GAMPATA Geruduk Kantor Gubernur Aceh, Soroti isu Dana Banjir dan Isu Nikah Sirih Sekda Pemprov Aceh 

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 17:23 WIB

50200 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GAMPATA Geruduk Kantor Gubernur Aceh, Soroti Kejanggalan Dana Banjir dan Isu Nikah Sirih Sekda: Pemerintah Dinilai Tak Mampu Menjawab Aspirasi Massa Aksi

TLii | ACEH | BANDA ACEH – Gerakan Anak Muda Pembela Tanoh Aceh (GAMPATA) menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, 2 Maret 2026. Massa aksi mempertanyakan pengelolaan dana bencana banjir hidrometeorologi Aceh 2025 yang dinilai tidak transparan. Mereka menyoroti Realisasi Dana Belanja Tidak Terduga (BTT), rencana penggunaan Transfer ke Daerah (TKD), serta anggaran dan data relawan.

Dalam aksi itu, massa aksi juga menuntut klarifikasi terhadap isu nikah sirih Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang disebut mengemuka pascabencana. Namun hingga aksi berakhir, Sekda Aceh tidak kunjung hadir untuk memberikan penjelasan. Massa aksi menilai isu tersebut telah menjadi polemik di masyarakat dan meminta Pemerintah Aceh bersikap terbuka.

Pengelolaan dana bencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025 turut dipersoalkan dalam aksi tersebut. Massa aksi mempertanyakan lonjakan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 80 miliar untuk penanganan bencana banjir. Mereka juga menyoroti dugaan penyalahgunaan anggaran dalam kebijakan yang berjalan.

Koordinator aksi, Syahputra Ariga, mempertanyakan kejanggalan data anggaran karena adanya perbedaan signifikan antara catatan Pemerintah Aceh dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Dalam dokumen resmi, Pemerintah Aceh mencatat pagu BTT sebesar Rp 3,18 miliar, sementara data DJPK menunjukkan angka Rp 45,42 miliar. “Perbedaan tersebut juga meliputi angka realisasi yang berbeda. Kemungkinan ada indikasi korupsi di sini,” kata Syahputra.

Massa aksi juga menyoroti perubahan anggaran BTT dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 21 Tahun 2025 tentang penjabaran perubahan APBA. Dalam pergub itu, BTT dicatat naik dari Rp 3,1 miliar menjadi Rp 80,1 miliar. Massa aksi menilai lonjakan dalam waktu singkat tanpa penjelasan rinci ke publik berpotensi menimbulkan penyimpangan dan menuntut penjelasan terbuka soal peruntukan dan alur penggunaannya.

Selain itu, massa aksi mempertanyakan daftar Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang mengusulkan dan menerima dana BTT karena belum pernah dipublikasikan secara transparan. Mereka menilai realisasi anggaran terkesan dipaksakan dalam waktu singkat, sehingga berisiko menimbulkan persoalan administratif. Kondisi tersebut, menurut massa aksi, membuka peluang munculnya temuan dan potensi tindak pidana korupsi.

Koordinator Aksi, Syahputra Ariga, juga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai lambat merespons sejak awal massa berkumpul. “Mereka tidak berani menjumpai kita, berarti ada yang tidak beres di dalam sana,” ujar Saputra dalam orasinya. Massa aksi juga menuntut Gubernur Aceh menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kapasitas, karena mereka menilai belum ada perwakilan Pemerintah Aceh yang mampu menjawab tuntutan secara komprehensif.

Setelah cukup lama massa berorasi, perwakilan Pemerintah Aceh yang hadir adalah Sekretaris BPBA Muhammad Syahril. Namun massa aksi menilai Syahril tidak dapat menjawab dengan baik karena tidak menyertakan data yang dibutuhkan. Massa aksi kemudian memprotes jawaban tersebut, dan menilai Pemerintah Aceh gagal dalam penanganan bencana serta gagal merespons aspirasi massa aksi setelah Syahril disebut meninggalkan lokasi. (Red)

Berita Terkait

Perangi Narkoba, Pemkab Aceh Barat dan BNN Aceh Teken MoU Pembentukan ULT P4GN.
Bupati Pidie Jaya Terima Dividen Bank Aceh Rp2,07 Miliar dan Zakat Perusahaan Rp400 Juta, Tegaskan Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Mendengar Kisah Pilu 5 Anak yang Ditinggalkan Orang Tuanya, Polisi Pidie Jaya Ulurkan Bantuan*
Kabar Gembira..! Program RPL IAIN Langsa Mudahkan ASN Untuk Lanjut Kuliah
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa Terima Penghargaan Terbaik se Sumatera
Kapolres Pidie Jaya Terima Silaturahmi Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Meureudu, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pelayanan Masyarakat
Tiga Korban Tenggelam di Pantai Ujong Batee Ditemukan, Satu Remaja Masih Hilang
Peserta Seleksi Baitul Mal Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Ujian Secara Transparan

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Brando Hutahaean Serahkan Bantuan Drumband Lengkap dari Alumni ke UPTD SD Negeri Pardomuan Nauli

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Tanamkan Nilai Pancasila, Rutan Tanjung Rutin Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Pasca Insiden Perbaungan, KAI Divre I Sumut Perkuat Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Patroli Rutin Timsus Dayok Mirah Polres Pematangsiantar Amankan Dua Sepedamotor Knalpot Brong

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif Polres Pematangsiantar Patroli BLP 

Senin, 3 Agustus 2026 - 01:10 WIB

Pasporia di CFD Belawan: Imigrasi Layani 5 Permohonan Paspor Baru Dan Penggantian

Minggu, 2 Agustus 2026 - 22:58 WIB

Imigrasi Untuk Rakyat: Layanan Pasporia Hadir Langsung di CFD Kodaeral I Belawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Ramaikan HUT RI ke-81, PT Pelindo Regional 1 Cabang Belawan Sukseskan Car Free Day Di Kodaeral I

Berita Terbaru