Kolam Balai Benih Ikan Milik Pemerintah Terabaikan, Kinerja Dinas Perikanan Aceh Tenggara Dipertanyakan

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:25 WIB

50390 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii |ACEH TENGGARA | KUTACANE – Sejumlah warga mempertanyakan pengelolaan Kolam Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilai terkesan diabaikan dan tidak terurus.

Kolam BBI yang terletak di Desa Lawe Bekung, Kecamatan Badar, terlihat sebagian besar mengering dan ditumbuhi rumput liar. Berdasarkan pantauan media ini, dari puluhan petak kolam yang ada, hanya beberapa petak yang masih berisi air dan ikan dengan berbagai ukuran. Sementara sebagian lainnya tampak kering dan bahkan dimanfaatkan warga sekitar untuk mengambil rumput sebagai pakan ternak.

Abdullah Gafar, warga Aceh Tenggara yang juga pemerhati perikanan air tawar, mengaku kecewa melihat kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Sangat miris melihat kolam milik pemerintah dibiarkan mengering dan ditumbuhi rumput. Padahal di depan kantor Dinas Perikanan ada aliran Kali Bulan yang jaraknya hanya beberapa meter. Kalau dinas saja tidak mampu mengelola kolam di depan mata, bagaimana mau mendorong masyarakat untuk bertani ikan,” ujarnya.

Balai Benih Ikan (BBI) Aceh Tenggara dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. Fasilitas ini diperuntukkan untuk penyediaan stok benih ikan air tawar seperti ikan mas, nila, mujair dan jenis lainnya, sekaligus sebagai tempat pembenihan dan pendederan ikan.

Namun menurut sumber yang layak dipercaya, kondisi sebagian besar kolam yang mengering telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Padahal, apabila dikelola secara optimal, BBI dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tenggara.

Jupri Yadi, salah seorang aktivis di Kutacane, menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya manajemen di tubuh Dinas Perikanan.

> “Kolam itu sudah ada sejak lama, tinggal dikelola. Tapi faktanya beberapa petak mengering bahkan menjadi lokasi warga mengambil rumput. Ini menunjukkan pengelolaan yang tidak maksimal,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan julukan Aceh Tenggara sebagai daerah Minapolitan, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan air tawar di Aceh. Sejumlah pihak meminta Bupati dan Wakil Bupati melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Perikanan serta menempatkan tenaga profesional di bidang perikanan untuk memimpin dan membenahi sektor tersebut.

Penjelasan Kadis Perikanan

Kepala Dinas Perikanan Aceh Tenggara, Firmansyah, S.TTP, saat dikonfirmasi pada Minggu (15/2/2026), membenarkan bahwa banyak petak kolam di BBI Lawe Bekung yang kosong dan kering.

Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan rusaknya saluran intake akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Perbaikan saluran sudah kami usulkan ke pemerintah provinsi dan pusat, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Ia juga menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam pemeliharaan sarana dan prasarana. Bahkan, gaji tenaga teknis dan tenaga layanan dasar BBI disebut belum terbayarkan selama tiga bulan pada tahun 2025.

“Untuk sementara, indukan ikan dipindahkan ke kolam lain yang masih bisa difungsikan. Tahun 2026 ada kegiatan melalui dana pokok pikiran dewan untuk mendukung perbaikan,” pungkasnya. (madiansyah).

Berita Terkait

LANA Minta Bupati Aceh Barat Buka “Rapor” Janji Politik: Mana yang Sudah Terwujud, Mana yang Masih Menunggu?
Sinar Muda Gampong Weu Juara Turnamen Sepak Bola, Chek Boy Beri Apresiasi
Plt Kapolresta Banda Aceh Ucapkan Selamat atas Pelantikan Teuku Rahmadsyah sebagai Kajati Aceh
Polres Batu Bara Ungkap Peredaran Ketamin, Hampir 1 Kilogram Barang Bukti Diamankan
Berawal dari Informasi Warga, Polisi Langkat Ungkap 11 Batang Ganja di Perladangan
Kapolres Pidie Jaya Perkuat Sinergi dengan Bawaslu, Wujudkan Pemilu Aman dan Kondusif*
Bupati Aceh Tenggara Diminta Audit Dana Desa dan ADD Tahun 2023–2025
BKKBN Aceh Gaungkan Program Bangga Kencana di Langsa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Sinar Muda Gampong Weu Juara Turnamen Sepak Bola, Chek Boy Beri Apresiasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:14 WIB

Bupati Aceh Besar Resmikan Masjid Ibnu Abu Bakar di Kompleks RSU Putri Bidadari Aceh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Sat Lantas Polres Aceh Besar Intensifkan Patroli Malam untuk Jaga Kamtibmas dan Kelancaran Lalu Lintas

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Tiga Korban Tenggelam di Pantai Ujong Batee Ditemukan, Satu Remaja Masih Hilang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:26 WIB

Dua Remaja Tewas Terseret Arus di Pantai Ujong Batee, Dua Korban Lain Masih Dicari

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:55 WIB

Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Kebakaran Hutan di Lembah Seulawah

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:24 WIB

Bupati Aceh Besar Diwakili Camat Ingin Jaya Lantik Tuha Peut Tujuh Gampong

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:03 WIB

Pamapta Polres Aceh Besar Laksanakan Patroli Dialogis Presisi Dan Sosialisasi Layanan Polisi 110 Di Sekolah-Sekolah

Berita Terbaru