38 Anak Binaan Kembali ke Keluarga pada Peringatan Hari Anak Nasional 2025

RULI SISWEMI

- Redaksi

Rabu, 23 Juli 2025 - 19:45 WIB

50177 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | LAPAS KLS IIA  PANCUR BATU

23/07/2025

TIMELINES INEWS INVESTIGASI Jakarta, 23 Juli 2025 Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan Pengurangan Masa Pidana (PMP) kepada 1.310 Anak Binaan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 Anak Binaan dinyatakan langsung bebas usai menerima PMP HAN II, sedangkan 1.272 Anak Binaan lainnya tetap melanjutkan pembinaan setelah mendapatkan PMP HAN I.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemberian PMP ini merupakan bentuk apresiasi negara atas kepatuhan dan perubahan perilaku positif Anak Binaan selama menjalani pembinaan. Pada kategori PMP HAN I, rincian pengurangan masa pidana adalah sebagai berikut:

1 bulan: 938 Anak Binaan
2 bulan: 174 Anak Binaan
3 bulan: 143 Anak Binaan
4 bulan: 17 Anak Binaan

Sementara itu, PMP HAN II diberikan kepada:

1 bulan: 23 Anak Binaan
2 bulan: 8 Anak Binaan
3 bulan: 7 Anak Binaan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa PMP merupakan salah satu strategi pemasyarakatan yang mendorong Anak Binaan untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih baik. “PMP merupakan wujud nyata dari sikap negara sebagai penghargaan kepada Anak Binaan yang telah berbuat baik dan memperbaiki diri. Ini menjadi indikator bahwa mereka menaati peraturan dan mengikuti program pembinaan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Agus menyampaikan bahwa pemberian PMP juga membawa dampak positif dalam aspek psikologis, sosial, dan ekonomi. Selain meningkatkan motivasi dan memperkuat hubungan keluarga, program ini juga berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp939.930.000,00 dalam bentuk efisiensi biaya makan.

Menteri Agus menggarisbawahi bahwa fokus pembinaan Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) adalah pendidikan dan peningkatan keterampilan. Anak-anak diberikan kesempatan mengikuti pendidikan formal (SD, SMP, SMA), pendidikan informal (Paket A, B, C), hingga pelatihan pengembangan bakat dan keahlian.

“Kami bangga karena tidak sedikit Anak Binaan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berhasil mendapatkan pekerjaan bergengsi. Ini bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan bertujuan membentuk generasi tangguh, intelektual, dan mandiri. Mereka tetaplah bagian dari generasi emas Indonesia,” tambahnya.

Tahun ini, penerima PMP HAN terbanyak berasal dari:

Sumatera Utara: 163 Anak Binaan
Jawa Timur: 132 Anak Binaan
Jawa Barat: 97 Anak Binaan

Menutup pernyataannya, Menteri Agus menyampaikan pesan kepada Anak Binaan penerima PMP agar menjadikan kesempatan ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. “Jadilah insan yang taat hukum, berakhlak mulia, dan berguna bagi pembangunan bangsa,” pesannya.

Pemberian PMP ini sejalan dengan pendekatan rehabilitatif yang menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Republik Indonesia

(***)

Berita Terkait

Pelindo Dorong Sinergi Lintas Fungsi dan Kapabilitas Berorientasi Pelanggan Perkuat Daya Saing dan Ekosistem Logistik Nasional
Ka KPLP Sepriana Putri dan Kasi Binadik Irma Syafitri Wakili Lapas Perempuan Medan di Rakornas BNPT
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan
Bapas Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan UNPAB, Dukung Pengembangan Kompetensi Mahasiswa melalui Program Magang
Bapas Palangka Raya Perkuat Kemitraan dengan Forum Pemuda Dayak Kalteng Kembangkan Potensi Kearifan Lokal
Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) 

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Bapas Medan Gelar Sidang TPP, 54 Warga Binaan Diusulkan Ikuti Program Reintegrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Koalisi Aktivis Tanjungbalai Bersatu Gelar Aksi,,KECEWA,, Kasatres Tak Kunjung Hadir

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Hendi Kurniawan Resmi Dilantik GPA Tanjungbalai,Tidak Mau Jadi Penonton,Kami Mau Jadi Penggerak Tanjungbalai EMAS

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Dirut PMT Rudi Susanto Sebut Kinerja Arus Barang Indikator Distribusi dan Peluang Tingkatkan Kualitas Layanan Logistik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Polres Asahan Dan BNNK Gelar Operasi Sarang Narkoba Di Bagan Asahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Pemuda Daerah Gerakan Pemuda Al washliyah Berbagi Masker Peduli Sesama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Walikota Tanjungbalai Meninjau Langsung Rumah Sakit Abdul Jalil Meliala

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Dinas Perhubungan kota Tanjungbalai Tertibkan Angkutan Umum

Berita Terbaru