PIDIE JAYA, timelinesinews.com — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya resmi menerima dan menyerahkan kunci hunian sementara (huntara) kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor. Seremonial penyerahan dilakukan setelah masa transisi pemulihan bencana ditetapkan, di Posko Penanggulangan Bencana pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 10.57 WIB.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi menyampaikan bahwa penyerahan kunci menandai dimulainya pemanfaatan huntara yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah daerah dan mitra nasional. “Hari ini menjadi jawaban atas penantian masyarakat. Setelah kunci kami terima secara resmi, barulah hunian ini dapat ditempati oleh warga yang berhak,” ujarnya.
Sebanyak 212 unit huntara dinyatakan siap dihuni, dengan rincian 162 unit dibangun oleh Danantara dan 50 unit oleh BNPB. Hunian tersebut diperuntukkan bagi keluarga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.
Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Sibral Malasyi mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak berkontribusi, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia, PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Iskandar Muda, serta mitra pembangunan lainnya. “Dukungan para donatur dan mitra menjadi kekuatan penting dalam percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa huntara merupakan solusi sementara, dan masyarakat diberikan kebebasan memilih antara menempatinya atau menunggu hunian tetap tanpa paksaan. Pemerintah daerah tetap mendorong percepatan pembangunan hunian tetap oleh pemerintah pusat.
Mengenai pendataan penerima bantuan, telah dilakukan verifikasi dan validasi berlapis tiga kali untuk memastikan tidak ada yang terlewat atau terzalimi. Masyarakat yang merasa belum terdata diminta melapor melalui perangkat desa atau kecamatan. “Kami terbuka menelusuri kembali bila masih ada yang terlewat, selama sesuai ketentuan,” tegasnya.
Menjelang Ramadan, bupati berharap huntara dapat menjadi tempat aman dan layak bagi warga untuk beribadah dengan tenang selama masa transisi. Ia juga mengajak penerima manfaat menjaga dan merawat fasilitas hingga hunian tetap terwujud.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga menyampaikan terima kasih kepada TNI–Polri, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh elemen warga yang bergotong royong dalam penanganan dan pemulihan bencana. “Musibah ini adalah ujian kebersamaan. Dengan solidaritas, kita bangkit dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik,” tutup Sibral Malasyi.




































