayah timur Aceh, sekaligus menghadirkan pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana berbagai komunitas pendatang dan masyarakat lokal bersama-sama membentuk mozaik peradaban yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Aceh saat ini.

Lebih dari sekadar penelitian akademik, penelusuran ini merupakan upaya merawat ingatan sejarah agar jejak-jejak peradaban yang tersimpan di sudut-sudut Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur tidak hilang ditelan zaman, melainkan tetap hidup sebagai warisan budaya yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Berita Terkait

Penuhi Hak Beribadah, Rutan Kelas IIB Tanjung Gandeng Kemenag Tabalong Gelar Kebaktian Nasrani
Perkuat Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Arahan Dirjenpas Secara Virtual
Optimalkan Pelaksanaan Tusi, Kalapas Bersama Jajaran Lapas Padangsidimpuan Ikuti Zoom Pengarahan Dirjenpas
Rutan Labuhan Deli Jadi Tuan Rumah Penguatan Tusi UPT Pemasyarakatan se-Sumut oleh Stafsus Menimipas
Dukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Medan Gelar Tes Urine Dan Razia Rutin
Perkuat Tugas dan Fungsi Pegawai, Lapas Perempuan Medan Ikuti Pengarahan Dirjen Pemasyarakatan Secara Virtual
Bapas Medan Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Melalui Zoom Meeting
Sidang TPP Remisi 2026, Bapas Palangka Raya Pastikan Kepentingan Terbaik bagi Anak Binaan Terpenuhi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:24 WIB

Perkuat Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Arahan Dirjenpas Secara Virtual

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:15 WIB

Optimalkan Pelaksanaan Tusi, Kalapas Bersama Jajaran Lapas Padangsidimpuan Ikuti Zoom Pengarahan Dirjenpas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:58 WIB

Rutan Labuhan Deli Jadi Tuan Rumah Penguatan Tusi UPT Pemasyarakatan se-Sumut oleh Stafsus Menimipas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:30 WIB

Dukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Medan Gelar Tes Urine Dan Razia Rutin

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:11 WIB

Bapas Medan Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Melalui Zoom Meeting

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:05 WIB

Sinergi TNI dan Pemasyarakatan, Karutan Labuhan Deli Hadiri Pembagian Tali Asih di Koramil Marelan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:40 WIB

Kontrol Keliling Blok Hunian, Lapas Pemuda Langkat Perkuat Pengawasan Dan Deteksi Dini Kamtib

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

PT PPK Perkuat Daya Saing Pelabuhan Belawan Lewat Pembangunan Jaringan Listrik Modern

Berita Terbaru