TIMELINES INEWS INFESTIGASI
BATU – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal sekaligus meningkatkan perbaikan gizi keluarga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 91 dan 92 menggelar Pelatihan Pembuatan Mie Wortel Sehat di Balai Desa Sumbergondo, Bumiaji, Kota Batu, pada Rabu (26/8/2026) siang. Kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah strategis dalam memetakan serta mengoptimalkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan lokal di tingkat desa.
Dimulai pukul 14.00 WIB, acara dihadiri secara antusias oleh ibu-ibu PKK, Kader Kesehatan dan anggota RT RW se-Desa Sumbergondo. Pembukaan diawali dengan sambutan perwakilan mahasiswa KKN MAs yang menekankan tiga sasaran utama program: meningkatkan kualitas nutrisi harian keluarga, memberikan solusi kreatif bagi anak-anak yang enggan mengonsumsi sayur, serta membuka peluang rintisan wirausaha baru berbasis pangan alami yang bernilai jual tinggi.
Para peserta diajak berpartisipasi aktif dalam sesi praktik langsung (hands-on workshop). Tahapan pengolahan dimulai dari pemerasan ekstrak wortel segar, pencampuran adonan hingga kalis, penggilingan, pencetakan mie, hingga proses pengukusan dan perebusan. Tak hanya fokus pada aspek produksi, tim KKN MAs juga memberikan edukasi mengenai pengemasan (packaging) yang menarik serta analisis peluang pemasaran produk secara berkelanjutan.
Antusiasme warga terlihat dalam sesi diskusi interaktif mengenai ketahanan produk tanpa bahan pengawet sintetik. Menjawab pertanyaan peserta terkait daya simpan, tim KKN MAs menjelaskan bahwa mie wortel dapat bertahan hingga berbulan-bulan tanpa pengawet kimia asalkan dikeringkan secara sempurna. Secara teknis, setelah dikukus, mie didiamkan selama 5–10 menit sebelum dimasukkan ke dalam oven bersuhu 100°C, lalu didinginkan sepenuhnya sebelum dikemas (packing). Edukasi ini juga meluruskan persepsi warga mengenai nutrisi, di mana proses pengeringan tidak merusak kadar gizi mie, melainkan proses perebusan berlebih yang berpotensi melarutkan vitamin ke dalam air.
Rangkaian pelatihan diakhiri dengan sesi evaluasi praktik, pencicipan mie wortel bersama, serta foto bersama dalam suasana hangat dan komunikatif. Pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya unit UMKM pangan sehat baru di Desa Sumbergondo yang mampu bersaing dan menggerakkan roda perekonomian desa.
Divisi Humas KKN MAs Desa Sumbergondo Kelompok 91





























