Kutacane |TLii -Kepedulian terhadap warga yang terlantar kembali ditunjukan Dinas sosial( DINSOS) Kabupaten Aceh Tenggara.Dua warga asal Kabupaten Aceh Utara, Nirdawati dan HalimatusSakdiah, ahirnya di pulangkan ke Daerah asal mereka setelah sempat terlantar di Aceh Tenggara, Senin 31/8/06.
Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati,S.PD, M.AP, mengatakan, sebelum di pulangkan kedua perempuan tersebut terlebih dahulu mendapat penanganan dan tempat perlindungan sementara di rumah singgah Di sos Aceh Tenggara ” keduanya saat ini sudah berada dirumah singgah Dinsos Agara untuk kita berikan ketenanggan jiwa,kita sangat perihatin kedua warga Aceh Utara itu memiliki Bayi” kata Bahagia Wati
Setelah menerima laporan, dan melakukan penanganan Dinsos Aceh Tenggara kemudian berkordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara untuk memastikan identitas serta Daerah asal kedua warga tersebut.
Setelah dipastikan keduanya merupakan warga Aceh Utara, Dinsos Aceh Tenggara mengambil langkah untuk mempasilitasi kepulanggan mereka. Biaya perjalanan keduanya di tanggung oleh Dinsos Aceh Tenggara dengan mengunakan angkutan umum menuju Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara.
“Ini bentuk Tanggung jawab kita, warga yang terlantar harus di bantu sampai kedaerah asalnya dengan aman” ujar Bahagiawati, menurutnya keberadaan rumah singgah Dinsos Aceh Tenggara memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan sementara kepada masarakat yang membutuhkan pertolongan.
Rumah singgah tersebut menjadi tempat teransit bagi warga terlantar sebelum proses pemulangan kedaerah asal dilakukan melalui kordinasi dengan pemerintah Daerah terkait.
Bahagiawati juga menghimbau masarakat agar tidak tinggal diam apabila menemukan warga terlantar atau membutuhkan bantuan sosial. “Jangan ragu melapor kedinas sosial atau pemerintah Desa, Kita siap bantu” Tegasnya.
Menurut keterangan Nirdawati dan Halimatus Sakdiah, awalnya mereka mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Nuraini. Dalam komonikasi tersebut mereka dijanjikan pekerjaan di Kutacane. Berbekal harapan mendapat pekerjaan, kemudian keduanyaberangkat ke Aceh Tenggara.namun setibanya di Kutacane mereka justru menginap di kawasan jambu Alas.
Persoalan mulai muncul ketika nomor telepon Nuraini tidak dapat lagi dihubungi. Dalam kondisi tidak memiliki pekerjaan dan terkendala biaya untuk pulang, keduanya ahirnya bertahanhidup dengan meminta minta. Kondisi tersebut membuat merasa malu dan ingin segera kembali ke kampung halaman.
Dalam kondisi tersebut, keduanya kemudian meminta bantuan kepada Abang _ Abang yang berada di Pos kantor Bupati, untuk membantu mencarikan solusi dan menghubungi pihak dinas Sosial Aceh Tenggara. ( Mamas Beroeh).

































