Gubernur Muzakir Manaf Peringatkan Ancaman Bencana, Aceh Perkuat Siaga Hadapi Puncak Hujan November

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:10 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS | ACEH BESAR — Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan pada November 2026, Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari personel, peralatan, logistik, hingga koordinasi lintas sektor.

Pesan tersebut disampaikan dalam amanat Gubernur Aceh yang dibacakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, S.T., M.Si., saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Tahun 2026 di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Gampong Lancot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (26/10/2026).

Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana siap menghadapi keadaan darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam amanat tersebut, pada November 2026 diperkirakan terjadi peningkatan intensitas hujan pada 10 Zona Musim (ZOM), dibandingkan Oktober yang tercatat satu ZOM.

Kondisi ini meningkatkan urgensi kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi lainnya.

Gubernur juga menyoroti pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang masih berlangsung, termasuk normalisasi sungai yang belum tuntas, masyarakat yang masih menempati hunian sementara, serta akses jalan dan jembatan yang rawan dilalui.

Sembilan Poin Arahan Gubernur untuk Kesiapsiagaan Bencana

1. Memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur. Pemerintah dan instansi terkait diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana selama musim hujan.

2. Memastikan kesiapan personel dan peralatan. Personel terlatih, kendaraan operasional, alat berat, peralatan penyelamatan, dan sarana pendukung harus siap digunakan ketika keadaan darurat terjadi.

3. Menjamin ketersediaan logistik. Persediaan bantuan kebencanaan perlu dipastikan memadai agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.

4. Memperkuat koordinasi lintas sektor. Pemerintah kabupaten/kota bersama TNI/Polri, BNPB, Basarnas, BMKG, BPBA/BPBD, relawan, dunia usaha, dan mitra terkait harus bergerak secara terpadu.

5. Membersihkan drainase dan alur sungai. Pembersihan saluran air serta alur sungai perlu dilakukan untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.

6. Meningkatkan pemantauan cuaca dan peringatan dini. Informasi cuaca dan peringatan dari instansi berwenang harus dipantau serta disebarluaskan kepada masyarakat secara cepat.

7. Memastikan posko kebencanaan berfungsi. Posko harus siap menjadi pusat koordinasi, pemantauan situasi, komunikasi, dan mobilisasi sumber daya saat terjadi bencana.

8. Menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian. Jalur evakuasi harus dapat digunakan, sedangkan tempat pengungsian perlu dipastikan siap menampung masyarakat yang terdampak.

9. Mengutamakan keselamatan dan mempercepat respons darurat. Seluruh unsur diminta bertindak cepat dan terkoordinasi untuk meminimalkan risiko korban jiwa serta melindungi masyarakat.
Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata sebelum bencana terjadi.

“Jangan menunggu bencana terjadi untuk bertindak, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya dalam amanat yang dibacakan Pj Sekda Aceh.

Melalui apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan tersebut, Pemerintah Aceh berharap seluruh unsur penanggulangan bencana semakin siap menghadapi ancaman musim hujan, mempercepat penanganan darurat, dan mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.*[TU]

Berita Terkait

Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik
Takhasus Dayah MUQ Pagar Air Aceh Gelar Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib.
BKPRMI Aceh Besar Ajak Saudara Se Iman Memakmurkan Masjid 
Satlantas Polres Aceh Besar Gelar Ops Patuh Seulawah 2026 Mulai 26 Oktober
Bupati Aceh Besar Tinjau Krueng Raba, Bendungan Diproyeksikan Atasi Krisis Air Lhoknga
82 Masjid di Aceh Besar Umumkan Khatib dan Imam Shalat Jumat, 16 Oktober 2026
Sekda Aceh Besar: Minta ASN, Keuchik dan Warga Aceh Besar Sukseskan MTQ ke -35 Tingkat Aceh Besar Di Kuta Baro
Festival Anak Saleh Gampong Pantee Jadi Ajang Kaderisasi Generasi Islami

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Berawal dari Informasi Warga, Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Gunakan Sabu”

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Gubernur Muzakir Manaf Peringatkan Ancaman Bencana, Aceh Perkuat Siaga Hadapi Puncak Hujan November

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Bupati Toba Sambut Kunjungan BKSAP DPR RI, Paparkan Potensi Daerah Menuju Pasar Global

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Kapolda Sumut Ajak Al-Washliyah Bersinergi Cegah Narkoba dan Intoleransi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Kapolda Sumut Rangkul Keuskupan Agung Medan, Ajak Perangi Narkoba dan Kejahatan Sosial

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Deriktur Lbh Cakra Keadilan Helmax Alex Dorong Kolaborasi Pemerintah Dan Ormas Perkuat UMKM Lewat Akses Permodalan Berkelanjutan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Gelar Pengenalan Wahana Sarana Asimilasi dan Edukasi di Area SAE

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru 26 Oktober 2026 Pastikan WBP Bersih dari HP Ilegal Wujudkan Lapas Aman Tertib

Berita Terbaru