Kelompok Etnis Simalungun Tuding Walikota Wesly Lakukan Penistaan Etnis Simalungun

SAHAT HALOMOAN TAMPUBOLON

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025 - 09:28 WIB

50108 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|SUMUT|SIANTAR, Acara Fun Run “Agak Lari Kelen” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar pada 10 Agustus 2025 yang lalu membuat sejumlah lembaga dan Kelompok etnis Simalungun merasa geram dan menuding walikota Wesly Silalahi telah melakukan penistaan Etnis Simalungun.

Pasalnya, pada acara tersebut memakai adat Toba bukan adat istiadat Simalungun, padahal Kota Pematangsiantar adalah tanah leluhur etnis Simalungun.

Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Anthony Damanik mengatakan kalau mereka sudah mengirimkan surat kepada DPRD Kota Pematangsiantar terkait perbuatan yang telah dilakukan oleh Wesly Silalahi sebagai Walikota Pematangsiantar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sudah melayangkan surat ke DPRD untuk meminta agar segera membentuk Panitia Khusus Penistaan Etnis Simalungun,” ucapnya Jumat 31 Oktober 2025 di kedai kopi Horja Jalan Wandelvad Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

Ketua Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI) Jam Wiserdo Saragih mengatakan akan melakukan aksi yang mengharuskan mereka turun ke jalan (demo) karena di duga Walikota tidak lagi menghargai Etnis Simalungun.

Disebutkannya, bahwa walikota Pematangsiantar di duga tidak menyukai etnis Simalungun, sebab setiap di undang di acara Simalungun, walikota tidak pernah hadir.

Ketua Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Lisman Saragih upaya yang dilakukan oleh Pemko Pematangsiantar pada acara menghilangkan identitas etnis Simalungun.

“Peristiwa penistaan ini sudah terjadi berulang kali,” katanya sembari mengatakan bahwa etnis Simalungun adalah etnis yang terbuka, tidak membeda-bedakan, namun saking baiknya malah diinjak-injak.

Juni Saragih, Ketua Demi Bangsa Simalungun (Demban) mengaku akan menyiapkan massa dari berbagai daerah di Sumatera Utara untuk melakukan aksi turun ke jalan.

“Kita akan panggil dari Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi dan kota lainnya untuk melakukan aksi,” pungkasnya. (Juin)

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual
Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok
Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal
Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia
Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ikuti Virtual Pelantikan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru