Ada Apa di Balik Program MBG Aceh Barat? LANA Desak Kejari Aceh Barat Usut Program MBG, Dugaan Mark Up dan Kelebihan Bayar Jadi Sorotan

JEJAK INFORMASI

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:04 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat kini menjadi sorotan.

Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut setelah muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara barang yang dipesan dengan barang yang diterima.

Desakan itu disampaikan Ketua LANA, Teuku Laksamana, menyusul berkembangnya informasi di tengah masyarakat terkait dugaan praktik yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dalam proses pengadaan kebutuhan Program MBG di Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Teuku Laksamana, setiap program yang menggunakan anggaran negara wajib diawasi secara ketat agar tujuan mulia yang ingin dicapai tidak tercoreng oleh dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Justru karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami meminta Kejari Aceh Barat melakukan audit serta pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh proses pengadaan yang berkaitan dengan program tersebut,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Dugaan Selisih Barang dan Potensi Kerugian Negara

LANA menyoroti adanya informasi yang menyebutkan kemungkinan terjadi perbedaan antara jumlah barang yang tercantum dalam dokumen pemesanan dengan jumlah barang yang diterima di lapangan.

Sebagai ilustrasi, apabila dalam dokumen tercatat pemesanan bahan pangan sebanyak 10 kilogram, namun yang diterima hanya 8 kilogram sementara pembayaran tetap dilakukan untuk jumlah penuh, maka terdapat selisih yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administrasi.

“Jika informasi tersebut benar, maka terdapat indikasi kelebihan pembayaran atau potensi mark up yang harus ditelusuri. Selisih sekecil apa pun tetap menyangkut uang negara dan harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” kata Teuku Laksamana.

Ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses audit dan pemeriksaan yang objektif oleh aparat penegak hukum maupun lembaga pengawasan yang berwenang.

Minta Kejaksaan Telusuri Seluruh Rantai Pengadaan

LANA meminta Kejari Aceh Barat tidak hanya memeriksa dokumen pembayaran, tetapi juga menelusuri seluruh rantai pengadaan mulai dari kontrak kerja, dokumen pemesanan, bukti penerimaan barang, hingga mekanisme pembayaran kepada penyedia.

Menurut LANA, langkah tersebut penting untuk memastikan apakah terdapat ketidaksesuaian volume, kualitas, spesifikasi barang, maupun harga yang dibayarkan oleh negara.

“Jangan hanya melihat administrasi di atas kertas. Yang lebih penting adalah memastikan kesesuaian antara dokumen dan fakta di lapangan. Karena dalam banyak kasus, persoalan sering muncul pada tahap distribusi dan penerimaan barang,” ujarnya.

Menjaga Kredibilitas Program Strategis Pemerintah

LANA menilai pemeriksaan perlu segera dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG yang merupakan salah satu program strategis pemerintah.

Menurut Teuku Laksamana, apabila tidak ada penyimpangan, maka hasil pemeriksaan dapat menjadi klarifikasi resmi yang menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, maka aparat penegak hukum harus menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak sedang menuduh pihak tertentu melakukan tindak pidana. Namun setiap informasi yang mengarah pada potensi kerugian negara harus diuji melalui mekanisme hukum yang objektif. Ini penting demi menjaga integritas program dan melindungi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dorong Transparansi Hasil Pemeriksaan

Selain meminta dilakukan pemeriksaan, LANA juga mendesak agar hasil audit maupun penyelidikan nantinya disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan salah satu cara efektif untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah uang negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

“Program yang baik harus dijaga dari segala bentuk praktik yang berpotensi merusak kepercayaan publik. Jika tidak ditemukan pelanggaran, masyarakat berhak mengetahui. Jika ditemukan penyimpangan, maka proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya. Yang terpenting adalah kebenaran dan akuntabilitas,” tutup Teuku Laksamana.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai informasi dugaan tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi yang berkembang masih memerlukan verifikasi dan pembuktian melalui proses pemeriksaan oleh instansi yang berwenang.

#LANA,MBG,KEJARI Aceh barat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

“Tak Sekadar Janji, Azhari M. Nur Haji Maop Tunjukkan Kepedulian Nyata, Bantu Kursi Roda untuk Warga Idi Tunong”
Tak Sekadar Seremoni, SDN 2 Dewantara Wujudkan Maulid Nabi dengan Santunan 13 Anak Yatim
Prabowo Dijadwalkan ke Aceh Barat, LANA: Momentum Baik Mengadu Langsung ke Presiden, Jangan Sampai Persoalan Rakyat Ditutupi Seremoni
Benahi Plafon hingga Perkuat Pengawasan, Lapas Lhoksukon Tingkatkan Kewaspadaan
Gerakan Pangan Murah Serentak, Bulog Salurkan Ribuan Kilogram Bahan Pokok di Lhokseumawe
Sambut Hari Santri 2026, Ayahwa Bupati Aceh Utara Ajak Semua Elemen Serentak Berbusana Santri
Bupati Pidie Jaya Targetkan Realisasi PRR 90 Persen pada November 2026, Satgas Pusat Turun ke Lapangan
LANA Desak KPK Masuk Aceh Barat, Kebijakan Bupati Tarmizi Disorot: Jangan Sampai APBK Jadi Ladang Kepentingan!

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru Ikut Dukung Komitmen Pengamanan Pembinaan WBP dan Pencegahan Gangguan Kamtib

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru 26 Oktober 2026 Pastikan WBP Bersih dari HP Ilegal Wujudkan Lapas Aman Tertib

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Kalapas Endang Sriwati Dampingi Kegiatan Bersama Ibu Asuh dan Petugas Klinik Wujud Pelayanan Humanis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat Aman dan Peduli Kesehatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Kalapas Endang Sriwati Hadiri Monev Capaian Kinerja Kanwil Ditjenpas Riau

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Kembangkan Program Pembinaan Berkelanjutan Bermanfaat Nyata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Komitmen Pelayanan Humanis dan Responsif Dukung Pembinaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Paminal Periksa Kombes Silvester Kasus PLN Batam Kini Disorot: KPK Harus Bertindak?

Berita Terbaru