PTPN IV PalmCo Matangkan Pilot Project Kedelai, Dukung Percepatan Swasembada Pangan Nasional

RULI SISWEMI

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:05 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

10/07/2026

TIMELINES INEWS INVESTIGASI JAKARTA Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Memasuki Juli 2026, perusahaan tengah mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengembangan kedelai merupakan bagian dari upaya diversifikasi komoditas strategis yang sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

“Kedelai merupakan komoditas penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, pengembangan kedelai tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke sentra produksi kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026.

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, PTPN IV PalmCo telah melaksanakan ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara dengan mengintegrasikan pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya varietas unggul Grobogan.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi penggerak dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung terwujudnya swasembada kedelai yang modern dan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Perkuat Produksi Kedelai Dalam Negeri

Pengembangan kedelai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tingginya kebutuhan nasional. Saat ini, konsumsi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan sehingga impor masih mendominasi pasokan.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi kedelai nasional melalui berbagai program, mulai dari perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan kedelai. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, petani di Desa Ngudikan menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam satu tahun.

Dengan dukungan irigasi yang memadai dan kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, produktivitas berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik.

PalmCo Lakukan Kajian Kesesuaian Lahan

Dalam rangka memastikan keberhasilan pilot project, PTPN IV PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah areal yang berpotensi dikembangkan untuk budidaya kedelai.

Kajian tersebut mencakup karakteristik tanah, ketersediaan air, kondisi topografi, hingga kesesuaian agroklimat. Seluruh aspek teknis menjadi perhatian utama agar pengembangan kedelai dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan,” jelas Jatmiko.

Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, PTPN IV PalmCo berharap pilot project kedelai dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Pungkasnya.

(***)

Berita Terkait

Target 2027: Bapas Palangka Raya Siapkan Diri Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Optimalkan Lahan Asimilasi untuk Pembinaan Keterampilan dan Ketahanan Pangan
Rafi Aroskari Ukir Emas untuk Aceh di Kejurnas Pelajar Jatim 2026
PT Pelindo Regional 1 Dukung Car Free Day di Belawan, Dorong Lingkungan Sehat dan Penguatan UMKM
Edukasi Humanis, Satlantas Polres Pelabuhan Belawan Ingatkan Pengemudi Ojek Pakai Helm SNI & Lengkapi Surat
Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan
Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Tingkatkan Keamanan melalui Kontrol Blok Hunian Warga Binaan
Ciptakan Lingkungan Kerja Kolaboratif, PT PPK Rayakan HUT ke-81 RI dengan Sportivitas

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIB

Polisi Amankan Mobil Angkut 600 Liter BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Banda Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 00:58 WIB

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Baitul Mal Aceh Gandeng Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Polda Sumut Siagakan 100 Personel Brimob dan Peralatan Pendukung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Ayah Wa Raih Serambi Award 2026, Pelopor Gerakan Membumikan Alqur’an di Aceh Utara

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:32 WIB

PT Takabeya Mangkir dari Panggilan DPRK, Proyek Jalan Nasional Muara Satu Kian Dipertanyakan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Ketua PWO Aceh Utara Kecam Kekerasan terhadap Wartawan, Desak Oknum TNI Diproses Hukum

Berita Terbaru