TLii | LAPAS PEREMPUAN KLS IIA MEDAN
11/08/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 10 Agustus 2026 Suasana optimistis memenuhi Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan saat 14 peserta Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menerima pengarahan resmi dari jajaran pimpinan, Senin (10/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat dunia Pemasyarakatan, sekaligus memahami lingkungan kerja yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan mental, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Medan, Yekti Apriyanti, dalam arahannya menekankan bahwa Pemasyarakatan merupakan ruang pembelajaran yang membutuhkan proses adaptasi dan konsistensi. Menurutnya, tugas Pemasyarakatan tidak semata-mata berkaitan dengan aspek pengamanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada Warga Binaan.

“Pemasyarakatan bukan hanya mengamankan, tetapi juga membina. Pembinaan dimulai dari kepribadian hingga kemandirian agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Kalian sebagai peserta magang harus tetap waspada, adaptif, dan mau terus belajar,” tegas Yekti.
Pesan serupa disampaikan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Sepriana Putri. Ia mengingatkan para peserta bahwa seluruh pelaksanaan tugas Pemasyarakatan harus berlandaskan nilai kemanusiaan.
“Tugas Pemasyarakatan adalah memperbaiki, bukan memperburuk. Kita membina agar mereka kembali menjadi bagian masyarakat dengan lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha, I Gusti Joanna, memberikan motivasi kepada para peserta agar senantiasa memiliki sikap rendah hati dalam menjalani proses pembelajaran.
“Jadilah versi terbaik dari diri kalian. Di manapun kalian ditempatkan, jadilah gelas kosong yang siap menerima ilmu baru. Kerendahan hati itu penting, meskipun kalian sudah memiliki banyak pengetahuan,” ujarnya.
Pengarahan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta mendapatkan gambaran mengenai pentingnya menjaga sikap, kedisiplinan, etika, serta tanggung jawab selama menjalani program magang di lingkungan Lapas Perempuan Medan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama 14 peserta magang Kemnaker dan jajaran pejabat Lapas Perempuan Medan. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya sinergi dan kebersamaan dalam pelaksanaan program pemagangan.
Melalui pembekalan ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan berharap para peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami nilai-nilai dasar Pemasyarakatan serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan pembinaan Warga Binaan yang profesional, berintegritas, dan humanis, Pungkasnya.
(***)


































