Berziarah Ke Makam Era Kesultanan Aceh Darussalam Zaman Sultan Sayyidil Al Mukammil (1589-1604 M) di Gampong Siron Aceh Besar

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 00:06 WIB

5056 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berziarah Ke Makam Era Kesultanan Aceh Darussalam Zaman Sultan Sayyidil Al Mukammil (1589-1604 M) di Gampong Siron Aceh Besar

Berziarah Ke Makam Era Kesultanan Aceh Darussalam Zaman Sultan Sayyidil Al Mukammil (1589-1604 M) di Gampong Siron Aceh Besar

TLII>>Di kawasan Siron Aceh Besar terdapat makam era kesultanan Aceh Darussalam. Tim Grup SILA (Sejarah Indatu Lamuria Aceh) bergerak dari Banda Aceh menuju arah Lambaro Aceh Besar. Menyusuri sepanjang tepian sungai yang pada masa dahulu era kerajaan Aceh adalah kawasan subur dan indah. Tim akhirnya sampai di Lambaro dan kemudian berbelok menuju arah Blang Bintang melewati Jembatan dan akhirnya sampai di Gampong Siron. Kemudian terus berjalan Disamping SD ada lorong menuju lokasi Kompleks Makam. Kami menyusuri jalanan sampai ke kawasan Makam terletak di belakang bangunan.

Berziarah Ke Makam Era Kesultanan Aceh Darussalam Zaman Sultan Sayyidil Al Mukammil (1589-1604 M) di Gampong Siron Aceh Besar

Masyarakat sekitar mengenal kawasan ini sebagai Teungku Di Jeurat Manyang (Makam Tinggi). Pada zaman dahulu era kesultanan pemakaman biasanya dikawasan Tanah tinggi. disebabkan kawasan Bandar Aceh dan Aceh Besar sering Banjir dan juga Nisan berinkripsi Ayat Qur’an dan bahasa Arab diletakkan ditanah tinggi.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan Jeurat Manyang ini sudah dibersihkan oleh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh. Menurut Informasi dikawasan ini ada 3 tokoh makam yang terkubur namun sayang ada beberapa Inkripsi rusak dan ada beberapa nisan telah hancur.

 

“Dari Informasi pembacaan nisan ditemukan makam Nisan Tun Halimah bin Meurah. yang lanjutan dari nama Meurah terputus Nisan Tun Halimah menggunakan nisan bersayap nisan khas wanita era kesultanan Aceh. Beliau diperkenalkan dengan cara mengagumkan bahwa beliau tokoh besar Kesultanan Aceh Darussalam. Haza Sahibut Nisan Al Musammiyah (Inilah Tuan Pemilik Nisan Yang terkenal Bernama) Tun Halimah Bin Meurah” keterangan ketua SILA Muammar Al Farisi

Berziarah Ke Makam Era Kesultanan Aceh Darussalam Zaman Sultan Sayyidil Al Mukammil (1589-1604 M) di Gampong Siron Aceh Besar

Di sisi Nisan satu lagi juga ada Inkripsi ayat Al Qur’an Surat Al Hasyr ayat 22-23 :”Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”.

 

Mengenai gelar Tun Sudah dikenal sejak zaman samudra pasai dan tersebut dalam hikayat Raja Pasee. dalam kisah Raja Ahmad Permudal (1330- 1350 M) memiliki Putra Bernama Tun Berahim Bapa. tapi mengenai masalah Tun dan kisah gelar segala bangsawan kita bahas kali yang lain karena terlalu panjang.

 

Kemudian dinisan satu lagi adalah Nisan seorang wanita juga yang menurut Informasi bernama Siyak atau Si Nyak karena kalau kita melihat nisan bersayap khas Wanita kemudian ada Inkripsi Binti Tun Mahmud. kalau kita melihat kemungkinan Inilah Makam Si Nyak Binti Tun Mahmud namun perlu penelitian lebih lanjut.

 

Satu lagi nisan tokoh pria yang paling menakjubkan ditulis menggunakan tulisan bahasa Arab Melayu Jawi. Berbunyi :” Nisan Ini Anak Maulana Yang Syahid Abdullah Al Mu’sir Bulan Zulhijjah 1009 Tahun (Juni 1601 M)”. Al Mu’sir bisa berarti memudahkan artinya Abdullah Al Mu’sir adalah Seorang Tokoh yang memudahkan kehidupan Rakyat Aceh dan membantu segala rakyat Aceh dengan kebaikan hati kedermawanannya. ada juga yang mengatakan Al Mu’sir adalah berpengaruh artinya tokoh yang dimakamkan adalah Tokoh yang sangat berpengaruh pada zamannya.

 

Pada Zaman Sultan Sayyidil Al Mukammil (1589-1604 M) Adalah salah satu zaman keemasan Kesultanan Aceh Darussalam juga zaman keemasan bahasa Melayu Jawi. Banyak Ulama besar seperti Hamzah Al Fansuri, Syeikh Syamsudin As Sumatrani mengarang dalam kitab bahasa Melayu. Yang paling terkenal adalah kitab Bukhari Al Jauhari yang mengarang kitab Tajussalatin artinya mahkota segala Raja-raja. Ada beberapa makam era Kesultanan Sayyidil Al Mukammil menggunakan bahasa arab Melayu Jawi artinya Sultan Saat memajukan Aceh juga bahasa Tradisional Aceh dan Melayu sebagai bagian indentitas dan visi keacehan yang unik dan tradisional.

 

“kisah agung para tokoh kesultanan Aceh Darussalam sampai akhir hayat berjuang untuk Islam dan kesultanan Aceh Darussalam. perlu penelitian lebih lanjut tentang sejarah Aceh yang makin lama makin banyak temuan mengagumkan sebagai bagian pembelajaran sejarah dan penghargaan terhadap masa lalu” Tutup Muammar Al Farisi.

Berita Terkait

Kolaborasi PT PPK-PT PIL Kuatkan Konektivitas Logistik, Dorong Pertumbuhan Industri di Kuala Tanjung
Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi Di Kelurahan Perbangunan Sei Kepayang
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Religi dan Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara
SMKN 2 Kutacane Cetak Generasi untuk dunia usaha
Gerak Ceria, Pikiran Bahagia: Mahasiswa Psikologi IAIN Langsa Pulihkan Semangat Lansia Pascabanjir

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:47 WIB

Bukan Sekadar Modal, LANA Minta Investasi Beri Manfaat Nyata

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:04 WIB

Ada Apa di Balik Program MBG Aceh Barat? LANA Desak Kejari Aceh Barat Usut Program MBG, Dugaan Mark Up dan Kelebihan Bayar Jadi Sorotan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:29 WIB

LANA-Ibadah Bukan Kewajiban Birokrasi

Senin, 18 Mei 2026 - 15:46 WIB

LANA Apresiasi Mualem Cabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:50 WIB

LANA Desak Kejari Aceh Barat Bongkar Mafia Tambang Ilegal dan Usut Penjualan Emas Hasil Kejahatan Lingkungan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:03 WIB

LANA Desak DPRA Gunakan Hak Interpelasi terhadap Gubernur Aceh, Soroti Polemik JKA dan Pergub Kontroversial

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:10 WIB

LANA Soroti Kinerja Penanganan Banjir, Desak Evaluasi Kepemimpinan Bupati Aceh Barat

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:53 WIB

LANA Kritik Bupati Aceh Barat, Nilai Penanganan Banjir Minim Inisiatif

Berita Terbaru