Eksistensi Bus yang Kian Tergerus

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 7 April 2024 - 13:03 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

TIMESLINES INEWS>> Pandeglang – Di masa-masa jelang Lebaran Idulfitri, jalan di perkotaan seringkali dipenuhi dengan kesibukan. Tapi diantara hiruk-pikuknya persiapan untuk merayakan hari besar ini, ada satu suara yang terdengar berbeda; suara sopir bus.

Di balik kemudi dan diantara deretan kursi kosong, ada cerita yang jarang terdengar, cerita tentang kesunyian yang melanda bus mereka. Mengemudi melalui rute-rute yang biasanya ramai, namun hanya memiliki beberapa penumpang di dalamnya, adalah tantangan yang nyata bagi para pengemudi bus dewasa ini.

Salah satu diantaranya adalah Asnami, yang beberapa tahun belakangan, merasakan perubahan dramatis dalam pola penumpang saat lebaran mendekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga:

​Kisah Pak Yani, Mengayuh Becak Demi Keluarga

“Dulu, seminggu atau dua minggu sebelum lebaran, bus-bus tuh penuh sesak dengan penumpang yang membawa barang bawaan mereka untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman,” kata dia saat sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang.

Meski sudah memasuki musim mudik lebaran, tapi beberapa hari ini penumpangnya selalu sepi. Bahkan dia merasakan dari tahun ke tahun, penumpangnya semakin menjauh. Minibusnya yang mengambil jurusan Serang-Malingping, tidak lagi memikat penumpang untuk menaikinya.

“Sekarang walaupun sudah mulai pada mudik, tapi yang naik dari serang paling setengahnya. Transit di sini (Kadubanen) paling dapat dua, itu pun harus satu jam nunggunya,” ucap dia getir.

Asnami yang telah menjadi sopir bus selama lebih dari dua decade, menggambarkan bagaimana pola perjalanan masyarakat telah berubah seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi.

“Sekarang kan orang sudah bisa pakai online, kaya Grab atau GoCar. Terus di kampung juga rata-rata sudah punya mobil, jadi tinggal hubungi keluarga atau tetangga untuk jemput pakai mobil,” ujar dia.

Tidak hanya secara finansial, kesunyian di dalam bus juga memengaruhi emosi Asnami. Merasa sendirian di dalam bus yang sepi, bukanlah hal yang menyenangkan. Saat dia melintasi rute-rute yang biasanya ramai, tapi hanya melihat sedikit penumpang di dalam bus, rasanya seperti berada di dalam kubah kehampaan.

“Kadang di jalan masih liatin daerah yang dulunya banyak penumpang. Tapi sekarang mah ditungguin juga ga muncul,” kata Asnami sambil terkekeh.

Meskipun demikian Asnami tetap bersikap optimistis tentang masa depan transportasi publik, termasuk bus. Dia yakin bahwa suatu saat orang-orang akan kembali menggunakan transportasi publik seperti bus. Apalagi dia mendengar bahwa pemerintah akan memugar Terminal Kadubanen menjadi sebuah terminal yang modern, sehingga membawa angin segar akan keberlanjutan moda transportasi publik.

“Ya yakin aja sih masih ada penumpang. Pemerintah kan juga lagi memperbaiki sistem transportasinya yah, untuk mendorong masyarakat supaya naik transportasi publik,” ucap dia.

Suaranya mungkin hanya satu dari banyak suara sopir bus di seluruh negeri yang mengalami kesunyian di dalam bus jelang lebaran. Namun cerita Asnami memberikan kita wawasan yang berharga tentang perubahan dalam pola perjalanan Masyarakat, dan tantangan yang dihadapi oleh para pengemudi transportasi publik di tengah perubahan zaman.

Semoga dengan waktu, kesibukan kembali mengisi bus Asnami dan rekan-rekannya, dan senyum kembali terpancar di wajah para sopir bus seperti Asnami.

Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)
Bus Asnami yang sedang menunggu penumpang di Terminal Kadubanen, Pandeglang. (TIMESLINES INEWS/Heru Nurhadiyansyah)

Berita Terkait

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Transformasi Kinerja Pemasyarakatan, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong
Lapas Perempuan Pekanbaru Optimalkan Lahan, WBP Berhasil Panen Kacang Tanah Usia 3 Bulan
Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine
Mengenal Lebih Dekat Bapas Kelas I Medan, Bersama Melayani dan Mengabdi
Stasiun Belawan Catat 18.636 TEUs Peti Kemas, KAI Dorong Integrasi Kereta Api-Pelabuhan di Sumut

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB