Bimtek Desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara Berpotensi Besar Rugikan Keuangan Desa: Minimnya Pengawasan dari APH di duga jadi Penyebab.

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 24 September 2024 - 19:42 WIB

50173 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | Padang Lawas Utara – Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) desa se-Kabupaten Padang Lawas Utara saat sedang berlangsung di enam (6) Hotel Berkelas, dengan lima (5) pihak penyelenggara. Enam tema kegitan disajikan oleh pihak penyelenggara, seperti di Hotel Green Garden Berastagi, mengusung tema, “Pelatihan Manajemen Kepemimpinan”. Hotel Danau Toba Cottage Parapat, dilaksanakan oleh Pusat Managemen Pelatihan Putra dan Putri. De Paris Hotel Kota Medan dilaksanakan oleh Lembaga Pusat Pelatihan dan Pendidikan Yayasan Peduli Pembaharuan Indonesia, dengan Tema “Pelatihan Bimbingan Teknis Tentang Manajemen Usaha Untuk Desa”. Sedangkan di Hotel Madani Kota Medan dilaksanakan oleh Yayasan Sumber Inovasi Pendidikan Nusantara, mengusung tema, “Pelatiham dan Pembelajaran Kader Pembangunan Manusia”.

Kemudian di Hotel Danau Toba Internasional dilaksanakan oleh Pusat Pelatihan Nirbana Nusantara, dengan mengusung tema, “Desa Tangguh Bencana dan Penguatan Ekonomi Desa”. Grand Orri Hotel & Convention, Jl Jamin Ginting Lau Gumba, Sempajaya Berastagi, Karo, dilaksanakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja UMAY dengan mengusung tema, “Pelatihan dan Pengelolaan Lahan Untuk Ketahanan Pangan.”Pelaksanaan kegiatan yang di jadwalkan berlangsung selama lima hari empat malam tersebut menuai banyak kritik dan perhatian serius dari masyarakat luas. Setiap peserta diwajibkan membayar biaya sebesar Rp10 juta, yang menimbulkan dugaan adanya penyimpangan dana. Dari undangan yang beredar dan dari berbagai sumber setiap desa mengirimkan 6 peserta. Menurut data statistik, jumlah desa yang ada di Kabupaten Padang Lawas Utara tercatat sebanyak 386 Desa. Jika setiap Desa mengirimkan 6 pesertanya seuai undangan yang beredar, maka setiap desa harus mengeluarkan Kocek sebesar 60 juta. Puluhan miliar uang desa dipastikan masuk ke kantong pihak penyelenggara dan para pejabat dibelakangnya.

Dugaan Penyimpangan dana dan legalitas Kelembagaan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari beberapa sumber yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan bahwa registrasi peserta dilakukan dengan cara mentrasfer, ada yang masuk kerekening lembaga, ada yang mentransfer langsung kerekening pribadi pihak penyelenggara, serta ada yang melalui setor tunai pada saat registrasi di tempat. Tentunya dapat diindikasikan untuk menghindari dari pembayaran  pajak ke negara dan semakin menguatkan dugaan bahwa legalitas ke lembagaan sangat diragukan alias tidak valid.

legalilats kelembagaan diduga fiktif

Hal ini tentunya semakin memunculkan dugaan adanya manipulasi legalitas kelembagaan dan aliran dana yang tidak transparan. Tim coba meminta bukti transfer, maupun tanda terima setor tunai pada nara sumber, “Enggak berani kami bang memberikannya, nanti kami yang disalahkan”. Ujar salah satu sumber yang minta agar namanya tidak dicantumkan.

Kejagung dengan Program Kawal Dana Desa: Simbolis Atau Efektif?

Kejaksaan Agung (Kejagung) selama ini memiliki tugas penting dalam mengawal dan mengawasi penggunaan dana desa yang bertujuan untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Namun, banyak pihak mempertanyakan efektivitas pengawasan tersebut. Sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) untuk desa menjadi sorotan, mulai dari permasalah izin penyelenggara hingga manfaat nyata dari bimtek itu sendiri bagi masyarakat desa.

foto ilustrasi

Simbolis Tanpa Pengawasan Ketat

Pernyataan bahwa pengawasan dari Kejaksaan Agung terhadap dana desa hanya sebatas simbolis mengemuka ditengah banyaknya kasus yang belum terselesaikan. Meski telah ada komitmen dari pemerintah pusat untuk memperketat pengawasan. Pelaksanaan dilapangan justru sebaliknya, minimnya pengawasan yang ketat membuka ruang bagi terjadinya penyimpangan.

Tuntutan Masyarakat terhadap Mabes Polri, Kejagung dan DJP

Masyarakat berharap agar Presiden Republik Indonesia Joko widodo memerintahkan Mabes Polri bersama Kejagung dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) segera bertindak dengan memanggil para pelaksana kegiatan bimtek, Kepala Dinas, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Padang Lawas Utara dan Ketua Apdesi Kabupaten Padang Lawas Utara serta unsur-unsur yang di duga terlibat di kegiatan tersebut. Aparat penegak hukum dan DJP diminta mengusut legalitas kelembagaan kegiatan ini, serta mengecek apakah pajak penghasilan dari beberapa kali kegiatan kegiatan dengan pemain yang sama namun nama ke lembagaan selalu berganti-ganti tersebut pernah melaporkan pajak ke negara? Pemalsuan legalitas dan penggelapan pajak dinilai berpotensi merugikan negara, dan masyarakat berharap kasus ini dapat diusut tuntas.

ilustrasi pejabat korupsi

“Ini bukan hanya masalah kegiatan yang tidak sesuai tujuan, tetapi juga penyalahgunaan dana yang bisa merugikan negara. Kami berharap aparat serius menyelidiki dugaan pelanggaran ini,” ujar seorang warga yang turut prihatin.Kegiatan bimtek ini diduga terorganisir secara masif dan sistematis, dengan potensi besar merugikan keuangan desa. Jika terbukti terjadi penggelapan pajak dan pemalsuan legalitas, para pelaku terancam dikenai sanksi pidana yang berat. //H²Mc

Berita Terkait

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan
Bapas Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan UNPAB, Dukung Pengembangan Kompetensi Mahasiswa melalui Program Magang
Bapas Palangka Raya Perkuat Kemitraan dengan Forum Pemuda Dayak Kalteng Kembangkan Potensi Kearifan Lokal
Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) 
Apel Pagi Senin, Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Solidaritas dan Keteladanan Pegawai
Sidang TPP Dipimpin Ketua TPP Dihadiri Kanwil Ditjenpas Riau Bapas dan Keluarga Penjamin via Zoom

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Narkotika Samarinda Kobarkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Primkopasindo Salurkan Bantuan Beras kepada Keluarga Warga Binaan Lapas Narkotika Samarinda

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Gelar Pengenalan Wahana Sarana Asimilasi dan Edukasi di Area SAE

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Wujud nyata kepedulian sosial, lapas narkotika samarinda sambangi masyarakat melalui program jum”at berkah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Perkuat Fungsi Pengamanan dan Integritas, Dirpatnal Ditjenpas Berikan Penguatan di Lapas Narkotika Samarinda

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Kembali Gelar Pesantren Kilat Tanaman kan Nilai Akhalak Dan Hadist Bagi Warga Binaan.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:15 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Hadirkan Pembinaan Positif Berkelanjutan Dukung Kesehatan dan Pembentukan Perilaku Baik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Deteksi Dini Gangguan Keamanan, Lapas Narkotika Samarinda Laksanakan Rolling dan Pemeriksaan Gembok Pengamanan

Berita Terbaru

Oplus_131072

KALIMANTAN SELATAN

Rutan Tanjung Ikuti Donor Darah Dalam Rangkaian HUT ke-81 Korps Brimob Polri

Kamis, 29 Okt 2026 - 01:25 WIB