81 Tahun KAI, Menelisik Jejak Perkeretaapian Sumut dari Era Lokomotif Uap hingga Konektivitas Modern

RULI SISWEMI

- Redaksi

Senin, 28 September 2026 - 12:07 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT

28/09/2026

TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 28 September 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperingati 81 tahun perjalanan perkeretaapian Indonesia pada 28 September 2026. Momentum bersejarah tersebut menjadi penanda pengambilalihan pengelolaan perkeretaapian oleh bangsa Indonesia dari tangan Jepang pada 28 September 1945.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring perjalanan waktu, kelembagaan perkeretaapian Indonesia terus mengalami transformasi, mulai dari Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Perumka, hingga saat ini menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara memiliki karakter dan sejarah peralihan yang khas.

“Perkeretaapian di Sumatera Utara memiliki karakter dan sejarah peralihan yang khas. Berbeda dengan wilayah lain, proses peralihannya berlangsung melalui nasionalisasi perusahaan kereta api swasta Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), setelah Indonesia merdeka pada 1957. Pengelolaan eks-DSM kemudian masuk ke dalam jaringan perkeretaapian negara hingga menjadi KAI saat ini,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, sejarah perkeretaapian di Sumatera Utara bermula pada akhir abad ke-19 ketika kawasan Deli berkembang sebagai pusat perkebunan ekspor, khususnya tembakau Deli. DSM kemudian memperoleh konsesi untuk membangun jaringan rel dan membuka jalur pertama Medan–Labuhan pada 25 Juli 1886.

Pembangunan jaringan rel kemudian terus berkembang dan menghubungkan Medan dengan sejumlah wilayah, antara lain Belawan, Binjai, Deli Tua, Perbaungan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Teluk Nibung, Kisaran hingga Rantau Prapat.

Jaringan tersebut pada masanya berperan penting dalam membangun konektivitas antara sentra produksi perkebunan dengan pelabuhan ekspor. Pada sekitar 1937, total panjang jaringan rel DSM mencapai 553,2 kilometer dengan komoditas utama yang diangkut meliputi tembakau, karet, kelapa sawit dan berbagai hasil bumi lainnya.

Namun, setelah Indonesia merdeka, sejumlah jalur cabang seperti Deli Tua, Bangun Purba dan Pangkalan Brandan tidak lagi beroperasi. Kondisi tersebut seiring dengan berkurangnya lahan perkebunan dan menurunnya permintaan angkutan komoditas.

Seiring perkembangan zaman, jaringan perkeretaapian Sumatera Utara kembali mengalami penguatan. Saat ini, total panjang jalur kereta api yang aktif beroperasi di Sumatera Utara mencapai 476,46 kilometer.

Jaringan tersebut mencakup jalur cabang menuju Bandara Internasional Kualanamu yang telah beroperasi sejak 2013, serta jalur menuju Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Infrastruktur tersebut turut mendukung mobilitas bahan baku dan hasil industri di kawasan tersebut.
Modernisasi juga berlangsung pada sarana perkeretaapian.

Setelah sebelumnya didominasi lokomotif uap, operasional kereta api di Sumatera Utara mulai memasuki era dieselisasi dengan hadirnya lokomotif diesel seri BB300 pada 1965.

Memasuki era digitalisasi dan modernisasi, KAI terus berinovasi untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat. Kemudahan akses dan peningkatan kualitas pelayanan turut mendorong semakin banyak masyarakat di Sumatera Utara menggunakan kereta api sebagai salah satu moda transportasi.

Berdasarkan data KAI Divre I Sumatera Utara, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat volume angkutan penumpang mencapai 1.857.059 pelanggan. Angka tersebut meningkat 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatatkan 1.773.706 pelanggan.

Pertumbuhan juga terjadi pada sektor angkutan barang. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre I Sumut mengangkut 550.162 ton barang atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 472.609 ton.

Komoditas yang diangkut antara lain bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, crude palm oil (CPO), serta berbagai produk industri lainnya.

“Memperingati 81 tahun KAI, kami tidak hanya mengenang sejarah perjalanan perkeretaapian, tetapi juga membuktikan komitmen untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman.

Melalui peningkatan kinerja layanan penumpang dan penguatan angkutan barang berbasis digitalisasi serta integrasi antarmoda, KAI Divre I Sumut siap terus menjadi penggerak roda ekonomi dan mobilitas masyarakat Sumatera Utara sambil menjaga warisan sejarah yang ada,” kata Anwar, Ungkapnya.

(***)

Berita Terkait

Kapolres Pematangsiantar Hadiri Kirab Kebangsaan dan Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Sumpah Pemuda
Program CPOf Dan CPSp Perluas Wawasan Standar Profesionalisme Pengadaan Barang dan Jasa Secara Tertib dan Terukur
Sebagai Bagian Pelindo Group PT PPK Perkuat Fondasi Tata Kelola Dukung Pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Kabinda, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan
Bapas Kelas I Medan Gelar Apel Pagi, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Pegawai
Medan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP)
Bapas Kelas I Medan Koordinasikan Kebutuhan Gedung Bapas Pematangsiantar dan Rantau Parapat
Upaya Jaga Transparansi Akuntabilitas Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Bersih Berintegritas Tanpa Pungli

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Amankan Dua Pria Terlibat Judi Online

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:28 WIB

DPP AWAI Apresiasi Kasat Reskrim Polres Nagan Raya Atas Pengungkapan Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:17 WIB

“Tak Sekadar Janji, Azhari M. Nur Haji Maop Tunjukkan Kepedulian Nyata, Bantu Kursi Roda untuk Warga Idi Tunong”

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Aceh Punya Sejarah Kepahlawanan, Kepala BNNP Aceh Prihatin Sebagian Masyarakat Aceh Terlibat Jaringan Narkoba

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Tak Sekadar Seremoni, SDN 2 Dewantara Wujudkan Maulid Nabi dengan Santunan 13 Anak Yatim

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Gerakan Panen Raya Padi 2026 di Kota Langsa, Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Berawal dari Informasi Warga, Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Gunakan Sabu”

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Gubernur Muzakir Manaf Peringatkan Ancaman Bencana, Aceh Perkuat Siaga Hadapi Puncak Hujan November

Berita Terbaru