TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
18/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Medan, 16 September 2026 Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara. KAI terus memantau kondisi udara dan lintasan guna memastikan keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi karhutla dan sebaran asap belum mengganggu operasional perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara.
“Untuk saat ini, kondisi karhutla dan sebaran asap belum mengganggu perjalanan kereta api di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. Pemantauan terus dilakukan, dan apabila terdapat perubahan kondisi yang berdampak pada perjalanan, KAI akan segera menyampaikan informasi kepada pelanggan,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, berdasarkan data periode 1–16 September 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah mengoperasikan sebanyak 1.022 perjalanan kereta api penumpang. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan tercatat mencapai 100 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 99,2 persen.
“Angka ketepatan waktu kedatangan KA yang cukup tinggi mencerminkan bahwa operasional kereta api di Sumatera Utara masih cukup terjaga di tengah kondisi adanya kabut asap,” kata Anwar.
Untuk mendukung keselamatan perjalanan, KAI tidak hanya mengandalkan pengamatan visual masinis. Sepanjang jalur kereta api juga telah dilengkapi dengan berbagai rambu dan tanda keselamatan yang wajib dipatuhi masinis, baik saat berada di lintasan, mendekati stasiun, maupun ketika berhenti di stasiun untuk proses naik dan turun penumpang.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 16 September 2026 pukul 08.20 WIB, asap terdeteksi di sebagian wilayah Sumatera Utara dan bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin. Sementara itu, sejumlah titik panas (hotspot) pada 15 September 2026 terpantau di wilayah Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Toba, dan Tapanuli Selatan.
Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Mengacu pada panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masyarakat dan pelanggan yang berada di wilayah terdampak dianjurkan mengurangi paparan asap ketika beraktivitas di luar ruangan.
KAI juga mengimbau pelanggan yang harus bepergian menuju atau berada di stasiun untuk menggunakan masker yang sesuai dan terpasang rapat menutupi hidung serta mulut. Apabila mengalami gangguan pernapasan, pelanggan dianjurkan segera mencari bantuan medis.
Selain menjaga kesehatan, KAI mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, rumput kering, maupun material lainnya di sekitar jalur kereta api. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, asap dari pembakaran juga dapat memperburuk jarak pandang masinis yang terbatas akibat kondisi kabut asap.
“KAI Divre I Sumatera Utara akan terus memantau perkembangan kondisi udara di sepanjang jalur kereta api. Kami mengimbau seluruh pelanggan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api serta mematuhi arahan petugas di stasiun demi kenyamanan bersama,” tutup Anwar.
(***)

































