TLii | LAPAS NARKOTIKA KLS IIA SAMARINDA
29/10/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Samarinda, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda melaksanakan panen kangkung di area beranggang luar lapas pada Kamis (29/10). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mengoptimalkan pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang pertanian.

Kegiatan panen dilaksanakan oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, bersama jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dengan melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan pertanian. Proses budidaya hingga pemanenan dilakukan di bawah pengawasan petugas sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan praktis di bidang hortikultura.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat dan mampu hidup mandiri ketika kembali ke masyarakat. Selain mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas juga menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian yang berkelanjutan,” ujar Puang Dirham.
Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) menyampaikan bahwa program budidaya kangkung memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam bidang pertanian, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan.
“Program budidaya kangkung ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan di bidang pertanian. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk bekerja dan hidup mandiri setelah bebas nanti. Kami juga akan terus mengembangkan kegiatan pertanian produktif agar memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung kebutuhan pangan lapas,” ungkapnya.
Hasil panen kangkung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas sehingga turut mendukung ketersediaan bahan pangan internal. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi warga binaan untuk memahami proses pertanian serta mengenal potensi hasil pertanian yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis pertanian dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif. Diharapkan, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga membentuk warga binaan yang terampil, produktif, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat, Pungkasnya.
(***)

































