Elpiji Oplosan Beredar di Pasaran Banda Aceh dan Sekitar

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 02:27 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH — Peredaran elpiji oplosan kembali meresahkan masyarakat di Kota Banda Aceh dan sejumlah wilayah sekitarnya. Dalam beberapa hari terakhir, tabung elpiji yang diduga hasil oplosan dilaporkan mulai beredar di pasaran, memicu kekhawatiran warga terhadap risiko keselamatan yang mengintai di balik harga jual yang lebih murah.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Elpiji oplosan dinilai sangat berbahaya karena tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Selain berpotensi merugikan konsumen secara ekonomi, penggunaan elpiji oplosan juga dapat mengancam nyawa penggunanya akibat risiko kebocoran, kebakaran, hingga ledakan.
Informasi terkait beredarnya elpiji oplosan ini dibenarkan oleh Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, yang akrab disapa Toke Awi, saat dikonfirmasi pada Minggu (21/12/2025).

Ia menyebutkan bahwa temuan elpiji oplosan sudah mulai terdeteksi di kawasan Banda Aceh.
Menurut Nahrawi, elpiji oplosan umumnya berasal dari tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram yang kemudian disuling atau dipindahkan isinya ke tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram. Praktik ini dilakukan karena tabung 12 kilogram memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasaran.

“Elpiji oplosan ini sangat berbahaya. Tidak ada aspek keselamatan sama sekali, sehingga mengancam nyawa manusia,” tegas Nahrawi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Toke Awie menjelaskan, masyarakat dapat mengenali elpiji oplosan dengan memperhatikan kondisi segel pada bagian tutup tabung. Elpiji resmi keluaran Pertamina selalu dilengkapi segel utuh, hologram, serta barcode yang dapat dipindai melalui aplikasi MyPertamina untuk memastikan keasliannya. Sebaliknya, elpiji oplosan umumnya memiliki segel rusak, tidak utuh, dan tanpa identitas resmi.
Selain berisiko terhadap keselamatan, elpiji oplosan juga merugikan konsumen dari sisi takaran. Isi gas dalam tabung biasanya berada di bawah standar yang seharusnya. Dari pengurangan takaran inilah para pelaku pengoplos meraup keuntungan.

“Yang paling dirugikan tentu masyarakat. Selain tidak aman, takarannya juga tidak sesuai, sehingga warga dirugikan secara ekonomi,” ujarnya.

Nahrawi menambahkan, meskipun elpiji oplosan kerap dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga resmi Pertamina, isi gasnya jauh lebih sedikit. Sebagai perbandingan, tabung elpiji 12 kilogram resmi memiliki berat total sekitar 27 kilogram, sedangkan tabung oplosan dipastikan memiliki berat di bawah standar tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, elpiji oplosan ini bahkan diperjualbelikan secara terang-terangan melalui media sosial di Banda Aceh. Transaksi dilakukan secara daring dengan sistem pengambilan tabung di lokasi yang telah disepakati antara penjual dan pembeli. Kondisi ini diduga menyebabkan banyak warga tanpa sadar telah membeli elpiji oplosan.

Nahrawi menyebutkan, elpiji oplosan tersebut diduga berasal dari Medan, Sumatera Utara. Proses pengoplosan dilakukan di luar Aceh, kemudian didistribusikan ke Banda Aceh melalui jalur darat. Sebelumnya, distribusi elpiji ilegal sempat melalui jalur barat selatan Aceh. Namun setelah jembatan penghubung di Bireuen kembali terkoneksi, distribusi diduga juga melewati lintas pantai timur utara.

“Saat jembatan sempat putus, hampir tidak ada elpiji ilegal yang masuk ke Aceh. Kini kembali ditemukan karena pasokan berasal dari Medan,” jelasnya.
Dari sisi hukum,

praktik pengoplosan dan peredaran elpiji ilegal merupakan tindak pidana serius. Pelaku dapat dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Cipta Kerja, yang mengatur larangan penyalahgunaan, pengangkutan, dan niaga bahan bakar minyak dan gas tanpa izin resmi. Ancaman pidananya berupa hukuman penjara hingga 6 tahun serta denda miliaran rupiah. Selain itu, pelaku juga dapat dikenakan pasal terkait perlindungan konsumen karena menjual barang yang tidak sesuai standar dan membahayakan keselamatan.
Salah satu kerugian utama dari elpiji oplosan adalah rendahnya standar keamanan. Tabung hasil oplosan lebih rentan mengalami kebocoran. Jika terjadi kebocoran dan terdapat sumber api di sekitarnya, kondisi ini berpotensi memicu kebakaran atau ledakan. Selain itu, paparan uap elpiji dalam konsentrasi tinggi juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan, meskipun terhirup dalam waktu singkat.
Sementara itu, seorang warga Kota Banda Aceh yang enggan disebutkan namanya mengaku baru mengetahui adanya peredaran elpiji oplosan di daerah tersebut. Ia menyatakan akan lebih berhati-hati dan selektif dalam membeli elpiji, terutama yang ditawarkan melalui media sosial.
Hiswana Migas Aceh mengimbau masyarakat agar hanya membeli elpiji di pangkalan atau agen resmi Pertamina serta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum jika menemukan indikasi peredaran elpiji oplosan, demi keselamatan dan perlindungan konsumen. []

Berita Terkait

Momentum Sumpah Pemuda, Illiza Tunjuk Sulthan Muhammad Yus sebagai Jubir Pemko Banda Aceh
Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat
Aceh Punya Sejarah Kepahlawanan, Kepala BNNP Aceh Prihatin Sebagian Masyarakat Aceh Terlibat Jaringan Narkoba
Cendikia Peutrang Nanggroe Ajak Warga Aceh Kibarkan Bendera Alam Peudeung untuk Perdamaian
Irjen Pol. Ruddi Setiawan Pimpin Sertijab Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Latif Usman Resmi Bertugas
Kapolda Aceh Sampaikan Apresiasi kepada Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo saat Kenal Pamit
Hari Jadi Ke-75 Humas Polri, Bidhumas Polda Aceh Gelar Donor Darah
Kapolda Aceh Turun Langsung Pastikan Lalu Lintas Aman dan Lancar: Kehadiran Polisi Harus Dirasakan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:27 WIB

Sambut Hari Bhakti Kemenimipas ke-2, Lapas Narkotika Samarinda Gelar Kerja Bakti Bersihkan Langgar Nurul Huda

Kamis, 5 November 2026 - 17:38 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Salurkan Air Bersih untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Rabu, 4 November 2026 - 21:13 WIB

Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Lapas Narkotika Samarinda Latih 58 WBP Menjadi Kader Kesehatan

Rabu, 4 November 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Sinergi Keamanan, Kalapas Narkotika Samarinda Kunjungi Polresta Samarinda

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Perkuat Integritas dan Solidaritas Melalui Apel Pagi Senin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lapas Narkotika Samarinda Gelar Sidang TPP, Bahas 34 Usulan Warga Binaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Jumat Berkah, Lapas Narkotika Samarinda Salurkan 75 Kg Beras untuk Masyarakat RT 22 Samarinda Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Samarinda Panen Kangkung Hasil Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Berita Terbaru