Foto: Musyawaah Para Keuchik Dalam Wilayah Kemukiman Pagar Air, Jum’at (6/11/2026) Dok.TLii
TIMELINES iNEWS | ACEH BESAR — Menghadapi ancaman curah hujan berintensitas tinggi sepanjang November sesuai Prakiraan dan peringatan BMKG, delapan keuchik di wilayah Kemukiman Pagar Air, Kabupaten Aceh Besar, berinisiatif melakukan penanganan darurat drainase secara swadaya untuk mengantisipasi banjir dan genangan air di permukiman warga.
Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan dan musyawarah delapan gampong yang berlangsung di SMEA Premium, Jumat (6/11/2026), mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
Pertemuan yang dikemas dalam suasana ngopi bersama itu dihadiri lima keuchik, yakni Bineh Blang, Lubok Batee, Jurong Peujira, Meunasah Krueng, dan Santan. Sementara tiga keuchik lainnya, Pante, Meunasah Manyang, dan Tanjong, berhalangan hadir karena ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan.

Musyawarah menyepakati pelaksanaan pembersihan drainase utama yang berada di sepanjang jalur rel kereta api lama, mulai dari depan Polsek Ingin Jaya hingga sisi kanan depan Kantor Serambi Indonesia, pada Minggu (8/11/2026), pagi hingga selesai.
Keuchik Meunasah Krueng, Anmulya Rianto akan memfasilitasi alat berat jenis beko (Exsavatoto) milik Cucu Yahmu, Sultan Aywan PT Ayu Lestari.
Bantuan tersebut mencakup alat berat dan bahan bakar, sedangkan operator, konsumsi masyarakat yang bergotong royong, serta kebutuhan taktis lainnya ditanggung melalui dana patungan delapan gampong.
Pembersihan juga mencakup pembukaan gorong-gorong di simpang jalan utama menuju Gampong Bineh Blang Tepatnya di pertigaan Pasantren MUQ

Jufran Djohan, mengatakan genangan kerap terjadi setiap hujan deras, bahkan air mencapai di atas lutut orang dewasa di sejumlah ruas jalan utama.
Keuchik Bineh Blang, Jufran Djohan bersama Keuchik Meunasah Krueng, Anmulyadi Rianto, turut mengingatkan Hasil Pertemuan yang pernah mereka ikut bahwa proyek drainase tersebut pernah masuk prioritas kedua Musrenbang sekitar 2022, tetapi hingga kini belum terealisasi.
sementara Imum Mukim Pagar air, Drs. Salahuddin, M. Pd. Ditemui Awak media ditempat Terpisah Mengatakan, usulan normalisasi saluran mulai dari lubok Bate s.d Santan sudah diserahkan langsung kepada pak Wabup dan ketua DPRK Hari Selasa,(3/11/2026) di kantor DPRK Aceh besar saat RDP dengan beliau, semoga akan segera terwujud. ,”Ujar Salahuddin
“Setiap hujan berintensitas tinggi, meskipun hanya satu malam, genangan kembali terjadi akibat drainase tidak berfungsi normal dan tidak mampu menampung debit air,” ungkap para keuchik.
Para keuchik (Kepala Desa) juga sangat berharap Bantuan dari para Donatur , dan hingga kini sudah ada 2 donatur yang usaha atau aktivitas nya di wilayah kemukiman pagar air yg telah menyatakan siap utk membantu seiklas nya utk meringankan kan beban dari segi anggaran utk keperluan lain nya. ” Harap Para Keuchik di Forum Musyawarah tersebur.*[Yahbit]

































