Diskusi Kepemudaan, Upaya JASA Merawat Damai Aceh

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Senin, 20 Oktober 2025 - 23:19 WIB

5083 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Kepemudaan, Upaya JASA Merawat Damai Aceh

Diskusi Kepemudaan, Upaya JASA Merawat Damai Aceh

TLII>>Jantho — Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Besar menggelar diskusi interaktif bagi anak-anak muda di wilayahnya untuk bertukar pikiran dan merefleksikan perjalanan 20 tahun perdamaian Aceh. Diskusi yang diikuti lebih dari 100 peserta itu digelar di Kantor Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Blang Bintang, Kecamatan Aceh Besar, Senin, 20 Oktober 2025

Diskusi Kepemudaan, Upaya JASA Merawat Damai Aceh

Mengusung tema “Spirit Pemuda Aceh dalam Merawat Perdamaian Berkelanjutan melalui Momentum Sumpah Pemuda”, JASA Aceh Besar sengaja menggelar diskusi ini di akhir bulan Oktober untuk menumbuhkan semangat peringatan Sumpah Pemuda.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Deputi 1 Badan Reintegrasi Aceh Fauzan Azima dan Dosen Ilmu Politik FISIP USK Iqbal Ahmady. Sementara jalannya diskusi dipandu dengan apik oleh Saifullah Abdulgani, atau akrab disapa SAG, mantan Juru Bicara Pemerintah Aceh.

 

Deputi 1 Badan Reintegrasi Aceh Fauzan Azima mengatakan, sebagai mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Gayo, ia mengaku bahwa perdamaian Aceh merupakan nikmat yang harus disyukuri oleh semua pihak. Dahulu, katanya, ia harus berjuang dan bergerilya ke hutan—bukan hanya untuk berperang, tetapi juga berjuang menyadarkan masyarakat tentang ideologi Aceh.

 

“Damai yang kita rasakan hari ini harus kita jaga dan rawat, namun bukan berarti perjuangan sudah berakhir,” kata Fauzan.

 

Menurut Fauzan, perjuangan Aceh pasca-perdamaian justru jauh lebih besar dibandingkan masa konflik. Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh semua pihak, terutama kaum muda, untuk mewujudkan Aceh yang lebih baik.

 

“Perang dari tahun 1976 sampai 2005 itu adalah perang kecil, dan setelah damai sampai hari ini kita sedang menjalani perang besar,” ujar Fauzan.

 

Fauzan menyebut sejumlah hal yang masih perlu diperjuangkan pasca-damai Aceh, mulai dari realisasi kesepakatan damai Helsinki, pelimpahan kewenangan Aceh, hingga dana abadi perdamaian.

 

Selain ketiga hal tersebut, Fauzan juga menyoroti fenomena caci maki dan fitnah di media sosial yang menyasar mantan pimpinan GAM. Ia menilai, hal itu dilakukan oleh sesama orang Aceh dan justru dapat merugikan Aceh sendiri.

 

“Menurut saya, JASA harus membuat satu tim untuk bisa mengontra isu liar yang tidak berdasar agar pemimpin perjuangan tidak dijadikan bahan bully setiap hari,” kata Fauzan.

 

Selain itu, Fauzan juga mengingatkan kaum muda Aceh, khususnya yang tergabung dalam organisasi JASA, agar meningkatkan rasa peduli antar sesama. Keberagaman wilayah, suku, dan bahasa di Aceh harus diterima. Perbedaan perlu dihilangkan demi memperkuat persatuan.

 

“Kemudian anggota JASA juga harus menempuh pendidikan yang mumpuni agar bisa mengambil peran membangun Aceh di masa perdamaian yang saat ini kita rasakan,” tutur Fauzan.

 

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik USK Iqbal Ahmady dalam kesempatan tersebut mengingatkan kembali sejarah panjang kaum muda yang berperan besar dalam mewujudkan perubahan di negeri ini. Mulai dari Sumpah Pemuda tahun 1928, kemudian gerakan Rengasdengklok 1945 yang memicu proklamasi kemerdekaan Indonesia.

 

Selanjutnya, kaum muda juga mengambil peran penting pasca-kemerdekaan. Pada tahun 1966, pemerintahan Orde Lama yang membuat kondisi negeri carut-marut berhasil runtuh lewat gerakan kaum muda. Bahkan pada tahun 1998, gerakan mahasiswa kembali mencatat sejarah dengan menggulingkan pemerintahan Orde Baru di bawah rezim Soeharto yang diktator.

 

Oleh sebab itu, Iqbal mengapresiasi langkah JASA Aceh Besar yang mengadakan diskusi interaktif kepemudaan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pemuda untuk menyadarkan dan menumbuhkan semangat tentang besarnya peran pemuda dalam pembangunan.

 

“Perdamaian Aceh harus dijaga oleh semua pihak. Salah satu caranya adalah dengan memastikan butir-butir kesepakatan damai terimplementasi. Di sinilah kelompok pemuda, terutama JASA, harus mengawal isu tersebut agar tidak merugikan Aceh,” pungkas Iqbal.

 

Sepanjang diskusi berlangsung, dialog berjalan dinamis. Para anak muda yang menjadi audiens aktif bertanya dan menyampaikan pendapat kepada para pemateri. Hal ini menjadi bukti bahwa pemuda Aceh masih memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah diperjuangkan bersama.

Berita Terkait

*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Raih Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalsel atas Kinerja Pemutakhiran Data
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual
Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:47 WIB

Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:40 WIB

Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:23 WIB

Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:05 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ikuti Virtual Pelantikan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:53 WIB

Bangun Pemimpin Tangguh, Pelindo Regional 1 Gelar Business Fundamental Session Batch I untuk GM

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:51 WIB

Sempat Kabur ke Riau, Pengedar Sabu yang Dibebaskan Paksa Warga di Medan Akhirnya Ditangkap

Berita Terbaru

ARTIKEL

Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?

Kamis, 16 Jul 2026 - 10:36 WIB