Foto: Peserta KSB Peudada dan Makmur, Bersama Panitia dan Narasumber, Rabu (28/10/2026) Dok.Tagana Bireuen.
TIMELINES iNEWS (TLii) | BIREUEN — Memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana, anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Peudada dan Makmur, Kabupaten Bireuen, mengikuti kegiatan Penguatan dan Peningkatan Kapasitas KSB Tahun Anggaran 2026, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bireuen itu bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan anggota KSB dalam melakukan penanganan awal bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Dr. Alfian, mengatakan penguatan kapasitas KSB merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan masing-masing.
“Kesiapsiagaan sejak dini sangat diperlukan agar masyarakat mampu bertindak ketika bencana terjadi dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan,” ujar Alfian.
Melalui kegiatan ini, anggota KSB diharapkan semakin terampil menjalankan tugas kebencanaan, mulai dari evakuasi dan penyelamatan, pertolongan pertama, pengelolaan dapur umum, distribusi logistik, hingga penyediaan tempat pengungsian sementara.
Selain keterampilan teknis, pembekalan juga menekankan pentingnya koordinasi antarpersonel, pengelolaan sarana pendukung kebencanaan, serta edukasi kepada masyarakat.
Anggota KSB diharapkan menjadi penggerak kesiapsiagaan di tingkat Kecamatan melalui sosialisasi, simulasi, dan upaya pengurangan risiko bencana secara berkala.
KSB Kecamatìan Peudada dikenal dengan nama KSB Jaba Koeh Beude. Comunity Base Disaster Managemen (CBDM) ini dikukuhkan melalui kegiatan yang dilaksanakan Dinas Sosial Aceh bersama Dinas Sosial Kabupaten Bireuen pada 9 Desember 2022.
Sementara itu, KSB Kecamatan Makmur dikukuhkan pada 17 Maret 2023 di lapangan sepak bola Desa Ulee Gle.
Melalui peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, kedua Organisasi Relawan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat tingkat Kecamatan tersebut diharapkan semakin sigap, Tanggap, terampil, dan solid dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat serta mengurangi risiko bencana di wilayah masing-masing.
Penguatan KSB menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan berbasis masyarakat, sehingga warga tidak hanya menjadi pihak yang terdampak bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah awal untuk melindungi diri dan membantu sesama.*[Yahbit]

































