‎Analisis Potensi UMKM Pangan Desa: Dampak Strategis Pelatihan Mie Wortel KKN MAs Kelompok 91 & 92 di Sumbergondo

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:47 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

‎BATU – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal sekaligus meningkatkan perbaikan gizi keluarga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 91 dan 92 menggelar Pelatihan Pembuatan Mie Wortel Sehat di Balai Desa Sumbergondo, Bumiaji, Kota Batu, pada Rabu (26/8/2026) siang. Kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah strategis dalam memetakan serta mengoptimalkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan lokal di tingkat desa.

‎Dimulai pukul 14.00 WIB, acara dihadiri secara antusias oleh ibu-ibu PKK, Kader Kesehatan dan anggota RT RW se-Desa Sumbergondo. Pembukaan diawali dengan sambutan perwakilan mahasiswa KKN MAs yang menekankan tiga sasaran utama program: meningkatkan kualitas nutrisi harian keluarga, memberikan solusi kreatif bagi anak-anak yang enggan mengonsumsi sayur, serta membuka peluang rintisan wirausaha baru berbasis pangan alami yang bernilai jual tinggi.

‎Para peserta diajak berpartisipasi aktif dalam sesi praktik langsung (hands-on workshop). Tahapan pengolahan dimulai dari pemerasan ekstrak wortel segar, pencampuran adonan hingga kalis, penggilingan, pencetakan mie, hingga proses pengukusan dan perebusan. Tak hanya fokus pada aspek produksi, tim KKN MAs juga memberikan edukasi mengenai pengemasan (packaging) yang menarik serta analisis peluang pemasaran produk secara berkelanjutan.

‎Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi interaktif mengenai ketahanan produk tanpa bahan pengawet sintetik. Menjawab pertanyaan peserta terkait daya simpan, tim KKN MAs menjelaskan bahwa mie wortel dapat bertahan hingga berbulan-bulan tanpa pengawet kimia asalkan dikeringkan secara sempurna. Secara teknis, setelah dikukus, mie didiamkan selama 5–10 menit sebelum dimasukkan ke dalam oven bersuhu 100°C, lalu didinginkan sepenuhnya sebelum dikemas (packing). Edukasi ini juga meluruskan persepsi warga mengenai nutrisi, di mana proses pengeringan tidak merusak kadar gizi mie, melainkan proses perebusan berlebih yang berpotensi melarutkan vitamin ke dalam air.

‎Rangkaian pelatihan diakhiri dengan sesi evaluasi praktik, pencicipan mie wortel bersama, serta foto bersama dalam suasana hangat dan komunikatif. Pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya unit UMKM pangan sehat baru di Desa Sumbergondo yang mampu bersaing dan menggerakkan roda perekonomian desa.

‎Divisi Humas KKN MAs Desa Sumbergondo Kelompok 91

Berita Terkait

Pangan, Martabat, dan Peradaban:  Membaca Kedaulatan dari Perspektif Kebudayaan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Fraksi PKS Sumut Dorong Pengelolaan Perubahan APBD 2026 Efektif Dan Perkuat Kolaborasi Pencegahan Narkoba

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:10 WIB

Fraksi PKS Dorong Pengelolaan Perubahan APBD 2026 yang Efektif Dan Berpihak kepada Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:47 WIB

Abdul Rahim Siregar Pimpin RDP, Fraksi PKS Dorong Penyelesaian Adil Persoalan Pengosongan Rumah Dinas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:30 WIB

DPC Partai Demokrat Kabupaten Toba Lakukan Tebar Bibit Ikan Nila di Danau Toba dan Aksi Gotong Royong

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Perkuat P4GN, Rutan Kelas I Labuhan Deli Laksanakan Tes Urine Warga Binaan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Semangat Baru, Amanah Baru: 3 Pejabat dan 10 ASN Lapas Perempuan Medan Resmi Dilantik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Kamtib Kuat karena Sinergi”, Lapas Tebing Tinggi dan Koramil 13/TT Pererat Koordinasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Sinergi Keamanan dan Pembinaan, Lapas Tebing Tinggi Gandeng BNN Tebing Tinggi Cegah Peredaran Narkoba

Berita Terbaru