
TLii | ACEH | ACEH TENGGARA | Kutacane | 24 Mei 2026. Berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar segera membersihkan dan mengangkat puing Jembatan Rangka Baja Mbarung yang hingga kini masih terdampar di aliran Sungai Lawe Alas.
Sudah sekitar enam bulan pasca ambruk dihantam banjir luapan Sungai Lawe Alas, puing jembatan yang menghubungkan Kecamatan Babussalam, Kecamatan Lawe Alas, dan Kecamatan Darul Hasanah tersebut belum juga dipindahkan oleh pemerintah daerah.
Sopian Desky, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus aktivis di Aceh Tenggara, mengaku resah melihat rangka baja jembatan yang masih berada di tengah aliran sungai. Menurutnya, selain mubazir karena tak kunjung dipindahkan, keberadaan puing jembatan itu juga berpotensi membahayakan pemukiman warga Desa Mbarung dan sekitarnya.
“Jika debit Sungai Lawe Alas meningkat disertai curah hujan tinggi seperti beberapa pekan terakhir, dikhawatirkan banjir akan mengancam pemukiman warga. Apalagi jika kayu-kayu besar hanyut lalu tersangkut di rangka baja jembatan, maka arus sungai bisa tersumbat dan air meluap ke permukiman,” ujar Sopian Desky.
Ia menilai, membiarkan puing jembatan berada di tengah sungai sama saja mengundang terjadinya banjir. Kayu-kayu besar yang terbawa arus sangat mungkin tersangkut pada rangka baja tersebut sehingga memperparah penyumbatan aliran Sungai Alas.
“Kami sangat khawatir pemukiman warga Mbarung yang berada di bantaran Sungai Alas akan terdampak lebih parah apabila kondisi ini terus dibiarkan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan M. Latip, warga Aceh Tenggara lainnya. Ia berharap pemerintah daerah bersama dinas terkait segera mengambil langkah cepat sebelum terjadi bencana yang lebih besar.
“Sebelum banjir dan bencana alam kembali terjadi, kami berharap puing jembatan rangka baja ini segera diangkat dan dipindahkan ke tempat yang aman,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, M. Asbi, ST, kepada Kutacane Timeline pada Sabtu (23/5), mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Aceh Tenggara terkait pemindahan puing jembatan tersebut.
Menurutnya, jembatan rangka baja Mbarung yang ambruk itu merupakan aset daerah sehingga penanganannya harus melibatkan instansi terkait.
(Mardian Mamas)



























