Warga Binaan Tampilkan Karya Terbaik di Indonesia IPPAFest 2025: Panggung Harapan dan Kreativitas

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025 - 16:14 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | Jakarta – Lapangan Banteng menjadi pusat perhatian publik nasional dengan digelarnya Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025 pada 21 hingga 24 April 2025. Festival ini menampilkan berbagai karya terbaik Warga Binaan dari seluruh Indonesia, mulai dari pertunjukan seni, kuliner, fesyen, hingga produk UMKM.

Mengusung tema “Creation Beyond the Bars”, IPPAFest merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61, yang jatuh pada 27 April 2025. Kegiatan ini sejalan dengan tema besar HBP tahun ini: “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”, dan menjadi implementasi langsung dari Asta Cita Presiden RI serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

Dalam sambutannya saat membuka acara, Menteri Imipas Agus Andrianto menekankan bahwa IPPAFest bukan sekadar festival, melainkan “panggung semangat, panggung harapan, dan panggung kemanusiaan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Tema Creation Beyond The Bars adalah pernyataan kuat bahwa kreativitas tidak pernah bisa dipenjara. Harapan tidak pernah bisa dibungkam. Ia selalu menemukan jalan dan jembatan, apa pun penghalangnya,” ujar Agus.

Ia juga menambahkan bahwa IPPAFest adalah wujud nyata dari pembinaan Warga Binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif dan bermartabat.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman turut mengapresiasi terselenggaranya IPPAFest. Ia menilai program ini mencerminkan adanya transisi cara pandang terhadap Warga Binaan, dari yang dulu kerap dipandang negatif menjadi sumber potensi ekonomi kreatif.

> “Program ini menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan kini menjadi sektor penting dan wajib untuk terus dikembangkan,” ujarnyaFestival ini juga dimeriahkan dengan lelang karya seni Warga Binaan, seperti batik dan lukisan. Seluruh karya yang dilelang laku terjual, bahkan dua lukisan berhasil dilepas masing-masing seharga Rp40 juta. Total lelang mencapai ratusan juta rupiah, mencerminkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap karya para Warga Binaan.

IPPAFest 2025 juga menghadirkan berbagai kolaborasi seni antara Warga Binaan dan musisi nasional. Di antaranya:

Zivilia Band bersama Sindur Rock Band (Lapas Khusus Gunung Sindur)

Virgoun bersama Band Rutan Cipinang

Fashion Show IPPAFest

Rampak Beduk (Lapas Perempuan Tangerang)

Fire Dance (Lapas Kerobokan)

Stand-Up Comedy (Lapas Cipinang)

Reog (Rutan Ponorogo)

Kolaborasi Band & Calung, Rampak Gendang, Angklung, dan lainnya

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menjelaskan bahwa IPPAFest menjadi media promosi produk Warga Binaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional melalui sektor industri kreatif.

> “IPPAFest bukan hanya tentang ekspresi seni, tetapi juga upaya mengelaborasi pembinaan Warga Binaan sebagai bagian dari pembangunan nasional,” tegasnya.

Sebanyak 33 stand dari Kantor Wilayah Pemasyarakatan seluruh Indonesia turut ambil bagian, menampilkan produk unggulan dari masing-masing daerah. Selain itu, tersedia bazar UMKM, permainan interaktif dengan hadiah menarik, serta peluncuran Galeri Pemasyarakatan dan peringatan Hari Cinta Produk Warga Binaan.

Menteri Agus Andrianto menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk menghadirkan sistem pemasyarakatan sebagai bagian dari solusi bangsa.

> “IPPAFest adalah bentuk perlawanan terhadap pesimisme. Kita ingin buktikan bahwa Warga Binaan masih punya harapan dan siap berkarya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pembukaan IPPAFest 2025, antara lain Wakil Menteri Imipas, Ketua Komisi XIII DPR RI, Menteri Ekonomi Kreatif, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Bank BRI, Duta Besar negara sahabat, serta mitra kerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan lainnya.

(Editor – Kang Juna)

Berita Terkait

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan
Bapas Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan UNPAB, Dukung Pengembangan Kompetensi Mahasiswa melalui Program Magang
Bapas Palangka Raya Perkuat Kemitraan dengan Forum Pemuda Dayak Kalteng Kembangkan Potensi Kearifan Lokal
Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) 
Apel Pagi Senin, Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Solidaritas dan Keteladanan Pegawai
Sidang TPP Dipimpin Ketua TPP Dihadiri Kanwil Ditjenpas Riau Bapas dan Keluarga Penjamin via Zoom

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Heru Prayuda Putra Pimpin BMI Tanjungbalai Periode 2026-2031,Siap Mendukung Pemberdayaan Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Kapolda Sumut Ajak Ulama dan Tokoh Lintas Agama Bersatu Perangi Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Tindak Pelanggaran Prioritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Perkuat Kerja Sama dan Kolaborasi, Kakanwil Imigrasi Sumut Terima Kunjungan Kakanwil Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Wabup Toba: Kita Butuh Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia Maju

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Apresiasi diberikan pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 Kabupaten Langkat atas Kontribusi Pembinaan Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Peringati Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 Usung Tema Patriotik Gigih Berempati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Lapas Perempuan Medan Ikuti Uji Petik Pengumpulan Data Terkait Usul Perubahan Pidana

Berita Terbaru