TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
07/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Labuhanbatu Utara, 07 Juni 2026 Stasiun Mambang Muda terus memperkuat perannya sebagai pintu gerbang transportasi utama yang menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan berbagai kota strategis di Sumatera Utara. Selain memiliki nilai sejarah yang panjang, stasiun ini kini menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi daerah.

Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan letak geografis Stasiun Mambang Muda yang dekat dengan pusat pemerintahan menjadikannya sebagai simpul transportasi yang penting bagi masyarakat.
“Letak geografis yang dekat dengan pusat pemerintahan menjadikan Stasiun Mambang Muda sebagai pintu masuk sekaligus poros mobilitas krusial yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Labuhanbatu Utara untuk melakukan interaksi sosial antardaerah,” ujarnya.
Stasiun Mambang Muda memiliki sejarah panjang dalam perkembangan transportasi di kawasan Pantai Timur Sumatera. Stasiun ini mulai beroperasi pada 19 Agustus 1937 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api Kisaran–Mambang
Muda–Rantauprapat. Pada masa lalu, wilayah ini juga dikenal sebagai gerbang menuju kawasan Kesultanan Kualuh yang berdiri sejak tahun 1829.
Seiring perkembangan zaman, posisi Stasiun Mambang Muda semakin strategis karena hanya berjarak sekitar empat kilometer dari Aek Kanopan, ibu kota Kabupaten Labuhanbatu Utara yang resmi ditetapkan sejak pembentukan kabupaten tersebut pada 21 Juli 2008.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api tercermin dari peningkatan jumlah pelanggan yang menggunakan stasiun tersebut. Pada Mei 2026, sebanyak 4.321 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Mambang Muda. Angka tersebut meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.688 pelanggan.
Secara kumulatif, selama periode Januari hingga Mei 2026, volume pelanggan mencapai 23.156 orang. Jumlah ini tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 19.183 pelanggan.
Melalui layanan KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif, Stasiun Mambang Muda menghubungkan masyarakat Labuhanbatu Utara dengan berbagai pusat aktivitas ekonomi di Sumatera Utara, termasuk Kisaran dan Medan.
Konektivitas tersebut turut mendukung sektor perkebunan kelapa sawit dan karet yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, sekaligus mempermudah akses wisatawan menuju kawasan Aek Kanopan dan sekitarnya.
Menurut Anwar, pertumbuhan jumlah penumpang menjadi dorongan bagi PT KAI Divre I Sumatera Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas di stasiun tersebut.
“Peningkatan minat masyarakat ini kami respons sebagai amanah untuk terus berinovasi. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh untuk melakukan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Mambang Muda guna menjamin pengalaman bermobilisasi yang semakin menyenangkan bagi seluruh masyarakat Labuhanbatu Utara, Ujarnya.
(***)



























