Syamsul Bahri S.Pd M.Ap kadis perdagangan koperasi dan Ukm Gayo Lues, Arwinsah,S.E Kabag ekonomi Setda Kab Gayo Lues, bersama Ketua Asisiasi Dumptruck Sukri pada saat menurunkan BBM di salah satu SPBU Gayo Lues
TLii | ACEH | GAYO LUES | Blangkejeren – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues bergerak cepat melakukan terobosan strategis untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok pasca bencana banjir yang sempat memutus akses jalan utama menuju wilayah tersebut.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdakab Gayo Lues, Arwinsah, SE, menyampaikan bahwa Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd langsung menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar mengambil langkah-langkah taktis guna mengantisipasi terganggunya distribusi barang dan potensi lonjakan harga di tengah masyarakat.
“Begitu akses jalan terputus akibat bencana, Bapak Bupati langsung memerintahkan kami berkoordinasi lintas sektor. Fokus utama adalah menjaga pasokan dan mencegah kepanikan masyarakat,” ujar Arwinsah, SE saat diwawancarai Timelines iNews Investigasi.
Menurutnya, terdapat tiga sektor krusial yang menjadi prioritas penanganan Pemkab Gayo Lues, yakni ketersediaan beras, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta Gas LPG.
Operasi Pasar Beras SPHP
Sebagai langkah awal, Pemkab Gayo Lues segera berkoordinasi dengan Bulog untuk membuka operasi pasar murah. Komoditas utama yang disalurkan adalah beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) guna menjaga daya beli masyarakat dan mencegah panic buying di tengah situasi darurat.
“Kami berkoordinasi dengan Kepala Gudang Bulog Sentang Blangkejeren agar beras SPHP segera disalurkan. Ini penting untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman,” jelas Arwinsyah.
Lobi Pertamina dan Subsidi Ongkos Angkut BBM
Di sektor energi, Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd secara langsung melakukan komunikasi dengan pimpinan Pertamina Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) di Medan. Setelah menerima surat resmi dari Bupati terkait permohonan kebijakan distribusi BBM melalui jalur Meulaboh, pihak Pertamina langsung turun meninjau lokasi bencana dan menyetujui permohonan tersebut.
Pemkab Gayo Lues meminta Pertamina untuk memberikan Subsidi ongkos angkut BBM, dan Pertamina Sumbagut menyetujui untuk memberikan biaya Oprasional kepada Sembilan Unit Damp truck yang mengangkut BBM melalu jalur Alternatif.
Setiap kali pemberangkatan sembilan dump truck, subsidi yang diberikan sekitar Rp49,5 juta, sebagai upaya pemerintah Daearah bersama Pertamina Sembagut agar harga di SPBU tetap stabil,” jelasnya.
BBM jenis Pertalite dan Solar (Dexlite untuk industri) terus berdatangan, baik melalui dump truck maupun mobil tangki kecil berkapasitas lima ton yang dikirim Pertamina sebanyak tiga unit setiap pengiriman.

Pengalihan Jalur dan Subsidi Distribusi Gas LPG
Selain BBM, pasokan Gas LPG juga menjadi perhatian serius. Akibat terputusnya akses dari Kutacane, jalur distribusi dialihkan melalui SPBE Meulaboh. Pemkab Gayo Lues bekerja sama dengan agen penyalur serta aparat kepolisian untuk melakukan pengawalan distribusi di lapangan.
Pemerintah daerah pernah memberikan bantuan ongkos angkut sebesar Rp1,2 juta kepada armada pengangkutan Gas LPG- pemerintah daerah memberikan bantuan ongkos angkut sebesar Rp 1,2 juta kepada armada pengangkutan Gas LPG 3kg pada tanggal 18 Desember 2025
Upaya ini berdampak signifikan terhadap stabilitas harga. Harga gas LPG yang sempat melonjak hingga Rp50.000 per tabung di awal bencana, kini berangsur turun menjadi Rp22.000 hingga Rp25.000 per tabung di tingkat pengecer.
“Bapak Bupati tidak ingin masyarakat semakin terbebani di tengah musibah. Semua kebijakan ini diambil agar inflasi terkendali dan distribusi kebutuhan pokok tetap lancar,” tutup Arwinsyah, SE.
Dengan langkah cepat dan sinergi antara Pemkab Gayo Lues, Pertamina, Bulog, serta aparat keamanan, pemerintah daerah optimistis stabilitas ekonomi dapat terus terjaga dan proses pemulihan pasca bencana berjalan lebih cepat. (Red)




































