TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
14/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Simalungun Stasiun Dolok Merangir terus memperkokoh posisinya sebagai infrastruktur vital di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Selain menjadi sarana transportasi andalan masyarakat, stasiun yang telah beroperasi sejak tahun 1916 ini juga berperan sebagai pos transit logistik strategis yang mendukung distribusi energi di wilayah Sumatera Utara.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup signifikan di Stasiun Dolok Merangir.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, stasiun tersebut melayani sebanyak 5.300 pelanggan atau meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 4.405 pelanggan.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, bebas kemacetan, dan tepat waktu.
“Keberadaan Stasiun Dolok Merangir yang setiap harinya disinggahi dua perjalanan KA Siantar Ekspres, baik tujuan Siantar maupun Medan, sangat memudahkan masyarakat Simalungun bagian utara untuk melakukan mobilitas dan menuju ke beberapa daerah lain di Sumatera Utara,” ujar Anwar, Minggu (14/6/2026).
Tidak hanya melayani angkutan penumpang, Stasiun Dolok Merangir juga memiliki fungsi khusus sebagai titik transit wajib bagi kereta api pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Labuhan menuju Stasiun Siantar.
Menurut Anwar, kondisi geografis jalur rel menuju Siantar yang memiliki tanjakan dengan kemiringan mencapai 20 permil mengharuskan rangkaian kereta BBM diurai terlebih dahulu demi menjamin keselamatan perjalanan.
Ia menjelaskan, apabila satu lokomotif menarik 20 gerbong tangki BBM dari Stasiun Labuhan, maka saat tiba di Stasiun Dolok Merangir rangkaian tersebut harus dibagi menjadi tiga bagian. Lokomotif hanya diperbolehkan menarik maksimal tujuh gerbong dalam satu perjalanan menuju Stasiun Siantar.
Setelah mengantarkan sebagian gerbong, lokomotif akan kembali ke Dolok Merangir untuk melangsir sisa gerbong secara bertahap hingga seluruh muatan tiba di tujuan.
Peran ganda tersebut menjadikan Stasiun Dolok Merangir tidak hanya sebagai penghubung mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai simpul penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik energi di Sumatera Utara.
KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus merawat dan meningkatkan fasilitas pelayanan di stasiun tersebut agar tetap mampu menjawab kebutuhan transportasi dan logistik yang terus berkembang.
“Stasiun Dolok Merangir adalah bukti nyata bagaimana nilai sejarah dan kebutuhan modern dapat berjalan beriringan. KAI memastikan stasiun ini terus adaptif dan optimal dalam menggerakkan roda perekonomian serta menjamin keselamatan, baik bagi mobilitas masyarakat Simalungun maupun kelancaran distribusi logistik nasional di Sumatera Utara,” tutup Anwar, Ungkapnya.
(***)



























