TLii|Bupati Pidie Jaya bersama Asisten Administrasi Umum, Helmi, STTP, M. Si, Ka. BPKK, Inspektur, Ka. Bappeda, dan Kabag Perekonomian Setdakab Pidie Jaya menerima pelimpahan dividen PT Bank Aceh Syariah Tahun Buku 2025 sebesar Rp2.073.199.278 dan zakat perusahaan senilai Rp400.000.000 di Ruang Kerja Bupati Pidie Jaya, Senin 3 Agustus 2026, menjadi wujud nyata kontribusi Bank Aceh sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat kapasitas fiskal pemerintah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang produktif dan tepat sasaran.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang terus diberikan Bank Aceh kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Menurutnya, dividen yang diterima akan menjadi tambahan pendapatan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Sementara itu, zakat perusahaan diharapkan menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, mendorong pemberdayaan ekonomi umat, serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Pidie Jaya “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Aceh yang selama ini terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dividen ini merupakan hasil dari kinerja perusahaan yang baik dan menjadi tambahan kekuatan bagi daerah dalam membiayai pembangunan. Sementara zakat perusahaan harus benar-benar dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Bank Aceh dengan tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah.” Ia berharap Bank Aceh terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih dan akuntabel, serta menghadirkan berbagai inovasi layanan perbankan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Bupati menegaskan bahwa Bank Aceh memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Karena itu, ia meminta Bank Aceh untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, dan sektor-sektor produktif lainnya sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. “Bank Aceh harus terus hadir sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jaga amanah, tingkatkan profesionalisme, dan terus berinovasi agar Bank Aceh semakin maju, sehat, serta menjadi kebanggaan seluruh rakyat Aceh,” tegas Bupati.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Bank Aceh, diharapkan pengelolaan keuangan daerah semakin optimal, pembangunan berjalan lebih efektif, serta manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pidie Jaya yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Prokopim/Yuni).





























