TLii| ACEH | GAYO LUES – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memastikan ketersediaan bahan pokok penting, termasuk beras, bahan bakar minyak (BBM), dan gas LPG, tetap aman selama 14 hari pertama penetapan status darurat bencana.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Gayo Lues, Syamsul Bahri, S.Pd., M.AP, saat diwawancarai Media Timelines iNews, Rabu (24/12/2025).
Syamsul Bahri menjelaskan, sejak surat Bupati tentang status darurat bencana diterbitkan, Pemerintah Daerah langsung mengambil langkah cepat untuk memfasilitasi pengadaan berbagai kebutuhan masyarakat.
“Dalam 14 hari pertama status darurat bencana, banyak upaya telah kami lakukan atas nama Pemerintah Daerah, baik untuk pengadaan BBM, gas LPG, maupun sembako lainnya,” ujarnya.

Stok Beras Aman dan Bertahap Ditambah
Terkait ketersediaan beras, Syamsul Bahri menyebutkan bahwa langkah awal yang diambil Pemkab Gayo Lues adalah meminjam stok beras dari Bulog sebanyak 5.000 kilogram (5 ton) sebagai cadangan awal.
Selanjutnya, Pemkab mengusulkan penambahan stok beras yang mendapat dukungan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Kami dibantu langsung oleh Ibu Direktur Bapanas yang mem-backup dengan menelepon agar stok beras di Gayo Lues ditambah,” jelasnya.

Dari total usulan yang diajukan, saat ini telah terealisasi sekitar 50,65 ton. Rinciannya, stok beras yang tersedia di Posko Utama sekitar 20 ton, di Gudang Sosial sekitar 20 ton, sehingga total stok di posko penanganan mencapai 67,710 ton. Selain itu, masih terdapat sisa stok pinjaman Bulog sekitar 10,6 ton.
“Total usulan kita sebenarnya 200 ton, namun realisasinya dilakukan bertahap. Insyaallah stok beras di Kabupaten Gayo Lues aman dan tidak perlu dikhawatirkan,” tegas Syamsul.

Distribusi BBM Gunakan Dump Truck
Untuk pasokan BBM, Pemkab Gayo Lues melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina. Mengingat mobil tangki besar tidak dapat melintas akibat kondisi akses jalan, distribusi BBM dilakukan dengan memobilisasi Persatuan Dump Truck.
Setiap truk mengangkut BBM dengan muatan sekitar 2 ton. Pada 11 November, sebanyak 18 ton BBM berhasil masuk melalui 9 unit dump truck.
“Meskipun terjadi antrean panjang, pasokan BBM tetap bisa masuk secara bergilir. Sampai hari ini sudah masuk hingga trip ke-8,” ungkapnya. (Update tanggal 24/12/25).
Pada trip ke-7 dan ke-8, jumlah armada ditambah menjadi 10 dump truck, dengan posisi terakhir armada berada di wilayah Meulaboh.
Pasokan Gas LPG Masuk Periode Ketiga
Sementara itu, pasokan gas LPG di Gayo Lues saat ini telah memasuki periode ketiga. (Update tanggal 24/12/25).
Syamsul Bahri mengakui sempat terjadi kepanikan di masyarakat, namun hal tersebut dipicu oleh keterlambatan teknis distribusi.
“Itu bukan masalah besar, hanya keterlambatan teknis. Operasi pasar gas sudah mulai berjalan,” katanya.
Operasi pasar LPG telah dilaksanakan di beberapa kecamatan di kabupaten Gayo Lues salah satunya saat ini sedang kita lakukan di Terminal cinta maju (kantor Dishub) Kecamatan Blangpegayon, dan ke depan akan dilakukan secara bergilir oleh tiga perusahaan gas yang ada di Kabupaten Gayo Lues ke kecamatan-kecamatan lainnya.
“Mudah-mudahan operasi pasar ini bisa membantu menstabilkan pasokan dan harga gas di seluruh wilayah,” pungkasnya. (Red)




































