TLii | Aceh | ACEH UTARA — Perayaan Milad Samudera Pasai ke-800 di Lapangan Landing, Lhoksukon, tidak hanya menghadirkan panggung budaya dan sejarah. Di antara deretan anjungan yang dipadati pengunjung, stan Cabdin Wilayah Kabupaten Aceh Utara – SMK BLUD tampil membawa wajah lain:
kreativitas siswa yang dikemas menjadi produk bernilai guna.
Stan tersebut menjadi ruang bersama bagi 10 SMK di Aceh Utara. Beragam hasil karya ditata untuk diperkenalkan kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan potensi pendidikan vokasi dalam menghasilkan produk yang bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha. (Sabtu/12/09/2026)
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain Bloniews, risol ayam sayur, pupuk cair dan pupuk kompos. Kehadirannya memperlihatkan bahwa keterampilan peserta didik tidak berhenti di ruang praktik, tetapi dapat diarahkan menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.
Salah satu yang ikut memperkenalkan produk tersebut adalah Cut Dewi dari SMK Negeri 1 Cot Girek. Keterlibatan siswa dan unsur sekolah membuat stan terasa lebih hidup karena pengunjung dapat memperoleh penjelasan langsung mengenai karya yang dipamerkan.
Kreativitas merambah fesyen dan kerajinan
Kekuatan stan semakin terlihat dari ragam produk yang berasal dari bidang berbeda. SMK Negeri 1 Baktiya Barat membawa karya busana batik hasil kreativitas anak sekolah, sementara SMK Sawang menampilkan tas buatan sekolah.
Ragam tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi memiliki cakupan luas. Keahlian siswa dapat diterapkan pada pengolahan pangan, pertanian, fesyen hingga kerajinan.
Keikutsertaan 10 SMK dalam perhelatan besar tersebut juga membuka kesempatan bagi karya pelajar untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Produk yang selama ini berkembang di lingkungan sekolah mendapat ruang untuk dikenal oleh pengunjung dari berbagai wilayah.
Momentum 800 tahun Samudera Pasai pun memberi makna tersendiri. Di tengah upaya mengenang kejayaan sejarah Aceh Utara, generasi muda menunjukkan bentuk kontribusinya melalui keterampilan dan inovasi.
Jika masa lalu Samudera Pasai dikenal sebagai bagian penting dari jalur perdagangan dan peradaban, maka karya para pelajar hari ini menjadi gambaran tentang bagaimana generasi penerus dipersiapkan menghadapi tuntutan zaman.
Dari risol, pupuk, batik hingga tas, stan SMK
BLUD membawa satu pesan sederhana:
sekolah kejuruan bukan sekadar tempat belajar keterampilan, tetapi juga ruang untuk melahirkan karya yang berpeluang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru.


































