TIMELINES iNews Investigasi | PIDIE JAYA ,ACEH– Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), program Kerja Kesiapsiagaan dan Mitigasi (Pokja KM), terus memperkuat budaya sadar bencana di Aceh melalui program peningkatan kapasitas kesiapsiagaan yang berlangsung sejak 7 Juni hingga 6 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB), pelaksanaan program TAGANA Masuk Sekolah (TMS), serta pelatihan dasar bagi calon TAGANA Muda.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dan lingkungan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi.
Kegiatan TAGANA Masuk Sekolah kali ini dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Islam dan Panti Asuhan Ummul Ayman II, Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Sebanyak ratusan santri mengikuti pelatihan yang dipandu oleh Person in Charge (PIC) Pokja KM Direktorat PSKB Kemensos RI, Komarudin, bersama Ketua Forum TAGANA Pidie Jaya, Hendrawan Nugroho.Tim Kemensos RI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana melalui Program TAGANA Masuk Sekolah di Pidie Jaya
Kegiatan turut didukung oleh Tim TAGANA Aceh yang terdiri atas Murtala, Fandi Irawan, dan Siti Nurhaliza.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan kajian risiko bencana, prosedur evakuasi, pendidikan aman bencana berbasis sekolah, mekanisme umpan balik, pencegahan perundungan, body mapping, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual, serta pemahaman mengenai ancaman, kerentanan, dan dampak risiko bencana.
Para peserta juga dibekali pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas lingkungan pendidikan dalam menghadapi situasi darurat.
Komarudin mengatakan, program TAGANA Masuk Sekolah merupakan salah satu upaya Kemensos RI untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.
Melalui penyuluhan, pelatihan dasar kebencanaan, dan simulasi evakuasi, para siswa dan santri diharapkan mampu mengenali potensi ancaman, memahami langkah penyelamatan diri, serta menumbuhkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai bencana seperti gempa bumi, banjir, maupun kebakaran.
Sementara itu, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam dan Panti Asuhan Ummul Ayman II, Tgk. Busairi Fakhrurrazi, menyampaikan apresiasi kepada Tim Kemensos RI,
Dinas Sosial Aceh dan Tagana, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pidie Jaya atas kepercayaan memilih yayasan tersebut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Program ini sangat bermanfaat untuk membentuk lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana,” ujarnya.
Melalui program ini, Kemensos RI berharap budaya kesiapsiagaan bencana dapat terus tumbuh di lingkungan pendidikan sehingga tercipta generasi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.*[Yahbit]


























