TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
11/09/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung, 11 September 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berperan sebagai khatib Salat Jumat di Masjid Al-Mustaqim Rutan Tanjung, Jumat (11/9).

Pemberian kesempatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta rasa tanggung jawab warga binaan.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang ditunjuk sebagai khatib menyampaikan khutbah di hadapan jamaah warga binaan lainnya. Materi khutbah memuat pesan-pesan keagamaan dan moral, di antaranya pentingnya meningkatkan ketakwaan, menjaga akhlak, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Kesempatan menjadi khatib juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi positif yang dimiliki. Dengan diberikan kepercayaan tampil di hadapan jamaah, warga binaan dilatih untuk menyampaikan pesan secara baik, membangun keberanian berbicara di depan umum, sekaligus menjalankan tanggung jawab yang diberikan dengan penuh kesungguhan.
Salah seorang warga binaan yang mendapat kesempatan menjadi khatib, Ikmal, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memotivasi dirinya untuk terus belajar dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Saya bersyukur diberikan kesempatan untuk menjadi khatib. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang berharga dan menjadi kesempatan untuk belajar lebih percaya diri serta bertanggung jawab. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi teman-teman dan menjadi pengingat bagi diri saya sendiri untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Tanjung, Al Muqtadir Pasya, menyampaikan bahwa pemberian kepercayaan kepada warga binaan untuk menjadi khatib merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan ruang bagi mereka untuk belajar sekaligus mengembangkan potensi positif.
“Kami memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi positif yang mereka miliki.
Menjadi khatib bukan hanya tentang menyampaikan khutbah, tetapi juga melatih keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memberikan pesan-pesan kebaikan kepada sesama. Harapannya, kepercayaan ini dapat menjadi bagian dari proses mereka untuk terus belajar dan memperbaiki diri selama menjalani pembinaan,” ujarnya.
Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Tanjung terus berupaya menghadirkan proses pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter positif.
Pemberian kesempatan menjadi khatib Salat Jumat diharapkan dapat menjadi pengalaman sekaligus bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat, Pungkasnya.
(***)


































