TLii | SUMUT | LAPAS KLS 1 MEDAN
22/08/2025
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan bersama Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia menyambut kunjungan Dewan Pengembangan Pendidikan Moral Asia Tenggara yang diwakili empat negara sahabat, yakni Malaysia oleh Mr. Lee Kam Wah, Singapura oleh Ms. Ting Yen, Filipina oleh Mr. Jose Ong, dan Brunei Darussalam oleh Ms. Lin Moi Eng. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, (22/8/2025).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Lapas Kelas I Medan dan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan moral dan pembinaan karakter, khususnya di lingkungan pemasyarakatan. Delegasi disambut hangat melalui rangkaian kegiatan yang menampilkan program pembinaan di Lapas, mulai dari seni, budaya, hingga keterampilan warga binaan.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas I Medan Herry Suhasmin yang diwakili oleh Kabid Pembinaan, Ismadi, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan. “Pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan moral dan etika sebagai pondasi kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, Ibu Erina Wongso, menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung program pembinaan moral di Lapas. “Kami percaya bahwa melalui pendidikan moral, warga binaan dapat memperbaiki diri dan memiliki bekal kuat untuk menatap masa depan yang lebih baik,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, turut dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas I Medan dan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia. Perjanjian ini menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembinaan moralitas dan penguatan karakter bagi warga binaan, dengan harapan dapat menciptakan sistem pembinaan yang lebih humanis, berdaya guna, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menandai langkah strategis Lapas Kelas I Medan dalam memperluas kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan berintegritas, Tegasnya.
(***)

































