
BLANGKEJEREN, TLii – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) PSDKU Universitas Syiah Kuala (USK) Gayo Lues menyampaikan sejumlah aspirasi terkait tata kelola kampus dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Gayo Lues, Selasa (30/6/2026).
Dalam forum tersebut, mahasiswa menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan pembenahan, mulai dari pelayanan akademik dan administrasi, efektivitas komunikasi kelembagaan, hingga tata kelola institusi. Menurut mahasiswa, persoalan tersebut berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendidikan apabila tidak segera ditangani.

Salah seorang perwakilan mahasiswa, Indra Syahputra, juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran di lingkungan kampus. Salah satu yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai alokasi dana hibah yang disebut diberikan kepada MPD Gayo Lues, yang menurut mahasiswa masih memerlukan penjelasan mengenai status, mekanisme, dan pengelolaannya.
“Yang menjadi perhatian kami bukan semata besaran anggaran, tetapi bagaimana transparansi dan akuntabilitasnya dijalankan. Karena pada prinsipnya, dana publik sekecil apa pun jika dikelola secara baik, terbuka, dan tepat sasaran akan memberikan manfaat yang nyata bagi mahasiswa,” ujar Indra dalam RDP tersebut.
Mahasiswa menilai keterbukaan dalam pengelolaan keuangan publik merupakan prinsip penting untuk menjaga kepercayaan sivitas akademika terhadap institusi pendidikan.
Dalam RDP itu, DPRK Gayo Lues dan mahasiswa menyepakati beberapa tindak lanjut. DPRK meminta agar segera dilakukan pertemuan lanjutan bersama Koordinator PSDKU USK Gayo Lues guna membahas lebih rinci persoalan yang disampaikan mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa meminta Koordinator PSDKU USK Gayo Lues menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian mereka.
Forum tersebut juga menyepakati pembentukan narahubung yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, DPRK Gayo Lues, dan Universitas Syiah Kuala sebagai wadah koordinasi untuk penyelesaian persoalan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, mahasiswa turut mendorong DPRK Gayo Lues mempertimbangkan pembentukan panitia khusus (Pansus) sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku guna melakukan pendalaman terhadap tata kelola, transparansi, serta pengelolaan anggaran yang menjadi perhatian dalam forum.
KBM PSDKU USK Gayo Lues berharap seluruh hasil kesepakatan tersebut tidak berhenti pada pembahasan di forum RDP, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret demi peningkatan kualitas tata kelola kampus, pelayanan kepada mahasiswa, serta transparansi pengelolaan anggaran di lingkungan PSDKU USK Gayo Lues. (Red).























