TLii|Aceh|Aceh Utara – Dugaan penggelapan beasiswa mencuat di SD Negeri 3 Nibong, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara. Seorang wali murid bernama Agus Srikandi secara resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Aceh Utara, Rabu (12/3/2026).
Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/30/III/2026/SPKT/Polres Aceh Utara/Polda Aceh. Dalam laporannya, pelapor menduga beasiswa yang seharusnya diterima anaknya sejak duduk di bangku kelas 2 SD hingga lulus tidak pernah disalurkan sebagaimana mestinya.
Srikandi mengaku sangat keberatan dan merasa dirugikan atas dugaan tidak tersalurkannya dana bantuan pendidikan tersebut. Ia menyebutkan, selama anaknya masih bersekolah di SDN 3 Nibong, bantuan beasiswa yang diterima hanya sekali.
“Anak saya hanya pernah menerima bantuan sebesar Rp100.000 satu kali saja. Setelah itu tidak pernah lagi ada bantuan yang kami terima sampai anak saya lulus dari SD. Padahal setahu kami bantuan itu seharusnya ada setiap tahun,” ujar Srikandi kepada wartawan.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak sekolah tidak pernah memberikan penjelasan yang transparan kepada wali murid terkait penyaluran beasiswa tersebut.
“Saya merasa keberatan dan sangat kecewa. Ini menyangkut hak anak saya sebagai siswa. Saya sudah berusaha menghubungi pihak kepala sekolah untuk menanyakan persoalan ini, tetapi tidak mendapat tanggapan yang jelas. Karena itu saya memilih melaporkan kasus ini agar semuanya menjadi terang,” tegasnya.
Ironisnya, saat ini anak pelapor sudah melanjutkan pendidikan dan telah duduk di kelas 3 MTsN, sementara persoalan beasiswa tersebut belum pernah mendapat kejelasan.
Merasa hak anaknya dirugikan serta adanya dugaan penyelewengan dana pendidikan, Agus Srikandi akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polres Aceh Utara. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas perkara ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya hanya ingin kejelasan dan keadilan. Jika memang ada bantuan untuk siswa, seharusnya disalurkan dengan benar. Jangan sampai hak anak-anak yang membutuhkan justru tidak sampai kepada mereka,” pungkasnya.



























