ACEH TIMUR — Ada Suasana Berbeda Yang Mulai Terasa Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Menjelang 20 Februari 2026. Tidak Sekedar Memasuki Hari-Hari Awal Bulan Suci Ramadhan, Tetapi Karena Daerah Ini Akan Menjadi Tuan Rumah Sebuah Agenda Penting Yang Jarang Terjadi: Shalat Jumat Berjamaah Bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D.
Kunjungan Mendagri Untuk Melaksanakan Ibadah Jumat Di Masjid Kebanggaan Masyarakat Aceh Timur, Masjid Agung Darushshalihin, Sontak Menjadi Perhatian Publik. Banyak Pihak Bertanya-Tanya: Apa Makna Kehadiran Mendagri Di Jumat Pertama Ramadhan? Apa Saja Agenda Strategis Yang Dibawanya? Mengapa Aceh Timur Yang Dipilih?
Pemerintah Daerah Masih Menahan Detail Tertentu, Namun Memastikan Bahwa Acara Ini Memiliki “Nilai Simbolis Sekaligus Administratif” Bagi Hubungan Pusat Dan Daerah.
Di Balik Persiapan Teknis, Pemkab Aceh Timur Memaknai Agenda Ini Sebagai Momentum Memperkuat Komunikasi Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah, Sekaligus Menegaskan Peran Aceh Timur Sebagai Wilayah Yang Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Syariat Dan Tata Kelola Pemerintahan Yang Harmonis.
Kegiatan Akan Dimulai Tepat Pukul 12.46 WIB, Namun Pemerintah Daerah Memprediksi Jamaah Sudah Akan Memadati Kawasan Masjid Jauh Sebelum Waktu Tersebut. Tidak Hanya Karena Kehadiran Pejabat Negara, Tetapi Juga Karena Susunan Pelaksana Ibadah Yang Menarik Perhatian.
Khatib Dalam Kegiatan Ini Adalah Sosok Ulama Karismatik, Abi Paloh Gadeng (Tgk. H. Muhammad Sufi Ibrahim), Yang Dikenal Luas Dengan Ceramah Yang Lugas Namun Mendalam.
Sementara Imam Akan Dipimpin Oleh Hafiz Muda Aceh Timur, Ust. Ar-Rayyan Maulana Zikri, Santri Penghafal 30 Juz Yang Sekaligus Putra Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si.
Pemerintah Daerah Menyiapkan Pengamanan Berlapis, Jalur Kedatangan VVIP, Hingga Skema Pengaturan Jamaah—Namun Menariknya, Beberapa Detail Teknis Sengaja Tidak Dipublikasikan.
Kabag Protokol Hanya Menyampaikan Bahwa “Ada Beberapa Rangkaian Kegiatan Yang Akan Disampaikan Langsung Pada Hari H”, Membuat Publik Semakin Penasaran.
Di Tengah Persiapan Tersebut, Pemkab Aceh Timur Menyampaikan Imbauan Kepada Masyarakat Agar Hadir Lebih Awal. Selain Untuk Menjaga Kekhusyukan Ibadah, Langkah Itu Juga Penting Untuk Menghindari Kepadatan Jamaah Mengingat Tingginya Minat Masyarakat.
Bupati Aceh Timur Menegaskan Bahwa Kehadiran Mendagri Bukan Hanya Bentuk Penghormatan Kepada Aceh Timur, Tetapi Juga Pesan Bahwa Pemerintah Pusat Memberikan Perhatian Besar Terhadap Daerah Yang Sedang Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Sekaligus Mempertahankan Identitas Religiusnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Berharap Momentum Ini Menjadi Titik Temu Antara Nilai Religius Dan Tata Kelola Pemerintahan, Terutama Di Awal Ramadhan—Bulan Yang Identik Dengan Perbaikan Diri Dan Kebersamaan.
Apakah Akan Ada Pengumuman Khusus Dari Mendagri?
Apakah Langkah Ini Menjadi Sinyal Hubungan Yang Lebih Erat Antara Pusat Dan Daerah?
Ataukah Ada Misi Besar Yang Ingin Disampaikan Lewat Kesederhanaan Sebuah Ibadah Jumat?
Jawabannya, Tampaknya, Baru Akan Terungkap Ketika Seluruh Jamaah Berkumpul Di Masjid Agung Darushshalihin Pada Jumat Siang Nanti.
HIMBAUAN
Mari Seluruh Warga Aceh Timur Dan Sekitarnya Menyambut Shalat Jumat Pertama Ramadhan, Sembari Mendengar Wejangan Menyejukkan Dari Ulama Tercinta Kita.
#AcehTimur #Garang #Garang #Garang #Mr.AwanRimba





































