CUBO, HASAN BASRI, RASISME DAN NEPOTISME. SEBUAH KESADARAN & KECEMBURUAN

RAMAZANI

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024 - 10:15 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|ACEH|PIDI JAYA – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024, Kabupaten Pidie Jaya viral di jagat maya, hal ini tak lepas dari beredarnya video orasi politik Hasan Basri, ST., MM, salah seorang calon Wakil Bupati yang ikut berkompetisi di ajang Pilkada daerah itu.

Dalam tiga hari terakhir terlihat video orasi politik Hasan Basri, ST., MM tersebut beredar secara massif, berikut comment maupun argumen yang menyulut pro dan kontra ditengah – tengah masyarakat Pidie Jaya yang akan menyelenggarakan perhelatan demokrasi pada 27 November 2024 secara serentak bersama daerah – daerah lain di Indonesia.

“ Awak Cubo uroe jeh moto PMTOH hana jituri, uroe njoe Awak Cubo dum mat pimpinan. Lagee Awak Meureudu dan Awak Meurah Dua hana carong, peudahai tanjoe pendidikan S3 dum, njang duek pimpinan ka paket C “

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian inti kalimat Hasan Basri, ST., MM dalam orasi politiknya yang berujung pada pelaporan terhadap dirinya ke Polres dan Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Pidie Jaya. Hasan Basri, ST., MM diduga melanggar ketentuan Pasal 310 KUHP dan Pasal 45 A ayat (2) Undang-undang No. 1 Tahun 2024 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 156 KUHAP.

Akan tetapi jauh sebelum pelaporan atas dirinya terjadi, Hasan Basri, ST., MM dengan semangat kesatuan, kebersamaan, perubahan dan kemajuan Pidie Jaya, dirinya telah melakukan klarifikasi dan permohonan maaf kepada masyarakat Kemukiman Cobo khususnya, video itupun viral di kalangan masyarakat Pidie Jaya dengan apresiasi positif terhadap diri Hasan Basri, ST., MM maupun dalam kedudukannya sebagai calon Wakil Bupati Pidie Jaya No. Urut 1 yang akan dipilih rakyat dalam Pilkada nanti.

“ Assalamualaikum Wr Wb, pertama sekali Saya mohon maaf, Saya Hasan Basri, ingin mengklarifikasi terkait beredarnya video dimana dapat Saya jelaskan bahwa sebenarnya dalam video tersebut Saya sedang memberikan motivasi bagi pendukung Saya tanpa bermaksud menyudutkan salah satu Desa di Kecamatan Bandar Baru. Saya sedang memacu semangat relawan untuk maju, sekali lagi Saya nyatakan bahwa Saya tidak memiliki maksud menyudutkan, apalagi tendensius terhadap salah satu Desa. 222 Desa dalam Kabupaten Pidie Jaya adalah sama, tanpa adanya perbedaan, Saya berharap agar kita bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu sehingga dapat terganggu stabilitas pesta demokrasi di Pidie Jaya. Sekali lagi, Saya mohon maaf jika video yang beredar telah menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat Pidie Jaya “ Demikian penggalan kalimat klarifikasi dan permohonan maaf Hasan Basri, ST., MM.

Apa yang disampaikan Hasan Basri, ST., MM di hadapan massa pendukungnya terkesan rasis terhadap kelompok masyarakat Cubo. Akan tetapi, hakikatnya tidak, apa yang disampaikan Hasan Basri, ST., MM dalam orasi politiknya merupakan kesadaran kolektif masyarakat Pidie Jaya tentang kecemburuan sosial dalam mengisi formasi jabatan di pemerintahan, hanya saja mereka tidak berani “ speak up “, ucapan Hasan Basri, ST., MM dapat dimengerti mewakili unek-unek masyarakat Pidie Jaya di berbagai wilayah pada umumnya.

Realitas ini dapat terlihat secara vulgar dalam 10 Tahun terakhir dimana sejak pasangan H. Aiyub Abbas – H. Said Mulyadi, SE., MM (ASLI) menjabat Bupati / Wakil Bupati jilid Pertama dan berlanjut ke jilid Dua dan bahkan hingga saat ini masih terjadi dimana formasi jabatan strategis dalam pemerintahan Pidie Jaya umumnya diisi oleh pejabat dari Kemukiman Cubo, mulai dari Bupati, Penjabat Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pidie Jaya, Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Camat, dan pejabat struktural lainnya pada sejumlah Dinas dan Instansi pemerintahan di Kabupaten Pidie Jaya.

Realitas tersebut tentunya menimbulkan kecemburuan sosial, hal ini karena putra-putri terbaik Pidie Jaya tidak hanya di Kemukiman Cubo, namun juga terdapat di berbagai Desa, Kemukiman dan Kecamatan lainnya dimana mereka juga memiliki kemampuan, pengalaman dan pendidikan yang tinggi, mereka ingin sekali mengabdi untuk tanah kelahirannya, namun mereka tidak memiliki kesempatan yang sama layaknya masyarakat Kemukiman Cubo, karena mereka bukan dari kalangan masyarakat Cubo. Cubo sendiri merupakan salah satu Kemukiman yang terdapat dalam Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Semoga Kabupaten Pidie Jaya tetap baik-baik saja dan dapat melaksanakan pesta demokrasi yang segera digelar sesaat lagi, siapapun yang terpilih nanti adalah kehendak ilahi, rakyat setelah berusaha tentunya harus meridhai, semoga ke depannya seluruh masyarakat Pidie Jaya mendapatkan hak yang sama sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial lagi.

Wa Allahu A’lam Bishshawab..

Penulis Adalah Pengacara dan Pemerhati Sosial Politik.

Oleh : Ilyas Ibrahim, SHI  .(sin).

Berita Terkait

Menyusuri Jejak Migrasi Etnis, Mengungkap Mozaik Sejarah Wilayah Timur Aceh
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Agara Himbau Kurangi Penggunaan Plastik.  
Mengubah Pelayanan Menjadi Kepercayaan, Lapas Binjai Raih Predikat Baik
Pengajian Rutin Yasinan, Lapas Binjai Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Lapas Perempuan Medan Ikuti Konsolidasi Penguatan Komitmen Pelayanan Publik
Karutan Raymon Andika Girsang Rutan Tanjung Terus Implementasikan Layanan Prima Berorientasi Masyarakat
Yudi Suseno Pamit, Jalu Yuswa Panjang Resmi Jabat Kakanwil Ditjenpas Sumut
PWP Patra Niaga Sumbagut Kunjungi Lapas Perempuan Medan, Salurkan Bibit Lele & Hidroponik untuk Bekal WBP

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:37 WIB

Upacara Rutin Senin, Rutan Tanjung Perkuat Disiplin & Cinta Tanah Air Bersama WBP

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:45 WIB

Rutan Tanjung Periksa Blok Hunian Hingga Tembok Keliling, Komitmen Jaga Kamtib Optimal

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:11 WIB

Rutan Tanjung Sosialisasikan Pencegahan Gratifikasi dan Pungli kepada Warga Binaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:53 WIB

Rutan Tanjung Gandeng Dinkes Tabalong Sosialisasikan Pencegahan Hantavirus kepada Warga Binaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:08 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung & DKPPP Tabalong Siapkan Pelatihan Pertanian-Perikanan untuk Bekal WBP Pasca Bebas

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:46 WIB

Program Pembinaan Produktif, Rutan Kelas IIB Tanjung Manfaatkan Lahan untuk Ketahanan Pangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:35 WIB

Rutan Tanjung Komitmen Penuhi Hak Dasar WBP Lewat Program Berjemur Pagi Rutin

Senin, 1 Juni 2026 - 23:57 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang: Pancasila Bintang Penuntun, Rutan Tanjung Perkuat Komitmen Kebangsaan

Berita Terbaru