Ayahwa Perjuangkan Kepentingan Aceh di Kementerian Agama, MTQ Nasional hingga Kebangkitan Samudra Pasai

RAMAZANI

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:44 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|JAKARTA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, S.E., M.M., memenuhi undangan Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Kehadiran Bupati yang akrab disapa Ayahwa tersebut untuk mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang berhalangan hadir.

 

Dalam pertemuan strategis itu, Ayahwa membawa sejumlah agenda penting, mulai dari aspirasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional, laporan kerusakan infrastruktur keagamaan pasca-banjir, hingga pengembangan kawasan bersejarah Samudra Pasai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama Republik Indonesia mewakili Bapak Gubernur Aceh. Kami menyampaikan salam hormat dari Bapak Gubernur serta menitipkan harapan besar dari masyarakat agar pelaksanaan MTQ Nasional mendatang dapat diselenggarakan di Provinsi Aceh,” ujar Ayahwa.

 

Selain menyampaikan agenda provinsi, Bupati Ayahwa memanfaatkan kesempatan itu untuk melaporkan kondisi terkini sektor pendidikan dan fasilitas keagamaan di Kabupaten Aceh Utara yang mengalami dampak serius akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

 

Berdasarkan data yang dipaparkan Bupati Ayahwa kepada Menang, banjir merusak puluhan madrasah yang mengakibatkan proses belajar mengajar belum berjalan normal. Fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi 15 unit Raudhatul Athfal (RA), 13 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI), 10 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7 unit Madrasah Aliyah (MA).

 

Tidak hanya fasilitas pendidikan formal, kerusakan masif juga melanda sarana ibadah dan lembaga pendidikan non-formal (dayah/pesantren) di berbagai wilayah Aceh Utara, masing-masing 205 unit masjid, 213 unit dayah/pesantren, 267 unit meunasah (surau), dan 1.309 unit balai pengajian.

 

“Akibat kondisi tersebut, proses belajar mengajar dan aktivitas keagamaan di beberapa tempat belum dapat berjalan normal. Kami sangat mengharapkan perhatian dan dukungan berupa rehabilitasi dari Kementerian Agama, mengingat penanganan sarana pendidikan dan fasilitas keagamaan ini berada di bawah kewenangan Kemenag,” tuturnya.

 

Di hadapan Menteri Agama itu, Bupati Aceh Utara juga mengangkat isu penting lain terkait pelestarian sejarah Islam. Ia mengingatkan kembali bahwa Aceh Utara merupakan situs bersejarah tempat masuknya Islam pertama di Nusantara melalui peradaban Kerajaan Samudra Pasai.

 

Disampaikan Ayahwa, saat ini, kawasan Monumen Samudra Pasai dinilai masih membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat agar nilai historisnya tidak pudar.

 

“Pemkab Aceh Utara berharap lahan yang telah kami siapkan di sekitar kawasan monumen dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pesantren. Kita ingin kawasan sejarah Samudra Pasai ini kembali hidup dan bangkit sebagai pusat pendidikan sekaligus syiar Islam di Nusantara,” kata Ayahwa.

 

Dalam momen itu, Bupati Ayahwa secara resmi menyampaikan undangan kepada Menag untuk melakukan kunjungan kerja langsung ke Bumi Malikussaleh. Kehadiran Menag diharapkan dapat meninjau langsung tingkat kerusakan fasilitas keagamaan dan pendidikan di lapangan guna mempercepat langkah penanganan.

Berita Terkait

10 SMK Aceh Utara Unjuk Karya di Milad Samudera Pasai ke-800, Produk Siswa Jadi Sorotan
800 Tahun Samudera Pasai, Disperindagkop UKM Aceh Utara Pamerkan Kekuatan Ekonomi Rakyat
Stan Kecamatan Lhoksukon Hidupkan Rasa dan Identitas Lokal di Milad 800 Tahun Samudera Pasai
Stan Tanah Pasir Angkat Jejak Tradisi: Dari Mata Cangkul, Kueh hingga Kanoet Tanoh
Ribuan Penonton Terpukau, Rapai Debus Sinar Pelita Hentak HUT Samudera Pasai ke-800 di Lapangan Landeng
Bink Vho Aceh Bikin Ribuan Warga Terpukau di Milad 800 Samudera Pasai
Meriahkan 8 Abad Samudera Pasai, Stand Perkim Tampilkan Jejak Pembangunan Aceh Utara
Imigrasi Belawan Gelar Rakor TIMPORA Deli Serdang, Siapkan Transisi Wilayah Kerja ke Kualanamu

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:50 WIB

10 SMK Aceh Utara Unjuk Karya di Milad Samudera Pasai ke-800, Produk Siswa Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 23:38 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Disperindagkop UKM Aceh Utara Pamerkan Kekuatan Ekonomi Rakyat

Sabtu, 12 September 2026 - 23:21 WIB

Stan Kecamatan Lhoksukon Hidupkan Rasa dan Identitas Lokal di Milad 800 Tahun Samudera Pasai

Sabtu, 12 September 2026 - 23:12 WIB

Stan Tanah Pasir Angkat Jejak Tradisi: Dari Mata Cangkul, Kueh hingga Kanoet Tanoh

Sabtu, 12 September 2026 - 23:03 WIB

Ribuan Penonton Terpukau, Rapai Debus Sinar Pelita Hentak HUT Samudera Pasai ke-800 di Lapangan Landeng

Sabtu, 12 September 2026 - 22:12 WIB

Meriahkan 8 Abad Samudera Pasai, Stand Perkim Tampilkan Jejak Pembangunan Aceh Utara

Sabtu, 12 September 2026 - 21:28 WIB

Imigrasi Belawan Gelar Rakor TIMPORA Deli Serdang, Siapkan Transisi Wilayah Kerja ke Kualanamu

Sabtu, 12 September 2026 - 21:28 WIB

Pemko Langsa Kerahkan 2 Excavator, Bersihkan Tumpukan Kayu di Krueng Langsa

Berita Terbaru