Hutan Yang Berbicara

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 14:26 WIB

50139 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

( Foto sang penulis Jasky Rahmad 9 B)

Penulis: Jasky Rahmad 9B

Di sebuah desa kecil terletak di kaki perbukitan, terbentang sebuah hutan luas yang begitu indah dan menyenangkan. Hutan itu seolah menjadi pelindung desa berdiri kokoh dengan pepohonan yang tinggi menjulang, daunnya rimbun menutupi sinar matahari, dan udara sejuk yang selalu membawa aroma tanah basah. Di dalamnya hidup berbagai jenis binatang burung-burung dengan kicauan merdu rusa yang berlari lincah hingga serangan kecil yang berkilauan saat pagi tiba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak dahulu, penduduk desa meyakini bahwa hutan itu bukan sekedar kumpulan pepohonan. Mereka percaya di balik sunyi dan hijaunya dedaunan, terdapat roh penjaga hutan yang mampu berbicara dan mengawasi keseimbangan alam. Tak seorangpun berani merusak hutan sembarangan sebab hutan dianggap sebagai rumah yang harus dihormati.

Di desa itu hiduplah seorang anak kecil bernama Jasky Rahmad, Jasky dikenal sebagai anak yang penuh rasa ingin tahu. Setiap sore,ia sering duduk di tepi Desa memandangi hutan dari kejauhan. Ada sesuatu di dalam hatinya yang selalu memanggilnya untuk masuk dan mengenal hutan lebih dekat.Suatu hari ketika matahari belum sepenuhnya tenggelam, Jasky memberanikan diri untuk menjelajahi hutan tersebut .

Dengan langkah kecil dan hati yang berdebar, ia berjalan menyusuri jalan setapak,menikmati setiap detail alam di sekitarnya.Angin berdesir lembut dedaunan bergoyang pelan dan cahaya keemasan menembus celah-celah ranting.Namun tiba-tiba,suasana berubah hening di tengah keningan itu, Jasky mendengar suara aneh.Suara itu lembut namun jelas, seperti seseorang yang sedang berbicara. Jasky berhenti melangkah,menajamkan pendengarannya. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri tetapi tak ada seorangpun di sana.

Dengan rasa penasaran yang semakin besar, Jasky mengikuti arah suara tersebut hingga ia tiba di hadapan sebuah pohon besar dan tua. Batangnya tebal akarnya menjalar kuat di dalam tanah, dan kulitnya dipenuhi lumut hijau. Pohon itu tampak berbeda dari yang lain seolah menyimpan cerita panjang dari masa lalu.

Jasky menelan ludah lalu bertanya dengan suara bergetar.

“Apakah… apakah Anda yang berbicara?”
Pohon itu perlahan mengeluarkan suara yang hangat dan bijaksana.

“Apakah…apakah anda yang berbicara” tanya Jasky

Pohon itu perlahan mengeluarkan suara yang hangat dan bijaksana.

“Ya,akulah yang berbicara” katanya.” Aku adalah penjaga hutan ini. Aku telah hidup selama ratusan tahun, menyaksikan manusia datang dan pergi,serta alam yang terus berubah”.

Mata Jasky membesar. Rasa takutnya berganti menjadi kekaguman. Pohon itu melanjutkan ceritanya,mengajarkan tentang keseimbangan alam,tentang bagaimana hutan memberi kehidupan, dan bagaimana manusia seharusnya menjaga, bukan merusak. Setiap kata yang diucapkan pohon itu terasa menegangkan seolah menanamkan kebijaksanaan di dalam hati Jasky.Sejak pertemuan hari itu,Jasky pulang dengan hati yang berbeda.Ia tidak lagi memandang hutan hanya sebagai tempat yang indah, tetapi sebagai sahabat yang harus dilindungi. Ia mulai menjaga lingkungan di sekitarnya, tidak membuang sampah sembarangan dan mengingatkan orang-orang agar lebih peduli pada alam.

Jasky pun menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya dan penduduk desa. Walau tidak semua orang pernah mendengar suara pohon seperti dirinya. Kisah Jasky membuat banyak orang kembali mengingat betapa berharganya alam yang mereka miliki.

Catatan dari sang penulis: Hai para pembaca, cerita ini mengajarkan kita bahwa alam bukan hanya tempat hidup, tetapi juga guru yang mengajarkan kebijaksanaan. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan, untuk hari ini dan masa depan.

Tamat

Penulis merupakan pelajar dari SMPN 1 Simpang Rimba dari kelas 9B yang baru saja menyelami dunia kepenulisan semenjak di adakannya pelatihan jurnalistik di tahun 2025

Berita Terkait

Yori And His Curiosity
Harapan Yang Tersimpan Di Kotak Abu
Rapuh Di Tengah Keluarga Yang Ricuh
Detak Yang Menyelamatkan
Bangka Tempatku Bercerita
Perjalanan Risa Di Dunia Perkuliahan 
Tawa Di Balik Bangku
Kenangan Yang Tak Dipilih

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:20 WIB

268 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan Gratis, Wali Kota Lhokseumawe Resmikan MPLS Sekolah Rakyat

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kabar Baik bagi PPPK, Pemko Lhokseumawe Perpanjang Masa Kerja dengan Skema Evaluasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:52 WIB

Kinerja Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Dinilai Positif, Kepolisian Tegaskan Penanganan Kasus Sesuai Prosedur

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:15 WIB

DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Keilmuan Kepolisian

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:01 WIB

Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh Gelar Baksos di Panti Asuhan

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:55 WIB

Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Kebakaran Hutan di Lembah Seulawah

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Hujan Deras Rendam Sejumlah Titik di Langsa, Wali Kota Turun Langsung ke Lokasi

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:39 WIB

Polda Aceh–PLN UID Aceh Perkuat Sinergi Demi Layanan Listrik Andal dan Keamanan Terjaga

Berita Terbaru