Kontroversi Lambang Aceh Dinilai A-Historis dan Sarat Polemik

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 15:54 WIB

50181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | Aceh — Polemik terkait lambang Provinsi Aceh kembali mencuat setelah muncul kritik tajam dari mantan anggota DPR-RI, Ghazali Abbas Adan, yang menilai lambang tersebut bersifat a-historis dan tidak memiliki dasar referensi yang jelas.

Dalam catatan opininya, Ghazali menegaskan bahwa keberadaan lambang khas Aceh memang memiliki landasan konstitusional melalui Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Regulasi tersebut memberi kewenangan kepada Pemerintah Aceh untuk menetapkan lambang sebagai simbol keistimewaan dan kekhususan daerah melalui qanun. Namun, ia menilai pengesahan lambang oleh parlemen Aceh tidak serta merta merepresentasikan kehendak seluruh rakyat.

Menurutnya, klaim bahwa lambang tersebut merupakan warisan historis perlu dibuktikan dengan rujukan yang jelas dan dapat diverifikasi. Ia menolak anggapan bahwa simbol yang disahkan merupakan representasi otentik dari khazanah sejarah Aceh tanpa adanya bukti tertulis yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan pada Gambar Buraq

Fokus kritik diarahkan pada penggambaran Buraq dalam lambang tersebut. Ghazali mempertanyakan dasar historis dan teologis dari visualisasi Buraq yang digambarkan berwajah manusia dengan atribut tertentu. Ia merujuk pada sejumlah literatur sirah yang menjelaskan bahwa Buraq sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa isra mi’raj tidak digambarkan seperti ilustrasi yang diadopsi dalam lambang.

Dalam berbagai referensi yang dikutipnya, Buraq digambarkan sebagai makhluk bersayap dengan bentuk menyerupai hewan tunggangan, tanpa ciri antropomorfis seperti wajah manusia. Karena itu, ia menilai visualisasi yang digunakan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman teologis di tengah masyarakat.

Kritik terhadap Sikap Politik

Ghazali juga menyoroti sikap partai-partai politik, termasuk partai yang berlandaskan ideologi Islam, yang dinilainya tidak menunjukkan keberatan berarti terhadap pengesahan lambang tersebut. Ia menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, perbedaan pendapat merupakan hal wajar dan dapat disampaikan melalui mekanisme konstitusional, seperti penyampaian nota keberatan atau walk out dalam sidang parlemen.

Harapan pada Peran Ulama

Selain itu, ia berharap lembaga ulama di Aceh mengambil peran aktif dalam memberikan pandangan resmi terkait kontroversi lambang tersebut. Menurutnya, pendapat ulama penting untuk menjaga pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya terkait simbol yang memiliki dimensi religius.

Ghazali menutup pandangannya dengan menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bertujuan sebagai upaya perbaikan sesuai kemampuan, seraya menyerahkan hasil akhirnya kepada kehendak Tuhan.

Catatan: Rilis ini disusun berdasarkan catatan opini Ghazali Abbas Adan yang membahas polemik lambang Aceh.

Sumber : https://lintasgayo.com/36561/lambang-aceh-a-historis-dan-akal-akalan/

Berita Terkait

Terinspirasi Retret Presiden, Syech Muharram Gagas Retret 234 Keuchik Aceh Besar
Delapan Keuchik Pagar Air Patungan Bersihkan Drainase, Beko Sultan Aywan Diturunkan Minggu
Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*
Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*
Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*
Pemulihan Belum Tuntas, Bupati Pidie Jaya Desak Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Jembatan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:09 WIB

Palangka Raya Bapas Kelas I Palangka Raya Gelar IMIPAS PEDULI 2026 Bersih Lingkungan Kantor dan Pasang Umbul-Umbul Jumat 6 November 2026 Semarak Hari Bhakti

Jumat, 6 November 2026 - 09:06 WIB

Mobil Oksigen Pemko Palangka Raya Kolaborasi Dinkes Dishub Sambangi Bapas Kelas I Palangka Raya Kamis 5 November 2026 Bantuan Oksigen Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 17:28 WIB

Rapat Dipimpin Kabapas Theo Adrianus Hadiri Kakanwil Ditjenpas Kalteng Hensah Kabid Bimkemas Tubagus Chaidir Kabag TU Yudho Yuwono

Kamis, 5 November 2026 - 17:16 WIB

Bapas Palangka Raya Hadiri Sidang TPP 16 Warga Binaan Direkomendasikan Usulan Integrasi Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 21:00 WIB

Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Susun Rangkaian Kegiatan Bahas Teknis Agar Tertib Khidmat Penuh Sukacita

Selasa, 3 November 2026 - 21:44 WIB

Kabapas Theo Adrianus Dukung Penuh BETANG KIPAS Buka Akses Kerja Dan Usaha Mandiri Klien

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Bapas Palangka Raya Gelar Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus Ipkemindo Kalimantan Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 21:15 WIB

Bapas Palangka Raya Dorong Klien Kembangkan Potensi dan Bakat Seni untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Berita Terbaru