Kolam Balai Benih Ikan Milik Pemerintah Terabaikan, Kinerja Dinas Perikanan Aceh Tenggara Dipertanyakan

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:25 WIB

50462 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii |ACEH TENGGARA | KUTACANE – Sejumlah warga mempertanyakan pengelolaan Kolam Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilai terkesan diabaikan dan tidak terurus.

Kolam BBI yang terletak di Desa Lawe Bekung, Kecamatan Badar, terlihat sebagian besar mengering dan ditumbuhi rumput liar. Berdasarkan pantauan media ini, dari puluhan petak kolam yang ada, hanya beberapa petak yang masih berisi air dan ikan dengan berbagai ukuran. Sementara sebagian lainnya tampak kering dan bahkan dimanfaatkan warga sekitar untuk mengambil rumput sebagai pakan ternak.

Abdullah Gafar, warga Aceh Tenggara yang juga pemerhati perikanan air tawar, mengaku kecewa melihat kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Sangat miris melihat kolam milik pemerintah dibiarkan mengering dan ditumbuhi rumput. Padahal di depan kantor Dinas Perikanan ada aliran Kali Bulan yang jaraknya hanya beberapa meter. Kalau dinas saja tidak mampu mengelola kolam di depan mata, bagaimana mau mendorong masyarakat untuk bertani ikan,” ujarnya.

Balai Benih Ikan (BBI) Aceh Tenggara dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. Fasilitas ini diperuntukkan untuk penyediaan stok benih ikan air tawar seperti ikan mas, nila, mujair dan jenis lainnya, sekaligus sebagai tempat pembenihan dan pendederan ikan.

Namun menurut sumber yang layak dipercaya, kondisi sebagian besar kolam yang mengering telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Padahal, apabila dikelola secara optimal, BBI dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tenggara.

Jupri Yadi, salah seorang aktivis di Kutacane, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya manajemen di tubuh Dinas Perikanan.

> “Kolam itu sudah ada sejak lama, tinggal dikelola. Tapi faktanya beberapa petak mengering bahkan menjadi lokasi warga mengambil rumput. Ini menunjukkan pengelolaan yang tidak maksimal,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan julukan Aceh Tenggara sebagai daerah Minapolitan, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan air tawar di Aceh. Sejumlah pihak meminta Bupati dan Wakil Bupati melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Perikanan serta menempatkan tenaga profesional di bidang perikanan untuk memimpin dan membenahi sektor tersebut.

Penjelasan Kadis Perikanan

Kepala Dinas Perikanan Aceh Tenggara, Firmansyah, S.TTP, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026), membenarkan bahwa banyak petak kolam di BBI Lawe Bekung yang kosong dan kering.

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan rusaknya saluran intake akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Perbaikan saluran sudah kami usulkan ke pemerintah provinsi dan pusat, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Ia juga menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pemeliharaan sarana dan prasarana. Bahkan, gaji tenaga teknis dan tenaga layanan dasar BBI disebut belum terbayarkan selama tiga bulan pada tahun 2025.

“Untuk sementara, indukan ikan dipindahkan ke kolam lain yang masih bisa difungsikan. Tahun 2026 ada kegiatan melalui dana pokok pikiran dewan untuk mendukung perbaikan,” pungkasnya. (madiansyah).

Berita Terkait

Wagub Dek Fadh Salurkan Buffer Stock Rp4,85 Miliar, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Dataran Tinggi Gayo
Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah
Dapat Apresiasi Wali Murid, Kepala SMAN 1 Badar Agara Perkuat Strategi Sukseskan TKA 2026
Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa
Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik
Bertabur Hadiah, Jalan Sehat Semangat Juara KNPI Langsa di CFD Diikuti Ribuan Warga
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Takhasus Dayah MUQ Pagar Air Aceh Gelar Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib.

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:05 WIB

BKPRMI Aceh Besar Ajak Saudara Se Iman Memakmurkan Masjid 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:17 WIB

Satlantas Polres Aceh Besar Gelar Ops Patuh Seulawah 2026 Mulai 26 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Bupati Aceh Besar Tinjau Krueng Raba, Bendungan Diproyeksikan Atasi Krisis Air Lhoknga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

82 Masjid di Aceh Besar Umumkan Khatib dan Imam Shalat Jumat, 16 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Sekda Aceh Besar: Minta ASN, Keuchik dan Warga Aceh Besar Sukseskan MTQ ke -35 Tingkat Aceh Besar Di Kuta Baro

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Festival Anak Saleh Gampong Pantee Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Islami

Selasa, 29 September 2026 - 12:59 WIB

Rapimnas FORKONAS PP DOB Jadi Momentum Perkuat Perjuangan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya.

Berita Terbaru