Cucu Sultan Aceh: Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Berjasa Besar Membangun Negeri Aceh Darussalam 

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2024 - 17:28 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES INEWS>>Cucu Sultan Aceh Cut Putri yang juga Pemimpin Darud Donya Aceh mengatakan, bahwa Aceh telah dibangun oleh para Sultan yang berasal dari Dinasti Syarief.

 

“Disebut Dinasti Syarief, karena para Sultan Dinasti Syarief adalah keturunan dari seorang Syarief ulama besar yang diutus oleh Syarief Mekkah, pemimpin negeri Arab atau Haramain saat itu, untuk datang ke Kesultanan Aceh Darussalam”, terang Cut Putri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cucu Sultan Aceh: Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Berjasa Besar Membangun Negeri Aceh Darussalam

 

Setelah era kekuasaan Sultanah Kamalat Syah (1688-1699 M), maka naik tahta Sultan Badrul Alam Syarief Hasyim (1699-1701 M), kemudian naik tahta Sultan Syarief Mutakwi Bin Syarief Ibrahim, dikenal juga sebagai Sultan Perkasa Alam Syarief Lamtui (1701-1703 M). Kemudian setelah itu naiklah Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Johan Berdaulat (1703-1726 M).

 

Sultan Jamalul Alam Badrul Munir adalah Sultan ketiga dari Dinasti Syarief. Sultan Jamalul Alam Badrul Munir yang naik tahta (1703-1726 M) adalah salah satu Sultan Aceh yang paling berpengaruh.

 

Sultan Jamalul Alam naik tahta dalam situasi Aceh yang bergejolak, namun Sultan berhasil memakmurkan kembali Aceh, memperkuat hukum, dan menjayakan kembali Aceh Darussalam.

Cucu Sultan Aceh: Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Berjasa Besar Membangun Negeri Aceh Darussalam

“Manuskrip sejarah Aceh banyak menulis tentang peran Sultan Jamalul Alam, atau yang biasa disebut dalam lughah atau lidah orang Aceh dengan sebutan mulia Poteu Jeumaloy”, tutur Cut Putri.

 

Sultan Jamalul Alam atau Poteu Jeumaloy juga mengamandemen Kitab Induk Adat Istiadat Aceh, dan hal ini tercatat dalam kitab Mabain Wassalatin.

 

Dalam Mabain Wassaalatin tertulis ada 4 Sultan Aceh yang mengamandemen Kitab Induk Adat Istiadat Aceh yakni Sultan Sayyid Al Mukammil, Sultan Iskandar Muda, Sultanah Tajul Alam Safiatuddin Syah Berdaulat, dan Sultan Jamalul Alam Johan Berdaulat Zilullahi Fil Alam.

 

Sultan Jamalul Alam juga memerintahkan Orang Kaya Maharaja Lela Panglima Bandar dan Penghulu Keurukon Raja Setia Muda, untuk mencatat kembali khazanah dan silsilah para Raja Aceh terdahulu serta adat istiadat Aceh sebagai bagian melindungi sejarah Aceh.

 

Pada masa Sultan Jamalul Alam Badrul Munir banyak sekali pedagang luar yang datang ke Aceh, sehingga Aceh kaya raya saat itu. Sultan mengembalikan kejayaan perdagangan Aceh, dan mengikuti kembali Kitab Induk Konstitusi Kesultanan Aceh Darussalam Qanun Meukuta Alam seperti masa Sultan Iskandar Muda.

 

Sultan juga mempersiapkan armada militer yang kuat untuk merebut Malaka dari tangan Belanda. Tapi Belanda yang ketakutan kemudian memilih berdamai dengan Aceh, sehingga Sultan tidak jadi menyerang Malaka.

 

Dalam hikayat Aceh, Sultan Jamalul Alam atau Poteu Jeumaloy dihormati sebagai sultan yang aulia dan shalih. Sultan Jamalul Alam juga terkenal bijaksana dalam memimpin Aceh Darussalam.

 

Perkataan beliau yang terkenal dalam sejarah Aceh adalah :

Tanda Iseulam Tulong Mulong

Ureung Gampong mandum Syeedara

Alang ta tulong teulangsong ta cok

Meunankeuh nyang get ta meusyeedaraa

 

(Tanda orang Islam adalah saling tolong menolong

Orang gampong semuanya adalah saudara

Orang yang kesulitan langsung diberikan bantuan

Demikianlah baik kita bersaudara).

 

Sultan Jamalul Alam atau Poteu Jeumaloy juga terkenal karena kedermawanannya dalam membantu rakyat. Kehidupan Rakyat Aceh sangat senang dan makmur saat itu. Bahkan dalam hikayat, Sultan pernah membantu para Ulebalang dan rakyat Aceh dengan hadiah bergunca-gunca emas.

 

Sikap kedermawanan ini ditunjukkan kembali pada masa Perang Aceh Belanda. Pada Tanggal 10 Maret 1873 M anak cucu keluarga keturunan dari Sultan Alaiddin Jamalul Alam Badrul Munir menyumbang 12 Kilogram emas, untuk membantu belanja peperangan Kesultanan Aceh Darussalam melawan Belanda.

 

“Dalam perang Aceh 1874 M, Belanda membuat peta wilayah Istana Darud Donya Aceh, salah satunya adalah lokasi makam Sultan Jamalul Alam. Makam Sultan Jamalul Alam berada di kawasan yang dikenal sebagai Tanah Waqaf Lampoh Teubee Poteu Jeumaloy. Seiring waktu kawasan itu dikenal sebagai Taman Poteu Jeumaloy”, terang Cucu Sultan Aceh.

 

“Dalam manuskrip tercatat luas Tanah Waqaf tersebut adalah 390 langkah x 100 depa. Dalam manuskrip lain yang disimpan juga tercatat detil beberapa tanah waqaf kesultanan, termasuk yang diperuntukkan khusus untuk kebutuhan kemaslahatan Masjid Raya Baiturrahman yang berada dalam kawasan Istana Darud Donya Aceh”, lanjut Pemimpin Darud Donya Aceh.

 

Kemudian kini di zaman modern lama kelamaan kawasan Tanah Waqaf Lampoh Teubee Poteu Jeumaloy atau Taman Poteu Jeumaloy berubah menjadi penuh bangunan, sehingga makam Sultan Jamalul Alam kini terjepit bangunan dan berada dalam lorong sempit.

 

Bahkan kini beberapa situs makam di kompleks itu, termasuk makam salah satu Sultan Aceh Dinasti Syarief telah dicabut nisannya dan makamnya disemen di dalam lantai salah satu bangunan, di atas makam Sultan Aceh itu kemudian dijadikan tungku pembakaran untuk memasak bakso.

 

“Perlu langkah bijaksana semua pihak untuk menyelamatkan dan memulihkan kawasan bersejarah Tanah Waqaf Taman Poteu Jamaloy, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” tegas Pemimpin Darud Donya Aceh.

Berita Terkait

Robinson Perangin Angin Resmi Jabat Kalapas Narkotika Langkat, Gantikan Yan Patmos
Momentum Penyegaran Organisasi, Kakanwil Sumut Lantik Jajaran Pejabat
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan, Rotasi dan Promosi Perkuat Kinerja Lapas Perempuan Medan
Sinergi BUMN: PLN dan PTPN I Regional 1 Pastikan Ketersediaan Lahan untuk Infrastruktur Listrik
Olahraga untuk Sinergi, Rutan Tanjung Pura Wujudkan Semangat Kemerdekaan Lewat Futsal Antarpegawai
Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Koordinasi dengan BPBD Kota Samarinda
Dukung Reintegrasi Sosial, PK Bapas Palangka Raya Ambil Data Litmas untuk Usulan Program Integrasi WBP
Theo Adrianus: Semangat Kemerdekaan Diwujudkan dengan Kepedulian dan Berbagi

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:48 WIB

Gigih Bertanding, Pegawai Lapaas Narkotika Samarinda Naik Podium Juara II Bulu tangkis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Meriahkan HUT RI Ke-81, Lapas Narkotika Samarinda Raih Juara 3 Lomba Tenis Meja Antar-UPT Pemasyarakatan Kaltim

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:10 WIB

Semarakkan HUT RI, Lapas Narkotika Samarinda Raih Juara 1 Perlombaan Catur Antar-UPT Pemasyarakatan Kaltim

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:40 WIB

111 PNS Resmi Dilantik, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS di Lingkungan Ditjenpas Kaltim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Tuntaskan Praktik Lapangan, Tiga Taruna Terima Pesan Pengabdian dari Kalapas Narkotika Samarinda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Peduli Kemanusiaan, Petugas Lapas Narkotika Samarinda Ikut Sukseskan Donor Darah dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Budayakan Lingkungan Bersih, Petugas Keamanan Lapas Narkotika Samarinda Berikan Sosialisasi Pengelolaan Sampah

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:14 WIB

Penuhi Hak Dasar Warga Binaan, Lapas Narkotika Samarinda Bagikan Pakaian dan Peralatan Mandi

Berita Terbaru