Timlines iNews Investigasi | Sigli,Aceh – Junaidi terpilih sebagai Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, dalam pembentukan kepengurusan yang dipandu Tim Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial RI.
Dengan terbentuknya KSB Kecamatan Mutiara, Provinsi Aceh kini memiliki 43 Kampung Siaga Bencana yang telah dikukuhkan hingga tahun 2026.
Pembentukan kepengurusan berlangsung di Aula Kantor Camat Mutiara, Kabupaten Pidie, Kamis (3/7/2025), dan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, drh. Fazli, M.Si.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Sosial RI yang mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 128 Tahun 2011 tentang Kampung Siaga Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana.
Sebanyak 60 peserta mengikuti rangkaian kegiatan pembentukan KSB. Dari jumlah tersebut, 10 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti Latihan Dasar (Latsar) calon Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga Mayeri Praktek dan FGD dan dihari terakhir Tim KSB mengikuti simulasi Sebagai Uji SOP penanggulangan bencana bermasis Masyarakat dengan mengedepankan Kearifan Lokal.
Acara digelat di Alun-alun Kota Sigli. Selain itu, mereka melakukan kajian risiko bencana di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya pemetaan potensi ancaman dan penyusunan langkah mitigasi berbasis masyarakat.
Para peserta juga dibekali kemampuan dalam tujuh gugus tugas penanggulangan bencana, meliputi Tim Reaksi Cepat, pengelolaan shelter atau tempat pengungsian, logistik, dapur umum, layanan dukungan psikososial, evakuasi, serta layanan kemanusiaan.
Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di tingkat gampong.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, drh. Fazli, M.Si., mengatakan pembentukan KSB di Kecamatan Mutiara menjadi kebutuhan mendesak mengingat 16 dari 29 gampong di wilayah tersebut masuk kategori rawan bencana. Menurutnya, keberadaan kader KSB akan memperkuat upaya mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi bencana.
“Keberadaan Kampung Siaga Bencana diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan respons cepat sebelum bantuan dari berbagai pihak tiba di lokasi,” ujarnya.
Program pembentukan KSB juga menjadi bagian dari kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang dilaksanakan Kementerian Sosial RI di tiga provinsi.
Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus membangun sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Pada waktu yang sama, Tim Direktorat PSKB Kementerian Sosial RI juga menggelar Program Tagana Masuk Sekolah di Kampus Perguruan Tinggi Islam (PTI) Sigli
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan budaya sadar bencana kepada kalangan mahasiswa dan generasi muda agar memiliki pemahaman, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan masing-masing.*[Yahbit]

























