TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Belawan, 12 Januari 2026 Di tengah upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan semakin mengukuhkan posisinya sebagai simpul strategis yang menjembatani angkutan kereta api dengan jalur laut. Integrasi ini tidak sekadar memfasilitasi perpindahan barang, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan efisiensi waktu dan biaya distribusi yang kompetitif.

Stasiun Belawan yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menjadi urat nadi distribusi berbagai komoditas unggulan Sumatera Utara menuju pasar domestik maupun global. Stasiun ini merupakan titik akhir perjalanan kereta api barang yang mengangkut komoditas strategis seperti Crude Palm Oil (CPO), lateks, dan petikemas, sebelum diteruskan melalui angkutan laut ke luar wilayah Sumatera Utara.
“Setiap harinya, Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah,” ujar Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo.
Sepanjang tahun 2025, Stasiun Belawan mencatat kinerja signifikan sebagai stasiun muara angkutan barang. Tercatat sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks telah dilayani. Komoditas tersebut berasal dari berbagai sentra produksi, antara lain Rantau Prapat, Asahan, Lubuk Pakam, dan sekitarnya, untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor maupun distribusi lokal.
“Selain itu, jumlah petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belawan selama tahun 2025 mencapai 73.593 ton,” jelas Anwar.
Dari sisi fasilitas, Stasiun Belawan dilengkapi dengan mesin bongkar muat khusus untuk komoditas CPO dan lateks, serta layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker (RS) guna menunjang kelancaran operasional.
Namun demikian, letak Stasiun Belawan di kawasan pesisir dengan ketinggian sekitar +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadikannya rentan terhadap banjir rob yang umumnya terjadi sebulan sekali, khususnya saat fase bulan purnama.
“Meskipun jalur kereta api kerap tergenang air rob akibat lokasinya di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan bahwa operasional perjalanan kereta api tetap berjalan normal dan tidak terganggu,” tegas Anwar.
Ketangguhan infrastruktur dan kesiapsiagaan petugas di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran layanan. Petugas disiagakan secara optimal untuk memastikan jalur tetap aman dilalui, sehingga distribusi komoditas dapat berjalan sesuai jadwal dan program yang telah ditetapkan.
Keberadaan Stasiun Belawan menjadi bukti bahwa tantangan alam bukanlah penghalang dalam mendukung kelancaran angkutan kereta api dan pembangunan perekonomian Sumatera Utara. Melalui pemeliharaan infrastruktur yang berkelanjutan serta sinergi lintas sektor, KAI terus memastikan peran strategis stasiun ini tetap optimal.
“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh menjaga keandalan Stasiun Belawan agar aliran barang antara kereta api dan kapal laut selalu lancar dan tepat waktu. Dengan memastikan Stasiun Belawan beroperasi maksimal, KAI turut menjaga urat nadi perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anwar, Tutupnya.
(***)

































