TLii | Sumut | Toba— Aktivitas bongkar‑muat ribuan karton Minyak merek Kita di pinggir Desa Silamosik II, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, pada Sabtu (31/10/2026) menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat. Lokasi tempat pemindahan barang tersebut bukan gudang maupun titik distribusi resmi yang diketahui publik, sementara pengemudi kendaraan tidak dapat menunjukkan dokumen kelengkapan barang secara meyakinkan saat dikonfirmasi awak media di lokasi.
Berdasarkan pantauan langsung, puluhan pekerja terlihat memindahkan sekitar 2.000 karton MinyaKita dari truk besar ke kendaraan bak terbuka. Pengemudi menyatakan barang berasal dari Sosa, Kabupaten Padang Lawas, namun tidak dapat menampilkan surat jalan, berita acara serah‑terima, maupun dokumen distribusi resmi. Karena itu muncul pertanyaan publik mengenai status barang tersebut: apakah komoditas bantuan pangan bersubsidi atau barang komersial biasa?
“Kami melihat ribuan karton dipindah‑mindah secara terburu‑buru. Kami bertanya asal‑usul dan surat jalan, namun tidak ada yang bisa menjelaskan secara resmi,” ujar sumber yang memantau lokasi.
Masyarakat dan awak media mendesak Aparat Penegak Hukum, Dinsos, Bulog, serta Dinas Perdagangan untuk turun melakukan verifikasi menyeluruh. Hal‑hal yang perlu dikonfirmasi antara lain status barang, asal‑usul barang, alasan lokasi bongkar‑muat, jalur distribusi resmi, serta identitas penerima akhir barang.
Apabila hasil verifikasi membuktikan adanya penyimpangan penyaluran bantuan pangan bersubsidi, publik berharap instansi berwenang mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang‑undangan. Sebaliknya, jika barang merupakan barang komersial yang memiliki dokumen lengkap, instansi terkait diharapkan memberikan penjelasan resmi agar keraguan masyarakat dapat terjawab.
(Tim)

































