YARA : Dugaan Penganiayaan Wabup Pidie Jaya Bukti Krisis Moral Pejabat Publik

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 09:58 WIB

50439 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidie — Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Pidie melontarkan kecaman keras terhadap dugaan tindakan penganiayaan yang kembali menyeret Wakil Bupati Pidie Jaya.

Kepala Perwakilan YARA Pidie, Junaidi, SH, menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk nyata krisis moral dan kegagalan menjaga etika seorang pejabat publik.

“Ini bukan lagi sekadar dugaan biasa, tetapi alarm keras bahwa ada masalah serius dalam integritas dan pengendalian diri seorang pejabat. Sangat memalukan jika benar seorang Wakil Bupati terlibat tindakan kekerasan,” tegas Junaidi, Rabu 15/04/26

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, jabatan publik bukan tameng untuk bertindak sewenang-wenang. Justru sebaliknya, pejabat publik dituntut memiliki standar moral yang lebih tinggi dibanding masyarakat biasa.

“Kalau benar terjadi penganiayaan, ini adalah bentuk penyalahgunaan posisi dan cerminan arogansi kekuasaan. Tidak boleh ada toleransi terhadap perilaku premanisme dalam birokrasi,” ujarnya dengan nada keras.

Junaidi juga menyoroti berulangnya persoalan yang menyeret nama yang bersangkutan, yang dinilai menunjukkan bahwa tidak ada efek jera dan lemahnya kontrol terhadap perilaku pejabat.

“Publik tidak butuh pemimpin yang emosional dan represif. Publik butuh pemimpin yang berintegritas, beradab, dan mampu menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan,” katanya.

YARA Pidie secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk tidak ragu menindak siapapun yang terlibat, tanpa melihat jabatan dan kekuasaan.

“Kami ingatkan, hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Jika aparat penegak hukum tidak bertindak tegas, maka kepercayaan publik terhadap institusi hukum akan runtuh,” tegas Junaidi.

Selain itu, YARA juga mendesak adanya langkah politik dan administratif dari pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mengevaluasi posisi yang bersangkutan.

“Jika dugaan ini terbukti, maka sudah seharusnya ada konsekuensi serius, baik secara hukum maupun secara politik. Jabatan tidak boleh dipertahankan oleh mereka yang mencoreng kehormatan publik,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, YARA menegaskan akan mengawal penuh proses hukum kasus ini dan tidak akan tinggal diam terhadap segala bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh pejabat publik.

“Ini bukan hanya soal satu orang, ini soal marwah pemerintahan dan keadilan. Jika dibiarkan, maka ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Aceh,” tutup Junaidi dengan tegas. (Red).

Berita Terkait

Dugaan Pengutipan Bantuan di Gampong Cebrek Disorot, Kadinsos Aceh Utara Tegaskan Apa Pun Alasannya Tidak Boleh!
Bhayangkari Gelar Khitanan Massal, Donor Darah, dan Santunan bagi Anak di Pidie Jaya
Maulid di Yayasan Srikandi Lhokseumawe, 21 Anak Yatim Terima Santunan, Siswa Ikuti Lomba Islami
Dikonfirmasi soal Dana SPP, Kepala SMA Negeri 3 Kutacane Diduga Blokir Nomor Wartawan, Transparansi Dipertanyakan
66 Unit Alat Berat Perkuat Rehab-Rekon Pidie Jaya, Bupati Sibral Jemput Dukungan Pusat
82 Masjid di Aceh Besar Umumkan Khatib dan Imam Shalat Jumat, 16 Oktober 2026
Penelusuran Jejak Sejarah Multietnis dan Bahasa Daerah Generasi Z di Kota Langsa
DPR Aceh Dukung Penuh Pembangunan Jembatan Mbarung dan Natam di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Kepala Bapas Theo Adrianus Tegaskan Pelayanan Optimal Kedepankan Profesionalisme dan Nilai Kemanusiaan Kondisi Khusus

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tegaskan Litmas Peran Strategis Pastikan Kajian Akurat dan Objektif Reintegrasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Sidang TPP Ke-53 Bapas Palangka Raya, 8 Usulan Pembebasan Bersyarat Direkomendasikan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:18 WIB

PK Ingatkan Jaga Sikap di Ruang Digital dan Kabapas Theo Adrianus Pesan Bijak Bermedsos Manfaat Positif

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tegaskan Penilaian Cermat, Objektif, Profesional dan Dapat Dipertanggungjawabkan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Kolaborasi Wujudkan Layanan Humanis dengan Mengedepankan Kepentingan Terbaik Bagi Anak Binaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Kabapas Theo Adrianus Tekankan Soliditas dalam Solidaritas Bangun Lingkungan Kerja Harmonis Produktif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Arahan Penguatan Peran Bapas sebagai Piloting Pidana Pengawasan & Kerja Sosial – Siapkan Best Practice, Registrasi Administrasi Klien & Optimalisasi Pos Bapas

Berita Terbaru