10/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI JAKARTA Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Memasuki Juli 2026, perusahaan tengah mematangkan pilot project pengembangan kedelai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengembangan kedelai merupakan bagian dari upaya diversifikasi komoditas strategis yang sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Kedelai merupakan komoditas penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, PalmCo terus mematangkan pilot project pengembangannya agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi kedelai nasional,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, pengembangan kedelai tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan ke sentra produksi kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, bersama Menteri Pertanian, Panglima TNI, dan Ketua Komisi IV DPR RI pada Mei 2026.
Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, PTPN IV PalmCo telah melaksanakan ground breaking Gerakan Tanam Kedelai di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara dengan mengintegrasikan pendampingan teknis serta penerapan teknologi budidaya varietas unggul Grobogan.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi penggerak dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung terwujudnya swasembada kedelai yang modern dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Perkuat Produksi Kedelai Dalam Negeri
Pengembangan kedelai menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tingginya kebutuhan nasional. Saat ini, konsumsi kedelai Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan sehingga impor masih mendominasi pasokan.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi kedelai nasional melalui berbagai program, mulai dari perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan kedelai. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, petani di Desa Ngudikan menerapkan pola tanam satu kali padi, satu kali kedelai, dan dua kali bawang merah dalam satu tahun.
Dengan dukungan irigasi yang memadai dan kelembagaan petani yang kuat, produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, produktivitas berpotensi meningkat hingga sekitar 3,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik.
PalmCo Lakukan Kajian Kesesuaian Lahan
Dalam rangka memastikan keberhasilan pilot project, PTPN IV PalmCo saat ini terus melakukan kajian teknis terhadap sejumlah areal yang berpotensi dikembangkan untuk budidaya kedelai.
Kajian tersebut mencakup karakteristik tanah, ketersediaan air, kondisi topografi, hingga kesesuaian agroklimat. Seluruh aspek teknis menjadi perhatian utama agar pengembangan kedelai dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan pilot project ini dibangun di lokasi yang benar-benar memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Karena itu seluruh aspek teknis terus kami kaji sebelum implementasi dilakukan,” jelas Jatmiko.
Melalui sinergi antara BUMN, pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, PTPN IV PalmCo berharap pilot project kedelai dapat menjadi model pengembangan komoditas pangan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, Pungkasnya.
(***)























