Bukan Sekadar Modal, LANA Minta Investasi Beri Manfaat Nyata

JEJAK INFORMASI

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:47 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGAN RAYA – Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik dan partisipasi masyarakat dalam setiap rencana investasi yang akan masuk ke daerah tersebut.

Ketua LANA, Teuku Laksamana, menyampaikan bahwa investasi merupakan bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, aspek hukum, serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia menilai, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara jelas mengenai arah kebijakan investasi, tujuan pembangunan, manfaat ekonomi, hingga potensi dampak sosial dan lingkungan yang mungkin muncul.

“Investasi bukan hanya persoalan masuknya modal atau berdirinya perusahaan. Ada tanggung jawab pemerintah untuk memastikan masyarakat memahami manfaat dan risiko dari setiap kebijakan yang diambil,” kata Teuku Laksamana, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan antara pemerintah, investor, dan masyarakat. Tanpa komunikasi yang baik, kebijakan investasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik sosial di tengah masyarakat.

LANA menegaskan bahwa proses pembangunan daerah harus melibatkan masyarakat sejak awal, bukan hanya ketika sebuah kebijakan telah diputuskan.

“Masyarakat jangan sampai hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka harus memiliki ruang untuk memberikan masukan dan mengetahui bagaimana investasi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Selain itu, LANA mengingatkan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya agar tetap menghormati prinsip demokrasi dalam menghadapi berbagai pandangan masyarakat terkait investasi.

Teuku Laksamana menyebutkan bahwa kritik maupun aspirasi warga merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat dalam negara hukum.

“Pemerintah harus mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi dan tidak boleh dianggap sebagai hambatan pembangunan,” tegasnya.

Lebih lanjut, LANA memandang bahwa aset terbesar Kabupaten Nagan Raya bukan hanya sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat agar warga lokal mampu menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi yang ideal bukan hanya membawa modal, tetapi juga membawa peningkatan kapasitas masyarakat, transfer ilmu, membuka lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi daerah,” jelas Teuku Laksamana.

LANA juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap sektor pengelolaan sumber daya alam, termasuk pertambangan, agar berjalan sesuai aturan perundang-undangan serta prinsip pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan setiap kegiatan investasi memenuhi aspek legalitas, perlindungan lingkungan, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.

“Jika investasi hanya berorientasi pada pengambilan sumber daya alam tanpa memperkuat masyarakat lokal, maka tujuan pembangunan perlu dievaluasi,” katanya.

LANA berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dapat memastikan setiap investasi yang masuk menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya aktivitas ekonomi jangka pendek.

“Investasi harus menjadi jalan menuju kemandirian daerah. Kekayaan Nagan Raya harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Nagan Raya,” tutup Teuku Laksamana.

Berita Terkait

Raih Apresiasi Bunda PAUD Nasional, Bunda PAUD Lhokseumawe Bagikan Praktik Baik pada Penguatan Pokja se-Aceh
Kapolda Aceh: Purna Bakti Bukan Akhir Pengabdian, Purnawirawan Tetap Pilar Kekuatan Polri
852 Imum Gampong di Aceh Utara Terima Motor Operasional dari Pemkab
Pimpin Rakornis Disdikbud, Tarmizi Targetkan Pendidikan Aceh Barat Terbaik di Aceh
Tes Komputer dan Soal Akademik Berstandar Olimpiade Jadi Kebaruan Seleksi Taruna Akpol 2026
Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
Polres Lhokseumawe Turun ke SPBU, Atur Antrean Demi Kenyamanan Masyarakat
Kapolda Aceh Kunjungi Stan Bhayangkari Daerah Aceh di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:24 WIB

Perkuat Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Arahan Dirjenpas Secara Virtual

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:15 WIB

Optimalkan Pelaksanaan Tusi, Kalapas Bersama Jajaran Lapas Padangsidimpuan Ikuti Zoom Pengarahan Dirjenpas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:58 WIB

Rutan Labuhan Deli Jadi Tuan Rumah Penguatan Tusi UPT Pemasyarakatan se-Sumut oleh Stafsus Menimipas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:30 WIB

Dukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Medan Gelar Tes Urine Dan Razia Rutin

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:11 WIB

Bapas Medan Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Melalui Zoom Meeting

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:05 WIB

Sinergi TNI dan Pemasyarakatan, Karutan Labuhan Deli Hadiri Pembagian Tali Asih di Koramil Marelan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:40 WIB

Kontrol Keliling Blok Hunian, Lapas Pemuda Langkat Perkuat Pengawasan Dan Deteksi Dini Kamtib

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

PT PPK Perkuat Daya Saing Pelabuhan Belawan Lewat Pembangunan Jaringan Listrik Modern

Berita Terbaru