TLii | SUMUT | LAPAS TEBING TINGGI
28/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tebing Tinggi, 28 Juli 2026 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tebing Tinggi terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Komitmen tersebut diwujudkan dengan kegiatan penanaman sayuran pakcoy di lahan pertanian pembinaan milik Lapas, Selasa (28/7).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali WBP dengan keterampilan di bidang pertanian sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja. Selain menjadi sarana pembelajaran, budidaya pakcoy juga memberikan pengalaman praktis kepada WBP dalam mengelola lahan pertanian secara produktif sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sebelum penanaman dilakukan, para WBP terlebih dahulu menerima pembekalan mengenai teknik budidaya pakcoy, mulai dari persiapan media tanam, pemilihan bibit berkualitas, teknik penanaman yang benar, hingga perawatan tanaman agar tumbuh optimal. Seluruh proses berlangsung dengan pendampingan petugas sehingga sesuai dengan prosedur budidaya yang baik.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Febi Surya Lesmana, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, Ahmad Masrury, beserta jajaran staf kegiatan kerja yang melakukan pendampingan dan pengawasan selama pelaksanaan. Kehadiran para pejabat dan petugas menjadi wujud dukungan terhadap optimalisasi program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Tebing Tinggi.
Budidaya pakcoy tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter bagi WBP. Melalui aktivitas bercocok tanam, mereka dilatih untuk bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal positif dalam proses reintegrasi sosial setelah menjalani masa pidana.
Selain itu, hasil panen pakcoy nantinya diharapkan dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan Lapas sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Program ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga pada penguatan keterampilan hidup (life skills) yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi warga binaan.
Melalui program ini, Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara petugas dan warga binaan, program pembinaan kemandirian di bidang pertanian diharapkan terus berkembang serta mampu mencetak WBP yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti, Pungkasnya.
(***)




























