Bupati Aceh Tenggara Panggil Kepala SMPN 8 Lawe Sigala-gala, Bahas Kekurangan Sarana dan Prasarana Sekolah

REDAKSI 1

- Redaksi

Rabu, 26 Februari 2025 - 19:08 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Kutacane, 26 Februari 2025 – Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, SE, MM, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di daerah terpencil dengan mengambil langkah cepat untuk menangani permasalahan sarana dan prasarana di SMPN 8 Lawe Sigala-gala. Meskipun sedang berada di Magelang, Provinsi Jawa Tengah, dalam rangka mengikuti retret yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Akademi Militer (Akmil), ia langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Aceh Tenggara untuk segera memanggil kepala sekolah guna membahas persoalan tersebut.

“Atas perintah Pak Bupati melalui sambungan seluler, saya sudah memanggil langsung Kepala SMPN 8 Lawe Sigala-gala hari ini,” ujar Kadisdik Aceh Tenggara, Julkifli, S.Pd, M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/2). Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala SMPN 8 Lawe Sigala-gala, Abd Sani, S.Pd, M.Si, untuk membahas kebutuhan sekolah yang masih sangat terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi SMPN 8 Lawe Sigala-gala dan Rencana Pembangunan

SMPN 8 Lawe Sigala-gala merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama yang melayani pendidikan bagi anak-anak di Desa Bunbun Alas, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala utama bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Kadisdik menjelaskan bahwa untuk meningkatkan fasilitas sekolah, pemerintah daerah telah merencanakan beberapa pembangunan dalam dua tahun ke depan. Pada tahun 2025, akan dibangun mess guru dengan tiga ruang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para tenaga pengajar yang harus mengajar di daerah terpencil dengan akses jalan yang sulit.

Selain itu, pihak sekolah juga telah membeli tiang bendera yang sebelumnya tidak tersedia. Namun, pemasangan tiang bendera masih tertunda akibat cuaca buruk dan medan jalan yang sulit dilalui. Kadisdik memastikan bahwa tiang bendera tersebut akan segera dipasang begitu kondisi memungkinkan.

Sementara itu, fasilitas sanitasi di sekolah juga masih menjadi perhatian utama. WC yang ada saat ini mengalami kendala dalam penyediaan air karena lokasi yang jauh dari sumber air. Oleh karena itu, pembangunan WC baru direncanakan pada tahun anggaran 2026. Selain itu, ruang kelas belajar yang sudah ada akan direhabilitasi agar lebih layak digunakan, dan pembangunan ruang perpustakaan juga telah direncanakan untuk tahun 2025.

Saat ini, SMPN 8 Lawe Sigala-gala memiliki total 35 siswa dengan tenaga pengajar yang terdiri dari 4 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), 3 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan 5 guru honorer. Meskipun dengan jumlah tenaga pengajar yang terbatas dan kondisi infrastruktur yang belum memadai, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar.

Perjuangan Guru di Daerah Terpencil

Kondisi geografis SMPN 8 Lawe Sigala-gala yang terletak di pedalaman Aceh Tenggara menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan siswa. Medan jalan yang sulit, terutama saat musim hujan, membuat perjalanan menuju sekolah menjadi perjuangan yang tidak mudah.

Para tenaga pendidik harus melewati jalan berlumpur dengan sepeda motor, bahkan terkadang harus berjalan kaki karena kendaraan tidak bisa melintas. Jalan menuju sekolah sering kali berubah menjadi kubangan lumpur, seperti medan yang biasa dilewati oleh kerbau, sehingga menyulitkan mobilitas para guru. Namun, semangat mereka untuk mencerdaskan anak-anak di pedalaman tidak pernah surut.

Kepala SMPN 8 Lawe Sigala-gala, Abd Sani, S.Pd, M.Si, mengungkapkan bahwa pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kenyamanan belajar bagi siswa. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pengecatan gedung sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Saat ini gedung sekolah sudah dicat menggunakan dana BOS agar lingkungan belajar lebih nyaman dan rapi,” ujarnya.

Meskipun dengan keterbatasan yang ada, semangat para guru di SMPN 8 Lawe Sigala-gala untuk mencerdaskan anak bangsa tidak pernah pudar. Mereka tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, bahkan harus menghadapi tantangan berat dalam perjalanan menuju sekolah setiap hari.

Dukungan Pemerintah dan Harapan Masa Depan

Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Kecamatan Leuser. Dengan adanya perencanaan pembangunan infrastruktur sekolah yang lebih baik, diharapkan para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan berkualitas.

Selain itu, ia juga berharap agar tenaga pengajar di daerah tersebut mendapatkan perhatian lebih, baik dari segi kesejahteraan maupun sarana pendukung agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik.

“Saya akan terus mengawal pembangunan fasilitas sekolah di daerah-daerah terpencil agar para siswa mendapatkan pendidikan yang layak, dan para guru bisa mengajar dengan nyaman,” tegas Bupati Aceh Tenggara.

Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan sarana sekolah, diharapkan SMPN 8 Lawe Sigala-gala dapat terus berkembang dan memberikan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda di pedalaman Aceh Tenggara. Namun, tantangan akses jalan yang sulit tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, agar perjalanan menuju sekolah tidak lagi menjadi hambatan bagi para guru dan siswa.

Kesimpulan

Kisah perjuangan para guru dan siswa di SMPN 8 Lawe Sigala-gala menjadi cerminan betapa pentingnya pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri. Dengan berbagai kendala yang ada, baik pemerintah daerah maupun tenaga pendidik tetap berupaya keras agar anak-anak di daerah terpencil tetap mendapatkan hak mereka untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Ke depan, diharapkan pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan dapat terealisasi dengan baik, sehingga kondisi sekolah semakin membaik dan proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal. Pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan diharapkan terus bersinergi demi masa depan pendidikan yang lebih cerah bagi anak-anak di pedalaman Aceh Tenggara.

(Reporter: [Red] | Editor: [KangZuna])

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Wagub Fadhlullah Soroti Pentingnya Pembelajaran Mendalam
Sempat Melawan Pakai Gunting, Pengedar Sabu Diringkus Polisi di Kebun Sawit Raya Kahean
Kapolres Aceh Selatan Terima Penghargaan IKPA
Sinergi Pusat dan Daerah, Ketua PW IWO Aceh Temui Sekjen PP IWO di Jakarta
Polseķ Siantar Utara Cek TKP Gantung Diri
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pelaku Jambret di Desa Aek Horsik
Brimob Polda Sumut Perkuat Patroli Skala Besar di Belawan, Situasi Kamtibmas Kondusif
TMMD 128 Kodim 0104/Atim : Menghidupkan Kembali Asa di Pelosok Negeri

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 14:01 WIB

Hardiknas 2026, Wagub Fadhlullah Soroti Pentingnya Pembelajaran Mendalam

Senin, 4 Mei 2026 - 11:43 WIB

Sempat Melawan Pakai Gunting, Pengedar Sabu Diringkus Polisi di Kebun Sawit Raya Kahean

Senin, 4 Mei 2026 - 10:38 WIB

Kapolres Aceh Selatan Terima Penghargaan IKPA

Senin, 4 Mei 2026 - 10:06 WIB

Sinergi Pusat dan Daerah, Ketua PW IWO Aceh Temui Sekjen PP IWO di Jakarta

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:34 WIB

Polres Tapanuli Tengah Ringkus Dua Pelaku Jambret di Desa Aek Horsik

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:40 WIB

Brimob Polda Sumut Perkuat Patroli Skala Besar di Belawan, Situasi Kamtibmas Kondusif

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:04 WIB

TMMD 128 Kodim 0104/Atim : Menghidupkan Kembali Asa di Pelosok Negeri

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:28 WIB

Car Free Day Pemerintah Kota Langsa Sekaligus Peringatan May Day 2026

Berita Terbaru

ACEH

Kapolres Aceh Selatan Terima Penghargaan IKPA

Senin, 4 Mei 2026 - 10:38 WIB