Kepala Sekolah SDN Kubang Lohob di Agara Diduga Sering Absen, Aktivitas Belajar Berjalan Tanpa Arahan Langsung

REDAKSI 1

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:11 WIB

5094 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TLii | ACEH | ACEH TENGGARA — Aktivitas pendidikan di SD Negeri Kubang Lohob, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, belakangan ini menuai sorotan publik. Sejumlah guru dan warga sekitar menyebut bahwa kepala sekolah di satuan pendidikan tersebut jarang hadir, bahkan saat kegiatan penting seperti upacara bendera dan pemantauan rutin berlangsung.

Pada Senin, 15 September 2025, saat upacara bendera digelar di halaman sekolah, posisi kepala sekolah dikabarkan kosong. Seorang guru piket yang bertugas pagi itu menuturkan bahwa sejak kegiatan dimulai, kepala sekolah belum tampak di lokasi.

“Dari pagi sampai jam belajar dimulai, kepala sekolah belum datang. Ini bukan pertama kali terjadi,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterangan serupa juga datang dari warga sekitar sekolah. Mereka mengaku jarang melihat kepala sekolah datang setiap hari kerja. Menurut warga, hal itu sudah berlangsung cukup lama dan menjadi bahan pembicaraan di lingkungan sekitar.

“Kalau pagi, biasanya anak-anak sudah ramai di sekolah, tapi kepala sekolahnya sering tidak kelihatan. Kami heran kenapa tidak ada tindakan,” ungkap seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan sekolah tersebut.

Dampak pada Disiplin dan Pengawasan Sekolah

Ketiadaan kepala sekolah secara rutin berpotensi memengaruhi efektivitas pengawasan kegiatan belajar mengajar. Dalam sistem pendidikan dasar, kepala sekolah berperan sentral sebagai pengelola, pengawas, dan pengarah kegiatan pendidikan di sekolah. Kehadirannya penting untuk memastikan program berjalan sesuai kurikulum dan kebijakan Dinas Pendidikan.

Selain itu, kepala sekolah juga bertanggung jawab dalam pembinaan guru dan tenaga kependidikan, serta menjaga kedisiplinan siswa. Ketidakhadiran pimpinan dalam waktu yang sering dianggap dapat menurunkan semangat kerja dan melemahkan budaya disiplin di lingkungan sekolah.

Beberapa guru bahkan menyampaikan kekhawatiran bahwa tanpa kehadiran pimpinan, koordinasi internal menjadi kurang efektif. Sebagian urusan administratif maupun kegiatan rutin terpaksa dijalankan secara mandiri oleh staf dan guru yang ada.

Sumpah Jabatan dan Tanggung Jawab ASN

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), setiap kepala sekolah terikat oleh sumpah jabatan yang menegaskan komitmen moral dan tanggung jawab terhadap amanah publik. Sumpah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan janji spiritual untuk menjalankan tugas dengan jujur, disiplin, dan berintegritas.

Sumpah ini menegaskan kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta komitmen untuk mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Oleh karena itu, pelanggaran terhadap kedisiplinan dan tanggung jawab jabatan dapat dinilai sebagai pengingkaran terhadap nilai-nilai dasar ASN itu sendiri.

Peran dan Tanggung Jawab Dinas Pendidikan

Dalam konteks kelembagaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara memiliki tugas penting dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan pendidikan, termasuk kinerja kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Beberapa tugas pokok Dinas Pendidikan antara lain merumuskan kebijakan pendidikan, memantau mutu serta sarana prasarana sekolah, mengawasi pelaksanaan kurikulum, dan mengevaluasi manajemen pendidikan. Pengawasan yang lemah terhadap kedisiplinan kepala sekolah dapat berdampak langsung pada kualitas penyelenggaraan pendidikan dasar.

Selain fungsi pengawasan, Dinas Pendidikan juga diharapkan mampu menegakkan mekanisme pembinaan dan penegakan disiplin bagi ASN di lingkungan pendidikan. Langkah ini penting untuk memastikan agar setiap jabatan dijalankan dengan tanggung jawab, sesuai dengan nilai-nilai profesionalisme dan pelayanan publik.

Harapan dan Tuntutan Masyarakat

Masyarakat sekitar berharap agar laporan mengenai ketidakhadiran kepala sekolah di SD Negeri Kubang Lohob dapat segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak terkait. Mereka meminta agar Dinas Pendidikan menurunkan tim pengawas untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi langsung ke lapangan.

“Sekolah ini milik bersama. Kalau pemimpin di sekolah tidak hadir, kasihan anak-anak dan guru yang bekerja tanpa arahan. Kami berharap pemerintah cepat bertindak,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga menilai bahwa pengawasan yang lebih ketat akan berdampak positif terhadap kedisiplinan tenaga pendidik serta meningkatkan mutu pembelajaran. Mereka juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, tetapi amanah besar yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.

Langkah Tegas Diharapkan

Kasus dugaan jarangnya kehadiran kepala sekolah ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak, bahwa sistem pendidikan dasar membutuhkan kepemimpinan yang kuat, disiplin, dan hadir secara nyata. Kedisiplinan bukan hanya tanggung jawab siswa dan guru, tetapi terutama teladan yang harus dimulai dari pimpinan sekolah.

Jika benar terbukti adanya pelanggaran terhadap kewajiban kedinasan, masyarakat berharap Dinas Pendidikan Aceh Tenggara dapat mengambil langkah tegas sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga soal komitmen dan keteladanan para pemangku jabatan di dalamnya.

Terkait penayangan pemberitaan ini, Pihak kami timelines iNews belum bisa menghubungi Kepala sekolah untuk konfirmasi. (Red)

Berita Terkait

*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
Sempat Kabur ke Riau, Pengedar Sabu yang Dibebaskan Paksa Warga di Medan Akhirnya Ditangkap
PEMERINTAH PIDIE JAYA ROMBAK JABATAN‼️ 9 PEJABAT RESMI DILANTIK
Bukber Wartawan Simeulue, SEKBER Tegaskan Persatuan Tanpa Sekat Organisasi
Logistik Rampung 100 Persen, Kota Langsa Siap Sukseskan Pilchiksung 2026
Warga Lamdingin Ditemukan Mengapung Di Krueng Aceh, Polisi Lakukan Olah TKP
Atas Permintaan Masyarakat, Pemko Langsa Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:19 WIB

Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:47 WIB

Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:40 WIB

Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:23 WIB

Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:05 WIB

Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ikuti Virtual Pelantikan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:53 WIB

Bangun Pemimpin Tangguh, Pelindo Regional 1 Gelar Business Fundamental Session Batch I untuk GM

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:51 WIB

Sempat Kabur ke Riau, Pengedar Sabu yang Dibebaskan Paksa Warga di Medan Akhirnya Ditangkap

Berita Terbaru

ARTIKEL

Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?

Kamis, 16 Jul 2026 - 10:36 WIB